Tag: Kylian Mbappe

  • Kylian Mbappe Harus Pilih Real Madrid atau Paris Saint Germain

    Kylian Mbappe Harus Pilih Real Madrid atau Paris Saint Germain

    TIKTAK.ID – Kylian Mbappe disebut-sebut sudah menyepakati tawaran dari Real Madrid dan Paris Saint Germain (PSG). Akan tetapi, saat ini Mbappe harus memilih satu di antaranya.

    Untuk diketahui, pada musim lalu Madrid nyaris memperoleh tanda tangan dari Mbappe. Tapi PSG kukuh tidak mau melepas sang pemain walaupun menempuh risiko free transfer, lantaran kontraknya bakal habis pada pertengahan 2022 mendatang.

    Mbappe lantas santer dikabarkan telah mencapai kesepakatan secara lisan dengan Madrid. Namun penyerang Prancis tersebut juga sudah menyetujui tawaran baru yang diberikan oleh PSG.

    Lebih lanjut, saat ini Mbappe tinggal meresmikan di mana ia bakal bermain pada musim depan. Pria berusia 23 tahun ini dapat bertahan di negeri asalnya Prancis atau mencoba petualangan baru di Negeri Matador bersama Los Blancos.

    “Kami tidak akan mengadakan pertemuan baru untuk membahas masa depan Mbappe, karena negosiasi saat ini sudah berakhir,” ujar ibunda Mbappe, Fayza Lamari, kepada Kora Plus, seperti dikutip CNN Indonesia dari Daily Mail.

    “Kini kami memiliki kesepakatan dengan Madrid dan kesepakatan lain dengan PSG. Negosiasi sudah berakhir, sehingga sekarang Kylian Mbappe yang harus memilih,” imbuh Lamari.

    Menurut Lamari, tawaran yang disodorkan oleh Madrid dan PSG sebetulnya hampir serupa. Meski begitu, dia mengakui kalau ada keuntungan lebih jika Mbappe memutuskan untuk pindah ke El Real.

    “Sebenarnya dua tawaran dari PSG dan Real hampir sama. Tapi di Real anak saya bakal memegang kendali atas hak citranya! Jadi saat ini kami tengah menunggu keputusan darinya,” jelas Lamari.

    Mbappe sendiri sebetulnya ingin memanfaatkan momentum bermain dengan idolanya, Karim Benzema, di Real Madrid. Namun rupanya keinginan pria kelahiran Paris itu mulai goyah, usai Lionel Messi memilih bergabung ke Les Parisien sejak musim lalu.

    Situasi tersebut pun menyebabkan Mbappe gamang dalam membuat keputusan. Di satu sisi, Mbappe ingin bermain dengan Benzema yang sebentar lagi pensiun. Namun di sisi lain, dia juga ingin dapat bermain dengan legenda sepak bola Argentina, Lionel Messi.

  • Berkat Duet Maut Mbappe dan Messi, PSG Kalahkan Saint Etienne

    Berkat Duet Maut Mbappe dan Messi, PSG Kalahkan Saint Etienne

    TIKTAK.ID – Kylian Mbappe telah menjadi bintang kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) atas Saint Etienne, melalui torehan dua gol. Akan tetapi, sebenarnya Lionel Messi juga memiliki peran besar di balik hal tersebut.

    Mulanya, PSG sempat berada dalam situasi sulit karena mereka lebih dulu kebobolan oleh Denis Bouanga pada menit ke-16. Upaya PSG agar bisa mencetak gol penyama kedudukan pun terus menemui kegagalan.

    Rupanya usaha PSG baru menemui hasil di menit ke-42. Saat itu, gol tersebut tidak lepas dari kecerdikan Messi dalam membaca situasi di lapangan dan pergerakan Mbappe.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, Messi mengirim umpan datar ke Mbappe yang bergerak pada kotak penalti. Kemudian Mbappe menerima bola dan segera melepaskan tendangan keras yang tidak dapat dibendung dengan sempurna oleh kiper Saint Etienne, Paul Bernardoni.

    Setelah itu, duet maut Messi dan Mbappe kembali membuahkan hasil di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-47. Ketika itu Messi yang mencoba memasuki kotak penalti Saint Etienne mampu mempertahankan bola, walaupun sedang diadang oleh sejumlah pemain lawan.

    Lantas saat melihat tidak ada ruang tembak yang terbuka, Messi pun memilih untuk menyodorkan bola ke sisi kanan tempat Angel Di Maria dan Mbappe berada. Mbappe langsung berlari kencang masuk kotak penalti dan melepaskan tembakan ke arah tiang jauh.

    Aksi Mbappe tersebut akhirnya ditutup oleh assist memukau untuk Danilo Pereira sekaligus memastikan kemenangan dengan skor 3-1 PSG atas Saint Etienne.

    Kolaborasi antara Messi dan Mbappe tampaknya membuat PSG semakin kokoh menduduki puncak klasemen Liga Prancis saat ini. Les Parisiens dan kawan-kawan kini berada di posisi puncak dengan nilai 60 poin. Mereka unggul 14 angka atas Nice yang menempati posisi kedua.

    Sebelumnya, Messi menyebut hubungannya dengan Mbappe sudah mulai akrab. Messi mengatakan percaya chemistry-nya dengan Mbappe bakal semakin terbentuk jika terus bermain bersama.

    “Di Maria, saya telah mengenalnya dari tim nasional dan Neymar di masa lalu, sedangkan di Barcelona kami bermain bersama,” ungkap Messi, mengutip BolaSport.com dari situs resmi PSG.

  • Ibrahimovic Nasihati Mbappe Soal Perpanjangan Kontrak di PSG

    Ibrahimovic Nasihati Mbappe Soal Perpanjangan Kontrak di PSG

    TIKTAK.ID – Zlatan Ibrahimovic mengatakan bahwa dirinya memberikan nasihat kepada Kylian Mbappe dan Paris Saint-Germain (PSG) mengenai situasi perpanjangan kontrak di antara kedua belah pihak.

    Ibrahimovic yang sempat menjadi mesin gol PSG, mengaku ikut memantau perkembangan hubungan Mbappe dengan PSG. Menariknya, Ibrahimovic justru meminta kedua belah pihak agar bisa tetap bertahan pada pendirian mereka masing-masing.

    “Saya menyarankan Mbappe untuk meninggalkan PSG, karena dia memerlukan suasana tim yang lebih terstruktur seperti Real Madrid,” ujar Ibrahimovic pada Corriere della Sera, seperti dikutip CNN Indonesia dari BR Football.

    “Akan tetapi, saya juga berkata kepada Presiden PSG supaya tidak menjualnya,” imbuh Ibrahimovic.

    Seperti diketahui, kontrak Mbappe dengan PSG akan segera berakhir pada pengujung musim ini. Tanpa kesepakatan perpanjangan kontrak, maka Mbappe sudah mulai bisa melakukan kontak dengan klub-klub lain sejak Januari mendatang.

    Sebenarnya Mbappe sempat meminta dijual oleh PSG pada bursa transfer musim ini. Dia pun berharap dapat dilepas, sehingga PSG juga memperoleh pemasukan dari uang hasil penjualannya.

    Meski begitu, PSG tampaknya tidak berminat pada opsi tersebut. Mereka ingin Mbappe dapat terus bertahan dan bermain di PSG sebagai ikon klub dalam kurun waktu yang lama.

    Kemudian PSG menunjukkan niat mereka untuk semakin memperkuat tim, sehingga dapat mewujudkan mimpi juara Liga Champions bersama Mbappe. Padai musim ini, “Les Parisiens” telah mendatangkan Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, dan Lionel Messi.

    Sementara itu, Mbappe disebut-sebut sangat berminat untuk pindah ke Real Madrid. Namun beberapa rumor lain mengklaim bahwa Mbappe memiliki hasrat untuk menjajal kemampuannya bermain di Liga Inggris.

    “Apa yang dapat membuat saya tetap bertahan di PSG? Kami jauh dari keputusan itu, karena saya ingin meninggalkan Paris pada musim ini,” ungkap Mbappe dalam wawancaranya bersama L’Equipe Oktober lalu, mengutip Kompas.com.

    “Saya tidak akan menjadi orang munafik, ambisi saya jelas, jadi kita lihat saja apa yang terjadi. Saya terikat dengan PSG, dan jika saya pergi musim panas ini, maka saya hanya akan bergabung dengan Real Madrid,” sambung Mbappe.

  • Frustasi Tak Diumpan, Mbappe Sebut Neymar ‘Gelandangan’

    Frustasi Tak Diumpan, Mbappe Sebut Neymar ‘Gelandangan’

    TIKTAK.ID – Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe mengakui bahwa dirinya sempat menyebut Neymar sebagai “gelandangan”, lantaran frustrasi tidak diumpan oleh rekan setimnya itu.

    Momen tersebut terjadi ketika PSG bermain melawan Montpellier dalam laga lanjutan Liga Prancis, 25 September lalu. Dalam ajang itu, Les Parisiens meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas tim tamu.

    Walaupun menang, tapi friksi terjadi antara dua pemain bintang PSG, yakni Mbappe dan Neymar. Mbappe dikabarkan tidak senang dengan aksi Neymar dalam pertandingan pekan kedelapan Liga Prancis tersebut.

    Mbappe kesal karena Neymar tidak memberikan bola, padahal saat itu PSG mempunyai peluang bagus menambah gol. Neymar malah lebih memilih untuk mencoba mengecoh kiper Montpellier, ketimbang memberikan umpan ke Mbappe atau Angel Di Maria yang tengah berada dalam posisi lebih baik.

    Kemudian ketika digantikan oleh Mauro Icardi dan duduk di bangku cadangan, Mbappe disebut-sebut mengeluhkan sikap Neymar kepada Idrissa Gueye. Mbappe pun membenarkan adanya keluhan itu, saat melakoni sesi wawancara dengan media Prancis, L’Equipe seperti dikutip CNN Indonesia dari Daily Mail. Melalui sesi wawancara tersebut, Mbappe mengklaim menyebut Neymar dengan sebutan “gelandangan” sebagai bentuk ungkapan rasa kesal.

    Meski begitu, Mbappe menilai hal itu wajar terjadi di setiap tim. Lantas dia menyatakan tidak ingin memperpanjang masalah tersebut.

    “Ya, saya memang menghina Neymar karena tak senang dengan umpannya, tapi hal-hal seperti itu biasa terjadi dalam sepakbola. Maka dari itu, usai ramai diberitakan di media, saya langsung bicara dengannya. Ini terjadi karena kami sama-sama ingin menang, jadi bukan masalah besar kok,” ungkap Mbappe, dikutip detik.com dari L’Equipe.

    Tidak hanya mengenai friksi yang sempat terjadi dengan Neymar, Mbappe kemudian bercerita soal masa depan kariernya dalam sesi wawancara dengan L’Equipe. Penyerang berusia 22 tersebut secara blak-blakan mengatakan ingin pindah ke klub raksasa Spanyol, Real Madrid.

    Namun meski sudah ngebet ingin hengkang, Mbappe memastikan tidak akan tampil ala kadarnya di PSG. Mantan pemain AS Monaco tersebut menyatakan bakal tetap memperlihatkan kemampuan yang terbaik.

    “Pada musim ini Anda tidak akan pernah melihat perilaku saya seperti, ‘Anda tidak membiarkan saya pergi, maka saya akan membuatnya mudah’ [dengan bermain tidak maksimal],” tegas Mbappe.

  • PSG Gagal Menang, Pochettino Tak Kecewa dengan Trisula Bintang Les Parisiens

    PSG Gagal Menang, Pochettino Tak Kecewa dengan Trisula Bintang Les Parisiens

    TIKTAK.ID – Paris Saint-Germain (PSG) tidak berhasil meraih kemenangan atas Club Brugge dalam laga pertama Liga Champions musim 2021/2022. Mereka ditahan Club Brugge dengan skor 1-1. Namun hal itu tidak membuat Mauricio Pochettino kecewa dengan trisula bintang Les Parisiens.

    Sebelumnya, Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe untuk pertama kalinya dimainkan secara bersama sejak menit awal. Tetapi trio yang diklaim akan mengguncang pertahanan lawan itu pun gagal tampil impresif.

    Meski sempat menguasai bola sampai 64 persen, PSG tetap tidak mampu membongkar pertahanan Brugge. PSG hanya bisa mencatatkan sembilan tembakan, sedangkan Brugge sebanyak 16 kali mengupayakan gol.

    Sejumlah kritik pun berdatangan, namun Pochettino segera pasang badan. Pochettino mengatakan bahwa kegagalan PSG menang bukan karena faktor Messi, Neymar, dan Mbappe. Ia juga menyebut para pemain masih memerlukan waktu untuk beradaptasi satu sama lain.

    “Saya pikir masalahnya bukan pada kinerja tiga pemain ofensif, melainkan kami tidak cukup kuat tampil di Liga Champions. Jadi kami harus lebih kuat di semua area,” ujar mantan pelatih Tottenham Hotspur tersebut, seperti dikutip CNN Indonesia dari Le Parisien.

    “Kombinasi dan kerja sama bukanlah satu-satunya yang dihasilkan ketika latihan. Mereka harus bisa berkompetisi bersama untuk saling mengerti,” imbuh Pochettino.

    Kemudian secara khusus, Pochettino mengaku menyambut baik performa Messi. Ia menilai penampilan Messi memuaskan dari sisi tingkah laku, keinginan, dan adaptasi.

    Untuk diketahui, di antara tiga trio lini serang PSG, Messi memang yang paling banyak melepas tembakan. Sepertiga upaya PSG mencetak gol pun berasal dari Messi. Mantan pemain Barcelona tersebut telah melepas tiga tembakan dengan rincian satu mengenai tiang gawang, dan dua lainnya melebar.

    Neymar sendiri sama sekali tidak mencatatkan tembakan dalam laga melawan Brugge. Sedangkan Mbappe hanya tercatat sekali melepas tembakan dan menjadi pengirim assist bagi gol Ander Herrera. Bahkan dia harus ditarik keluar pada menit ke-51, lantaran mengalami cedera.

    Usai gol Herrera pada menit ke-15, lantas gawang PSG yang dikawal oleh Keylor Navas sukses dibobol oleh Hans Vanaken di menit ke-27.

  • PSG Berpeluang Datangkan Ronaldo dan Lepas Kylian Mbappe

    PSG Berpeluang Datangkan Ronaldo dan Lepas Kylian Mbappe

    TIKTAK.ID – Meski musim kompetisi telah dimulai, namun Paris Saint-Germain (PSG) masih memiliki peluang menghadirkan kejutan terakhir sebelum bursa transfer ditutup, yakni mendatangkan Cristiano Ronaldo dan melepas Kylian Mbappe.

    Untuk diketahui, hingga saat ini PSG menjadi tim paling spektakuler di bursa transfer, melalui kehadiran Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, hingga Lionel Messi.

    Walaupun sudah mengambil langkah besar, namun aktivitas transfer PSG bisa jadi masih belum berakhir musim ini. Pasalnya, PSG kini tengah berupaya untuk mempertahankan Mbappe dan menawarkan perpanjangan kontrak pada pemain berusia 22 tahun itu. Meski begitu, Mbappe sejauh ini tetap berpegang pada pendiriannya bahwa ia tidak mau memperpanjang kontrak dengan PSG.

    Kemudian Real Madrid dikabarkan sudah siap bergerak untuk merekrut Mbappe pada musim ini. Seperti dilansir CNNIndonesia.com dari Daily Mail, Los Blancos disebut bakal menawarkan sebesar 145 juta poundsterling alias Rp2,8 triliun untuk membeli Mbappe.

    Jumlah itu pun terbilang besar bagi PSG yang terancam kehilangan Mbappe secara gratis di akhir musim ini. Selain itu, waktu bagi PSG untuk meyakinkan Mbappe memperpanjang kontrak tidaklah satu musim penuh. Tanpa perpanjangan kontrak, maka Mbappe dapat dengan bebas bernegosiasi dan mengikat prakontrak dengan klub lain terhitung sejak Januari.

    Situasi tersebut akan mendorong PSG untuk mengambil langkah drastis, dengan menjual Mbappe di bursa transfer musim ini. Terlebih situasi Ronaldo di Juventus saat ini tidaklah 100 persen pasti, karena Ronaldo disebut minta dicadangkan dan berharap masuk bursa jual Juventus.

    Ronaldo kini memang masih menyisakan kontrak satu musim lagi di Bianconeri. Akan tetapi, masih belum ada kepastian perpanjangan kontrak sejauh ini.

    Sekadar informasi, mulanya PSG memplot Ronaldo sebagai alternatif transfer di musim depan, jika mereka benar-benar kehilangan Mbappe. Namun perkembangan situasi yang ada kini tampaknya mampu mendorong PSG bergerak lebih cepat untuk mengamankan Ronaldo.

    Hal itu karena PSG bukanlah satu-satunya klub peminat Ronaldo. Real Madrid dan Manchester City disebut juga ingin mendatangkan CR7 yang ketajamannya masih belum luntur, meski telah berusia 36 tahun.

  • Mbappe Akhiri Kiprah di Euro 2020 Tanpa Cetak Gol

    Mbappe Akhiri Kiprah di Euro 2020 Tanpa Cetak Gol

    TIKTAK.ID – Kylian Mbappe diketahui kembali gagal mencetak gol di Euro 2020 (Euro 2021). Tidak hanya itu, penyerang Paris Saint-Germain itu pun gagal melaksanakan tugas sebagai algojo adu penalti.

    Walhasil, Mbappe mengakhiri kiprah di Euro 2020 tanpa mencetak gol. Padahal, Mbappe sempat menjadi salah satu pemain yang difavoritkan mengisi daftar top skor. Namun ia justru melempem.

    Kemudian mantan pemain AS Monaco itu juga kembali menunjukkan kegagalan demi kegagalan mengeksekusi peluang, ketika Prancis berjumpa Swiss pada babak 16 besar Euro 2020.

    Sama seperti tiga laga sebelumnya di fase grup, Mbappe tampil sebagai salah satu dari pemain depan yang diharapkan berhasil menyumbang gol untuk Les Bleus.

    Selama 120 menit tampil, Mbappe tampak melepaskan enam percobaan mencetak gol. Akan tetapi, dari enam upaya tersebut tidak ada satu pun yang sukses mengarah ke gawang.

    Seperti dilansir CNN Indonesia dari situs Whoscored, lima tembakan Mbappe itu melenceng dan satu diblok oleh pemain Swiss.

    Kondisi tersebut fatal bagi Mbappe yang ditunjuk sebagai algojo kelima dalam babak adu penalti. Hal itu karena sepakannya mampu dibaca oleh Yann Sommer, sehingga bola tidak masuk ke gawang. Lantas Mbappe menjadi satu-satunya eksekutor adu penalti, dari 10 orang, yang gagal melaksanakan tugas.

    Lebih lanjut, kontribusi Mbappe lainnya juga tak terlalu mencolok. Untuk urusan dribel, Mbappe hanya mampu mencatatkan dua keberhasilan dari enam percobaan. Bahkan Mbappe terlihat tidak terlalu sering memegang bola, yakni sebanyak 58 kali atau hanya tiga persen dari keseluruhan possesion.

    Dari sedikit kesempatan memegang bola itu, Mbappe diketahui melepaskan 31 umpan, yang 30 di antaranya akurat termasuk sebuah assist untuk gol pertama Benzema.

    Setelah itu, Mbappe meminta maaf karena telah mengecewakan penggemar Timnas Prancis.

    “Sangat sulit untuk membalik halaman, dan kesedihan luar biasa setelah eliminasi ini, kami tidak dapat mencapai tujuan kami. Saya minta maaf atas penalti ini, saya ingin membantu tim, namun gagal,” tulis Mbappe melalui akun Instagram-nya, Selasa (29/6/21), mengutip Okezone.com.

  • Kronologi Mbappe dan Olivier Giroud Ribut di Timnas Prancis Jelang Euro 2021

    Kronologi Mbappe dan Olivier Giroud Ribut di Timnas Prancis Jelang Euro 2021

    TIKTAK.ID – Kylian Mbappe dan Olivier Giroud diketahui telah terlibat keributan di Timnas Prancis, menjelang Euro 2020 (Euro 2021).

    Seperti dilansir CNN Indonesia, berikut ini kronologi insiden tersebut.

    Insiden itu berawal dari laga uji coba melawan Bulgaria pada Rabu (9/6/21). Pada laga tersebut, Giroud diturunkan sebagai pemain pengganti di menit ke-41. Kemudian Giroud berhasil mencetak dua gol di pengujung laga dan membawa Prancis menang dengan skor 3-0. Akan tetapi, dalam kegembiraan mencetak dua gol, Giroud melontarkan protes dan kritik terhadap rekan setimnya.

    “Terkadang striker berlari dan bola tidak datang. Mungkin kami seharusnya dapat saling memahami lebih baik,” ujar Giroud kepada wartawan setelah laga.

    Lantas Kylian Mbappe menilai komentar Giroud itu menyudutkan dirinya. Mbappe pun mengaku berencana menggelar konferensi pers untuk mengeluarkan argumen balasan atas komentar Giroud.

    Namun Didier Deschamps sebagai arsitek Les Bleus berhasil menggagalkan upaya Mbappe untuk menggelar konferensi pers. Deschamps sendiri sudah sejak awal memang berusaha mendinginkan situasi saat komentar Giroud muncul.

    “Penyerang akan berkata, ‘Saya sudah berlari tapi itu tergantung gelandang [untuk memberikan bola]’. Sedangkan gelandang akan berkata bahwa itu tergantung penyerang [untuk berlari], ” kata Deschamps saat itu.

    “Terkadang umpan memang tidak datang, dan terkadang itu tergantung pergerakan [untuk membuka ruang]. Meski begitu, hal itu bukanlah stigma untuk Kylian [Mbappe] atau siapa pun,” imbuh Deschamps.

    Lebih lanjut, Giroud dikabarkan mencoba berbicara dengan Mbappe untuk menjelaskan situasi pada sesi latihan Kamis (10/6/21). Sayangnya Mbappe tidak menyambutnya dengan baik.

    Setelah itu, Deschamps disebut memanggil kedua pemain untuk menjernihkan suasana sekaligus menyampaikan, keributan Giroud dan Mbappe akan berpengaruh pada upaya tim merebut trofi juara. Tidak hanya itu, Deschamps pun menggelar rapat darurat bersama seluruh tim, untuk membahas pentingnya agar melupakan masalah yang ada.

    Sekadar informasi, dalam Euro 2020 (Euro 2021), Prancis akan berada satu grup bersama Jerman, Hungaria, dan Portugal. Prancis nantinya akan melakoni laga perdana melawan Jerman, pada Rabu (16/6/21) mendatang.

  • PSG Ingin Mbappe Perpanjang Kontrak

    PSG Ingin Mbappe Perpanjang Kontrak

    TIKTAK.ID – Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi mengumumkan bahwa Kylian Mbappe bakal tetap bertahan di Paris. PSG sendiri telah bergerak agresif untuk memastikan komposisi tim mereka musim depan. Usai berhasil mengikat Neymar dengan perpanjangan kontrak, fokus PSG saat ini yakni memastikan Mbappe juga bersedia memperpanjang kontrak.

    “Mbappe akan bertahan di Paris, karena kami tidak akan pernah menjualnya dan dia tidak akan pernah pergi dengan status bebas transfer,” ujar Al-Khelaifi, seperti dikutip CNN Indonesia dari Marca.

    Al-Khelaifi juga meyakini tidak banyak klub yang dapat memberikan rasa nyaman pada Mbappe seperti yang diberikan PSG.

    “Kemana Mbappe bisa pergi? Klub mana, dalam hal ambisi, apa bisa menyaingi PSG saat ini?” ucap Al-Khelaifi.

    “Semua hal telah berjalan bagus dan saya harap kami bisa mencapai kesepakatan. Ini adalah Paris, ini merupakan negaranya. Dia pun memiliki misi. Bukan hanya tentang bermain sepak bola, melainkan juga mempromosikan Ligue 1, negaranya, dan Ibu Kota,” imbuh Al-Khelaifi.

    Selain itu, Al-Khelaifi juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah memberikan pernyataan kepada media terkait negosiasi dengan Mbappe yang kini sedang berlangsung. Al-Khelaifi hanya memastikan proses itu berjalan dengan baik. Ia pun berharap klub dan pihak Mbappe dapat menemukan kesapakatan.

    Perlu diketahui, kontrak Mbappe di PSG akan berakhir pada 2022. Bila PSG dan Mbappe tetap tidak mencapai kesepakatan perihal perpanjangan kontrak, maka Mbappe bisa pergi dengan bebas transfer pada akhir musim 2021/2022.

    Di sisi lain, Mbappe diminati sejumlah klub besar Eropa, salah satunya Madrid. Sebagai pengagum lama Mbappe, belakangan ini Madrid semakin santer dikaitkan akan merekrutnya pada musim panas ini.

    Namun masih belum bisa dipastikan kesiapan Madrid untuk mengeluarkan biaya besar demi menggaet sang striker. Terlebih Al-Khelaifi telah bersikeras tidak akan menjual Mbappe serta tidak akan membiarkan Mbappe keluar secara gratis.

    Dengan sisa kontrak tinggal semusim, lantas banyak klub besar yang berharap bisa merekrut Mbappe dengan harga murah di bursa transfer mendatang.

    Sebelumnya, Mbappe memang mengaku betah dengan kondisi di PSG. Akan tetapi, Mbappe juga menyiratkan ingin menghadapi tantangan baru usai lama bermain di Ligue 1.

  • Jelang Bursa Transfer, Mbappe Jadi Prioritas Buruan Liverpool

    Jelang Bursa Transfer, Mbappe Jadi Prioritas Buruan Liverpool

    TIKTAK.ID – Liverpool tampaknya tengah mengambil ancang-ancang jelang bursa transfer musim panas nanti. Kylian Mbappe diketahui menjadi prioritas buruan Liverpool.

    Perlu diketahui, Liverpool sudah siap untuk membenahi skuadnya. Tak ayal, pada musim ini The Reds nihil gelar, usai pada dua musim terakhir berhasil menjadi kampiun di Liga Champions dan Liga Inggris.

    Pada musim ini, Liverpool hanya dapat fokus menembus empat besar Klasemen Liga Inggris (sementara bertengger di peringkat ketujuh). Hal itu pun demi bisa tampil di Liga Champions musim depan.

    Seperti dikutip detik.com dari Mirror, Liverpool sedang bersiap untuk mendatangkan pemain baru. Salah satunya dan yang masuk dalam daftar prioritas yakni Kylian Mbappe.

    Pemilik Liverpool, John W Henry, disebut siap mengerahkan segala upaya untuk mewujudkan hal itu. Pasalnya, Henry mengaku ingin Liverpool terus menjadi klub besar, serta mampu bersaing di level tertinggi.

    Kontrak Kylian Mbappe di Paris Saint-Germain (PSG) sendiri akan habis pada Juni 2022 mendatang. Sebetulnya PSG mau memberikan perpanjangan kontrak. Akan tetapi, Mbappe menolak tawaran tersebut.

    Oleh sebab itu, PSG pun terpaksa harus melepas Mbappe di bursa musim panas ini. Hal itu bertujuan harga si pemain masih tinggi dan tidak pergi dengan cuma-cuma kalau masih bertahan sampai kontraknya habis.

    Sekadar informasi, Kylian Mbappe telah memperkuat PSG sejak 2018 silam. Mbappe diboyong dari AS Monaco dengan nominal tinggi, yaitu sebesar 145 juta Euro atau setara Rp2,5 triliun.

    Hingga kini, Mbappe sudah berhasil mencetak sebanyak 122 Gol dari 162 penampilan di seluruh ajang. Mbappe pun dikenal begitu tajam di depan gawang lawan.

    Mbappe telah tiga kali meraih juara Liga Prancis, dua kali juara Piala Prancis, dua kali juara Piala Liga Prancis, serta tiga kali juara Piala Super Prancis. Selain itu, Mbappe juga sempat memenangkan gelar Piala Dunia bersama Timnas Prancis.

    Meski begitu, agaknya Liverpool harus bersaing dengan Real Madrid untuk mendapatkan Kylian Mbappe. Untuk memenangkan persaingan itu, maka The Reds harus punya modal uang cukup banyak.