Tag: kualifikasi piala dunia 2022

  • Pelatih Paraguay Ungkap Cara Matikan Peran Messi

    Pelatih Paraguay Ungkap Cara Matikan Peran Messi

    TIKTAK.ID – Pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo diketahui membeberkan sejumlah cara untuk mematikan peran Lionel Messi, jelang pertemuan melawan Argentina dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022, pada Jumat (8/10/21) pagi waktu Indonesia.

    Argentina bakal melakoni laga tandang ke markas Paraguay di Stadion Defensores del Chaco di Asuncion. Tim Tango pun memiliki ambisi untuk meraih kemenangan, demi membuka lebar peluang ke Piala Dunia 2022 di Qatar.

    Namun tampaknya perjuangan Messi dan Argentina meraih poin penuh tidak akan mudah. Pasalnya, pada lima laga tandang terakhir ke Paraguay, Argentina hanya mampu menang satu kali dan dua kali kalah.

    Oleh sebab itu, Paraguay juga bertekad untuk menjegal langkah La Albiceleste. Dia mengatakan salah satu cara menghambat permainan Argentina yakni dengan “mematikan” peran Messi.

    “Saya pikir hal pertama yang harus dipertimbangkan tentang Messi yaitu memberikan tekanan kepadanya. Bila dia mempunyai kesempatan mendapatkan bola, maka tim lawan mulai menderita dengan kualitas yang dimiliki Messi, yaitu cara menguasai bola, kontak dia dengan bola, penguasaan bola, akselerasi, dribel,” terang Berizzo, seperti dikutip CNN Indonesia dari Ole.

    “Dengan begitu, maka tekanan kami kepada dia harus besar dan tepat,” imbuh Berizzo.

    Kemudian Berizzo menyatakan rahasia lain supaya La Pulga tidak banyak berkutik dalam laga Paraguay vs Argentina nanti adalah mengutus pemain khusus untuk mengawal Messi.

    “Saat dia mendapatkan bola, maka dekati dengan satu pemain atau dua lawan satu, supaya dia tidak mempercepat permainan,” ungkap mantan pemain Timnas Argentina tersebut.

    “Kita tahu dia siapa, dia juga memiliki kemampuan yang bagus dalam mengoper ke pemain yang bebas. Ketika Anda membayangkan Messi, Anda tidak harus membayangkan dia sendirian. Namun Anda harus membayangkan bagaimana mereka memberinya bola dan bagaimana mereka mendapatkan bola darinya,” sambungnya.

    Menurut Berizzo, dengan memainkan taktik zona marking, Paraguay akan dapat meredam permainan Messi dalam laga krusial mendatang. Dia pun menilai duel kali ini sama pentingnya bagi Argentina dan Paraguay.

    Sebab, Argentina ingin menjaga jarak dengan Uruguay sebagai pesaing terdekat. Sedangkan Paraguay memerlukan kemenangan, sehingga bisa masuk ke dalam kuota tim CONMEBOL yang lolos ke Piala Dunia Qatar.

  • Jelang Duel Brasil vs Argentina, Messi Dibayangi Rekor Buruk Lawan Selecao

    Jelang Duel Brasil vs Argentina, Messi Dibayangi Rekor Buruk Lawan Selecao

    TIKTAK.ID – Menjelang pertandingan Brasil melawan Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Neo Quimica Arena, pada Senin (6/9/21) dini hari WIB, Lionel Messi dibayangi oleh rekor buruk melawan Selecao.

    Untuk diketahui, pertandingan tersebut krusial bagi Argentina dan Brasil. Lionel Messi pun tak ingin kehilangan reputasi dalam laga itu, lantaran menjadi andalan Tim Tango.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, kemenangan berhasil membawa Argentina mendekati Brasil yang saat ini menjadi pemuncak klasemen zona Amerika Selatan atau CONMEBOL dengan torehan 21 poin dalam 7 pertandingan.

    Tidak hanya itu, duel nanti juga bisa menjadi pertaruhan Messi yang baru saja membawa Argentina menjadi juara Copa America 2021. Dalam laga final Copa America 2021, Juli silam, pria kelahiran Argentina, 24 Juni 1987 tersebut sukses membawa La Albiceleste menang tipis dengan skor 1-0.

    Akan tetapi, upaya Messi kembali menang atas Brasil tampaknya tidak akan mudah. Pasalnya, salah satu faktor yang berpotensi menjadi sandungan La Pulga pada pertandingan ini yaitu rapor buruk melawan Brasil dalam ajang resmi atau kompetitif.

    Pada lima pertandingan terakhir melawan Brasil dalam laga resmi atau di luar persahabatan, Lionel Messi diketahui hanya 1 kali menang, 3 kali kalah, dan 1 kali imbang. Satu-satunya kemenangan itu pun terjadi pada final Copa America 2021 lalu.

    Sementara dalam ajang Copa America 2019, Argentina kalah dengan skor 0-2 dari Brasil di babak semifinal. Saat itu, gol kemenangan Brasil dicetak oleh Gabriel Jesus dan Roberto Firmino.

    Kemudian pada Kualifikasi Piala Dunia 2018, Messi kembali kalah dari Brasil, tepatnya dengan skor 0-3 pada November 2016. Rapor buruk melawan Brasil tersebut lantas terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2010 yang digelar Juni 2009. Saat itu Argentina kalah dengan skor 1-3 di kandang sendiri.

    Messi dan Argentina tidak berhasil menang pada dua pertemuan di Kualifikasi Piala Dunia 2020 zona Amerika Selatan. Saat leg pertama yang digelar di markas Tim Samba, Argentina bermain imbang dengan skor 0-0.

  • Pelatih Vietnam Detail Pantau Kekuatan Timnas Indonesia

    Pelatih Vietnam Detail Pantau Kekuatan Timnas Indonesia

    TIKTAK.ID – Pelaith Vietnam, Park Hang-seo, tampaknya sangat detail memantau kekuatan Indonesia. Pasalnya, Park Hang-seo bahkan sampai tahu kalau hanya ada satu pemain Indonesia yang bermain di putaran pertama.

    Sebelumnya, Indonesia berhadapan dengan Vietnam di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (7/6/21) malam WIB, dalam matchday ketujuh Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    Dalam pertandingan tersebut, Tim Merah-Putih bertindak sebagai tim tandang meski bermain di tempat netral.

    Pada pertemuan pertama yang telah berlangsung di Bali, Indonesia kalah dengan skor 1-3 dari Vietnam. Saat itu, tim besutan Park Hang-seo tersebut unggul 3-0 lebih dulu, melalui gol-gol Do Dyun Manh, Que Ngoc Hai, dan Nguyen Tien Linh. Sementara Indonesia cuma bisa memperkecil lewat Irfan Bachdim.

    Akan tetapi, kini Indonesia tidak lagi sama dibandingkan dengan pertemuan pertama. Vietnam pun sadar betul dengan hal itu. Sebab, selain kini dibesut oleh Shin Tae-yong, pemain yang tampil di putaran pertama cuma ada Evan Dimas Darmono.

    “Skuad Indonesia sudah banyak berubah jika dibandingkan dengan leg pertama, dengan hanya satu pemain tersisa. Terakhir kali mereka memiliki pemain yang dinaturalisasi, namun sekarang sudah tidak ada pemain yang naturalisasi lagi, dan pelatih juga pelatih baru,” ujar Park Hang-seo seperti dikutip detik.com dari situs resmi VFF.

    Untuk diketahui, skuad Indonesia yang dibawa oleh Shin Tae-yong banyak yang merupakan jebolan SEA Games 2019. Indonesia dan Vietnam saat ini sudah dua kali bertemu di ajang itu, tepatnya pada fase grup dan di final. Vietnam pun berhasil memenangi keduanya.

    “Saat ini, setahu saya mayoritas pemain Indonesia berasal dari angkatan yang berlaga di SEA Games tahun lalu, kemudian ada tambahan sekitar 7-8 pemain. Ini adalah tim muda dengan semangat juang tinggi,” imbuhnya.

    Indonesia sendiri berhasil meredam Thailand dengan skor 2-2 pada matchday keenam beberapa hari lalu. Hal itu lantas menjadi poin pertama Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    “Saya pikir pelatih Shin Tae-yong telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dibuktikan oleh fakta bahwa Indonesia menjaga keseimbangan yang baik antara serangan dan pertahanan,” jelas Park Hang-seo.

  • Cetak Gol Lawan Thailand, Ini Perjalanan Kadek Agung Menuju Timnas

    Cetak Gol Lawan Thailand, Ini Perjalanan Kadek Agung Menuju Timnas

    TIKTAK.ID – Perjalanan I Kadek Agung Widnyana Putra menuju Timnas Indonesia memang tidak mudah. Kadek sempat nyaris gagal menjadi pesepakbola akibat mengalami kecelakaan motor.

    Kadek sendiri telah masuk skuad Timnas Indonesia senior besutan Shin Tae-yong, yang tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kadek pun berhasil menyumbang satu gol saat Indonesia mengimbangi Thailand dengan skor 2-2 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

    Pertandingan tersebut merupakan debut Kadek bersama Timnas Indonesia senior di ajang resmi.

    Akan tetapi, gelandang kelahiran Luwus, Tabanan, Bali, 25 Juni 1998, itu pernah melalui masa yang sulit. Sebelumnya, Kadek mengikuti seleksi kabupaten dan kota untuk Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri. Namun ia gagal gabung seleksi karena kecelakaan motor saat pulang sekolah.

    “Iya, pada 2014 saya mengalami kecelakaan sepeda motor. Saat itu harus menjalani operasi tempurung kaki kiri yang retak, jadi istirahat satu tahun. Beberapa waktu tidak sadar, saat dekat rumah tiba-tiba saya sudah tidak ingat lagi dan terbangun sudah di rumah sakit. Begitu tersadar, sudah ada banyak jahitan dan retak di tangan serta di dagu, semua operasi pada waktu itu,” ujar Kadek, seperti dikutip CNN Indonesia dari situs resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    Gelandang Bali United itu menyebut orang tuanya sampai menangis, karena ada bayang-bayang nasib baik tak berpihak kepadanya. Meski begitu, Kadek berusaha keras memupuk keyakinan bahwa semuanya belum berakhir.

    “Orang tua waktu itu sudah menangis karena mereka tahu kalau cita-cita saya ingin menjadi pemain sepakbola. Tapi saya tidak putus asa, saya motivasi diri sendiri, dan dengan tekad yang kuat, saya sembuh, kemudian sedikit demi sedikit kembali bisa berlatih sepakbola,” jelas Kadek.

    “Perlu waktu satu tahun bagi saya untuk tidak bisa bermain sepakbola dan berjuang pulih kembali,” imbuhnya.

    Perlu diketahui, Kadek pernah masuk pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2019. Sayangnya, dia gagal berangkat karena menjadi satu dari empat pemain yang dicoret Indra Sjafri di tahap akhir.

  • Imbang Lawan Thailand, Ini Kelemahan Timnas Indonesia

    Imbang Lawan Thailand, Ini Kelemahan Timnas Indonesia

    TIKTAK.ID – Timnas Indonesia diketahui masih menunjukkan beberapa kelemahan ketika bermain imbang dengan skor 2-2 melawan Thailand, dalam laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pada pertandingan itu, Timnas Indonesia berhasil pecah telur dengan meraih poin perdana di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Kamis (3/6/21) malam WIB.

    Timnas asuhan Shin Tae Yong itu sempat dua kali tertinggal, yakni pada skor 0-1 dan 1-2. Akan tetapi, I Kadek Agung dan Evan Dimas berhasil mencetak gol penyeimbang kedudukan.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini sejumlah kelemahan Timnas Indonesia saat melawan Thailand.

    1. Antisipasi Bola-bola Atas
      Persoalan di sektor bek tengah tampaknya masih menjadi kendala bagi Timnas Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari dua gol Thailand yang tercipta, akibat lemahnya pemain bertahan Indonesia dalam mengantisipasi bola-bola udara yang dilancarkan oleh tim yang memiliki julukan Gajah Perang itu.

    Dua bek tengah yang diturunkan Shin Tae Yong, yakni Arif Satria dan Rizki Ridho acap kali kalah dalam duel bola-bola atas. Kelemahan tersebut pun berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Thailand untuk menciptakan dua gol.

    1. Kebobolan Cepat
      Konsentrasi pemain Timnas Indonesia, terutama di 10 menit awal pertandingan, terlihat masih lemah. Sebelumnya, hal itu juga terjadi ketika Timnas Indonesia beruji coba melawan Afghanistan dan Oman.

    Imbasnya, Timnas Indonesia harus dua kali tertinggal lewat dua gol cepat Thailand. Timnas Indonesia bahkan harus memungut bola dari gawang ketika laga baru berjalan lima menit lewat gol pemain Thailand, Narubadin Weerawatnodom yang sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia.

    Setelah itu, Indonesia kembali kebobolan cepat di babak kedua lewat striker Thailand, Adisak Kraisorn saat laga juga baru berjalan lima menit.

    1. Sering Salah Umpan
      Kelemahan lain yang dimiliki para pemain Timnas Indonesia adalah kesalahan dalam memberikan umpan atau mengambil keputusan untuk mengumpan. Hal itu pun kembali terlihat dalam laga Timnas Indonesia melawan Thailand.

    Dalam banyak kesempatan, Timnas Indonesia memang sudah sering kali cepat kehilangan bola karena umpan yang kurang akurat, umpan yang terburu-buru, atau lambat dalam melepaskan umpan.

  • Timnas Kalah di Dua Uji Tanding, Shin Tae Yong Khawatir Soal Bek Tengah

    Timnas Kalah di Dua Uji Tanding, Shin Tae Yong Khawatir Soal Bek Tengah

    TIKTAK.ID – Timnas Indonesia telah mengalami kekalahan dalam dua laga uji tanding. Hal itu pun membuat pelatih Shin Tae Yong khawatir soal bek tengah di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang.

    Untuk diketahui, setelah laga melawan Afghanistan dan Oman, Timnas Indonesia akan bertemu Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab (UEA). Dari pertandingan uji coba itu, Shin Tae Yong mengaku menemukan berbagai kelemahan skuad Garuda, dan salah satunya adalah di posisi jantung pertahanan.

    “Jujur, dari dua laga kemarin, muncul masalah-masalah yang terjadi, khususnya untuk bek tengah. Itu yang harus dicari solusinya. Itu juga yang menjadi kekhawatiran saya, akan kita perbaiki satu persatu nanti,” ujar Shin Tae Yong, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Timnas Indonesia sendiri kini dihuni banyak pemain yang bisa bermain di posisi bek tengah, yaitu Rizky Ridho, Nurhidayat Haji Haris, Andy Seto, Rachmat Irianto, Arif Satria, dan Ryuji Utomo. Namun dari dua uji tanding, Shin mempercayakan posisi bek tengah kepada beberapa pemain seperti Rachmat, Andy, Nurhidayat, dan Rizky. Arif baru saja bergabung dan Ryuji sempat mengalami cedera saat membela Penang di Liga Malaysia.

    Sebelumnya sempat mencuat nama Elkan Baggott sebagai pemain bek tengah dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia di UEA. Akan tetapi, pemain Ipswich Town tersebut batal bergabung karena tidak memperoleh izin dari klub.

    Meski begitu, terlepas dari permasalahan bek tengah, Shin Tae Yong tetap mengapresiasi Evan Dimas dan kawan-kawan dalam laga melawan Oman.

    “Memang pemain sudah sangat bekerja keras di atas lapangan saat laga kemarin. Walaupun hasil skornya 1-3, tapi sangat terlihat baik dari permainan, lawan kami beberapa level juga tingkatnya dari Afghanistan di laga pertama. Para pemain sudah bekerja keras,” tutur Shin Tae Yong melalui rilis.

    Sementara itu, Evan mengklaim turut merasakan kualitas Oman di lapangan. Pemain Bhayangkara FC tersebut mencetak satu gol yang sempat menyamakan kedudukan dalam pertandingan itu.

    “Jujur, tidak ada artinya gol saya, namun tim kita kalah. Lebih baik saya tidak mencetak gol, tapi tim saya bisa menang,” ucap Evan.

  • Shin Tae Yong Minta Pemain Pertaruhkan Nyawa

    Shin Tae Yong Minta Pemain Pertaruhkan Nyawa

    TIKTAK.ID – Shin Tae Yong mengatakan bahwa lawan-lawan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 mempunyai kekuatan yang lebih baik. Ia pun menuntut Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan untuk memberikan segalanya di atas lapangan.

    Untuk diketahui, Indonesia akan segera menjalani tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Thailand pada 3 Juni, Vietnam 7 Juni, dan terakhir UEA pada 11 Juni 2021 mendatang. Akan tetapi, sebelum itu, tim Garuda juga akan melakukan dua laga uji coba melawan Afghanistan (25/5/21) dan Oman (29/5/21).

    Shin Tae Yong tidak memungkiri jika lima calon lawan Indonesia selama uji coba dan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai, Uni Emirat Arab, memiliki kekuatan yang lebih baik. Pelatih asal Korea Selatan tersebut lantas mengungkapkan alasannya.

    “Hal itu karena liga dan kompetisi mereka bergulir terus, sehingga fisik dan pengalaman pertandingan yang didapat oleh pemain lebih banyak serta lebih baik dari kita. Meski begitu, itu tidak masalah, karena di sinilah kita berusaha dan mencoba mengubahnya,” ujar Shin Tae Yong, seperti dikutip CNN Indonesia dari situs resmi PSSI.

    Kemudian Shin Tae Yong mengaku yakin peluang Indonesia meraih hasil bagus tetap ada, khususnya jika para pemain skuad Garuda memiliki fisik yang prima. Oleh sebab itu, Shin Tae Yong mengatakan saat ini ia sedang fokus pada pembenahan fisik pemain sebelum melakoni laga uji coba dan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    Shin Tae Yong melanjutkan, usai masalah fisik bisa diatasi, ia juga meminta para pemain untuk mempertaruhkan nyawa di atas lapangan.

    “Hingga saat ini, kami sengaja mengadakan latihan penguatan (power training) untuk menguatkan fisik, dan mulai besok harus conditioning lagi. Sekarang ini, tinggal pemain-pemain saja yang harus mempertaruhkan nyawanya, di pertandingan-pertandingan berikutnya,” tegas Shin Tae Yong.

    Sekadar informasi, Indonesia sudah dipastikan gagal ke Piala Dunia 2022 setelah berada di posisi buncit pada Grup G Kualifikasi Kedua Piala Dunia 2022. Dari lima laga sebelumnya, tim Indonesia selalu kalah.

  • Tak Masukkan Namanya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022, Andritany Ingin Buktikan Shin Tae Yong Salah

    Tak Masukkan Namanya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022, Andritany Ingin Buktikan Shin Tae Yong Salah

    TIKTAK.ID – Kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa mengaku bahwa dirinya bertekad untuk memberi bukti kepada pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong. Kalau ia telah salah tidak memanggilnya.

    Untuk diketahui, Andritany tidak masuk dalam daftar panggil Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal tersebut pun mengejutkan, karena Andritany baru saja meraih gelar kiper terbaik di ajang Piala Menpora 2021.

    Meski begitu, ini bukan kali pertama Bagol, sapaan Andritany, tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil Shin Tae Yong. Ketika pemanggilan sebelumnya, periode Januari-Februari 2021, nama Andritany pun tidak masuk daftar.

    Andritany terakhir kali masuk daftar panggil Shin Tae Yong ketika pemusatan latihan pada Januari 2020. Sejauh ini pemain asal Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut mempunyai 18 caps bersama Timnas Indonesia, tidak termasuk timnas kategori usia.

    “Sikap saya sudah dua atau tiga kali tidak dipanggil Shin Tae Yong, saya akan tetap fokus pada pendirian di Persija. Kalau saya memang bagus, maka Shin Tae Yong tidak akan tutup mata dan Insya Allah bisa kembali lagi ke Timnas Indonesia,” ujar Andritany, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Lantas Andritany mengatakan ingin membuktikan bahwa keputusan Shin tak memanggilnya adalah keputusan yang salah. Ia menyebut hal itu dengan cara tampil impresif dalam setiap pertandingan bersama Persija di Liga 1 2021 yang akan bergulir pada Juli mendatang.

    “Saya ingin membuat pusing Shin Tae Yong. Jadi, dia salah atau tidak memanggil saya, tapi saya bertekad kalau dia salah tidak memanggil saya,” terangnya, Selasa (27/4/21).

    Di sisi lain, Andritany menyatakan bersyukur bisa membawa trofi Piala Menpora 2021 ke Jakarta. Adik kandung pemain Bhayangkara FC Indra Kahfi tersebut memang bertekad memberi gelar juara untuk Persija.

    “Pada 20 Maret saya pernah berjanji, dan laki-laki itu yang dipegang adalah omongannya. Saya berjanji di rumah Pak Prapanca akan membawa piala ini ke Jakarta, Alhamdulillah, janji saya sudah tepat. Untuk itu, kami pemain Persija Jakarta menjadi laki-laki sejati pada akhirnya,” tutur Andritany.