Tag: Komika

  • Indra Jegel Stres Dapat Peran Serius di Film ‘Until Tomorrow’

    Indra Jegel Stres Dapat Peran Serius di Film ‘Until Tomorrow’

    TIKTAK.ID – Komika Indra Jegel diketahui terlibat dalam film bertajuk “Until Tomorrow”. Di dalam drama romansa yang terinspirasi kisah nyata itu, Jegel memerankan sosok karyawan kantor bernama Bagus.

    Namun berbeda dari film-film sebelumnya, kali ini Jegel memainkan tokoh serius. Indra Jegel pun mengaku memerankan tokoh serius menjadi sebuah kesulitan, mengingat ia kerap melakukan lawakan atau improvisasi.

    “Di sini aku enggak berkomedi sama sekali karena karakter aku ini punya sebuah masalah. Susah ya enggak berkomedi karena memang harus ngikutin ceritanya,” ungkap Jegel di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/9/22), seperti dilansir Kapanlagi.com.

    Indra Jegel mengatakan memperoleh peran serius membuatnya sempat merasa stres ketika menjalani proses reading. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Indra Jegel mengklaim dirinya jadi terbiasa dengan karakter yang dipercayakan kepadanya.

    “Makanya waktu awal-awal reading itu aku sempet stres tuh. Aku minta ditambah-tambahin sedikit saja (bobot komedi), tapi enggak bisa soalnya karakter Bagus ini susah kalau dijadiin komedi,” ucap Indra Jegel.

    Lebih lanjut, Indra Jegel menyebut selama proses syuting di bawah arahan Hadrah Daeng Ratu, dia merasa tidak percaya diri kalau dirinya mampu. Untuk itu, Indra Jegel tidak pernah melihat aktingnya di monitor usai pengambilan adegan.

    “Aku paling takut itu (lihat monitor). Jujur ya, aku percaya saja dengan Bu Hadrah, kalau dia bilang oke ya oke. Aku enggak enak aja, takutnya merasa kurang sama diri sendiri, jadi aku percaya ke sutradara saja,” tutur Jegel.

    Sebelumnya, Indra Jegel sempat membintangi film “Ngeri-Ngeri Sedap”. Dalam film yang berhasil masuk seleksi Oscar tersebut, Indra Jegel berperan sebagai anak bungsu dari keluarga Batak.

    Setelah itu, Indra Jegel bermain dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo, “Miracle In Cell No 7”. Di film ini dia berperan sebagai Atmo, yakni salah satu tahanan yang berada di dalam penjara nomor 7.

    Film adaptasi dari Korea Selatan tersebut menceritakan seorang ayah disabilitas, diperankan Vino G Bastian, yang dipenjara karena dituduh melakukan kejahatan.

  • Kiky Saputri: Pejabat Lebih Legawa Di-Roasting Daripada Artis

    Kiky Saputri: Pejabat Lebih Legawa Di-Roasting Daripada Artis

    TIKTAK.ID – Kiky Saputri dikenal sebagai komika yang kerap me-roasting (lawakan yang dimaksudkan untuk meledek atau menertawakan) tokoh-tokoh ternama. Mulai dari deretan artis sampai pejabat pernah menjadi sasaran roasting Kiky.

    Kiky pun mengakui terdapat perbedaan reaksi antara pejabat dan artis, saat dirinya melakukan roasting. Pemeran film “Imperfect” tersebut menjelaskan, pejabat justru lebih lapang dada dalam menerima materi komedi satirenya.

    “Faktanya, pejabat itu justru lebih legawa kalau di-roasting,” ungkap Kiky Saputri, seperti dikutip Okezone.com dari YouTube Thariq Halilintar, pada Minggu (11/9/22).

    Menurut Kiky, respons pejabat yang dianggap legawa itu kemungkinan lantaran mereka telah terbiasa mendengarkan suara rakyat. Akan tetapi, Kiky menilai hal itu berbeda saat dirinya me-roasting kalangan artis, yang umumnya menjaga brand image.

    Pemilik nama lengkap Rizkhy Nurasly Saputri tersebut mengatakan bahwa me-roasting artis dan pejabat sama-sama membuatnya deg-degan. Hanya saja, kata Kiky, reaksi tersinggung artis lebih mudah mereka tampakkan ketimbang pejabat.

    “Sebenarnya sama-sama deg-degan. Hanya saja kadang-kadang tuh kalau artis lebih berpotensi menunjukan ketersinggungannya dibandingkan pejabat,” terang Kiky.

    Oleh sebab itu, Kiky selalu memastikan terlebih dahulu apakah sang artis benar-benar bersedia untuk di-roasting. Dia menyatakan bila artis yang bersangkutan tidak berkenan, maka dirinya lebih memilih tidak melanjutkan aksinya.

    “Apalagi kalau live kita enggak bisa edit, kalau enggak berkenan nanti menunjukkan muka enggak enak, ya mending enggak usah,” ucap Kiky Saputri.

    Sejumlah warganet merasa materi roasting Kiky terkadang seolah tak terkendali. Untuk itu, banyak warganet yang penasaran soal backingan Kiky. Merespons hal itu, Kiky lantas menyebutkan siapa backingannya.

    “Itu yang orang tanya, backingannya siapa nih, nyawanya ada 9, kok Kiky enggak pernah keciduk. Tenang saja, backinganku itu Allah SWT,” tutur Kiky.

    Untuk diketahui, sejumlah pejabat yang pernah di-roasting Kiky Saputri di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Ketika itu, Kiky bahkan bisa memperoleh sebuah fakta unik mengenai Retno, yakni sang suami pernah menjabat sebagai Ketua RW.

  • TawaDiReels Bantu Komika Raup Rupiah

    TawaDiReels Bantu Komika Raup Rupiah

    TIKTAK.ID – Kehidupan komika alias stand-up comedian di Indonesia disebut-sebut akan semakin terbantu dengan adanya hashtag terbaru Instagram, #TawaDiReels, yang diluncurkan pada Selasa (16/8/22).

    Direktur Program Hiburan untuk Meta di Indonesia, Revie Sylviana mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu basis pengguna Instagram dan Reels terbanyak di Asia Tenggara.

    “Indonesia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan Reels tercepat. Berkat basis pengguna yang luas dan kemudahan untuk menemukan konten dari berbagai kategori, fitur ini mendorong pertumbuhan ekosistem kreator dan memunculkan bakat-bakat baru dari seluruh Indonesia,” ungkap Revie melalui acara peluncuran #TawaDiReels di Jakarta Selatan, pada Selasa (16/8/22), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    “Peluncuran kampanye #TawaDiReels merupakan bentuk dukungan Meta bagi para komika di Indonesia dalam mengembangkan basis penggemar dan memperluas eksistensi mereka di ranah digital,” sambungnya.

    Untuk diketahui, komika adalah orang yang melawak atau berkomedi secara tunggal. Revie mengklaim dalam beberapa tahun terakhir, industri stand-up comedy di media sosial, seperti Instagram, menjadi sebuah wadah bagi kreator komedi.

    “Bukan sekadar hobi, melainkan juga sebagai karier,” kata Revie.

    Komika yang terpilih sebagai Wajah #TawaDiReels, Babe Cabita, menilai media sosial seperti Instagram bisa menjadi wadah untuk para kreator komedi untuk berkarya dan akhirnya membuka peluang kerja sama juga bisnis.

    “Media sosial, seperti Instagram, menjadi sebuah wadah bagi kreator komedi seperti saya untuk berekspresi dan berkreasi,” jelas Babe Cabita dalam kesempatan yang sama.

    “Kampanye #TawaDiReels ini menjadi inisiatif yang pas untuk mengajak para kreator supaya menginspirasi satu sama lain, memproduksi konten positif, memunculkan bakat komika baru, serta memperoleh peluang kerja sama dengan berbagai brand,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Revie menjelaskan, kampanye #TawaDiReels berupaya membantu komika Indonesia dalam meraih sukses baik di dalam maupun luar negeri, serta mengubah passion dan kreativitas menjadi sumber pencaharian.

    Dengan begitu, lanjut Revie, program dan kolaborasi ini bisa terus mendiversifikasi ekosistem kreator di Indonesia serta mengangkat kreator-kreator lokal berkualitas dari seluruh Indonesia.

    Revie memaparkan, Reels menjadi ruang untuk kampanye ini lantaran mampu menjangkau audiens yang sangat luas. Dia mengaku kreator tidak hanya berpotensi dilihat oleh pengikutnya, namun juga seluruh pengguna Instagram, termasuk pengguna Facebook.

  • Sakdiyah Ma’ruf Kritik Syarat ‘Penampilan Menarik’ dalam Lowongan Kerja

    Sakdiyah Ma’ruf Kritik Syarat ‘Penampilan Menarik’ dalam Lowongan Kerja

    TIKTAK.ID – Komika Sakdiyah Ma’ruf kerap membawakan materi-materi berbobot dalam setiap penampilannya. Sakdiyah sering menyindir sejumlah isu sosial, termasuk soal kesetaraan gender yang dinilainya masih perlu banyak perbaikan di berbagai aspek.

    Saat menjadi bintang tamu dalam diskusi virtual bertajuk “Accelerating Social Inclusion Through Women Empowerment” yang diselenggarakan Beritasatu Media Holdings bersama Citi Indonesia pada Rabu (6/4/22), jebolan kontestan SUCI 1 ini kembali menyuarakan isu kesetaraan gender.

    “Perempuan dari dulu mulai yang pakai tanktop hingga cadar, semua pernah mengalami pelecehan, minimal sex booster di berbagai kantor. Ada juga kasus yang menjadi tantangan kita bersama di beberapa kota, seperti kekerasan seksual yang mana solusinya dinikahkan dengan pelaku,” ujar perempuan yang akrab disapa Diyah ini, seperti dilansir Kapanlagi.com.

    “Menurut saya ini seperti kolesterol super tinggi yang diinfus dengan minyak jelantah bekas gorengan, karena hal itu bukan solusi. Ada pula kasus pekerja seni, sudah mengisi lengkap semua biodata, lalu di akhir ada pertanyaan ‘apa Anda punya pekerjaan lain?’ Maksudnya bagaimana?” imbuh Diyah.

    Tidak hanya itu, Diyah menyoroti diskriminasi dalam lowongan pekerjaan. Dia mengatakan sering sekali ditemui pemberi pekerjaan menyantumkan “berpenampilan menarik” sebagai kualifikasi.

    “Masalahnya, jika ada kata berpenampilan menarik di kepala perempuan yang sudah dicuci otak oleh sebuah media. Bahwa yang namanya cantik itu tinggi, putih, dan langsing. Hal itu bisa membuat perempuan tertekan karena standar tersebut,” tutur Diyah.

    Kemudian komika yang sempat tampil dalam acara TEDx ini mengakui menjadi wanita memiliki tanggung jawab yang besar, tak peduli apa pun profesinya. Untuk itu, ia berharap ada semakin banyak orang yang sadar dengan isu ini, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi wanita.

    “Perempuan itu harus didukung. Keluarga dukung perempuan, tempat kerja dukung perempuan, semuanya harus mendukung,” ucap DIyah.

    “Yang paling penting itu potensi dan percaya diri, cantik dalam setiap kesempatan dan masyarakat juga harus menghargai semua manusia, dalam hal ini perempuan. Perempuan berhak untuk maju memaksimalkan potensinya, namun ruang aman dan kesempatan juga harus diberikan,” lanjutnya.

  • Marshel Widianto Ungkap Penyebab Artis dan Komika Terjerumus Narkoba

    Marshel Widianto Ungkap Penyebab Artis dan Komika Terjerumus Narkoba

    TIKTAK.ID – Belakangan ini polisi menciduk sejumlah artis karena terlibat dalam kasus narkoba. Sebelumnya, dua komika terkenal, Coki Pardede dan Fico Fachriza juga ditangkap oleh polisi dengan kasus yang sama. Komika Marshel Widianto pun mengungkapkan alasan belakangan ini banyak komika dan artis yang akhirnya menjadi pemakai narkoba.

    Dunia hiburan sendiri memang identik dengan narkoba. Ada banyak pemicunya dan umumnya semua orang memiliki alasan yang sama ketika menjadi pemakai.

    “Yang saya rasakan, pada kenyataannya penghibur itu justru butuh dihibur. Kita sering melawak dan mereka butuh yang lebih. Memang karena sibuknya pekerjaan dan butuh rileks juga butuh diperhatikan,” terang Marshel, seperti dikutip Okezone.com dari laman YouTube Deddy Corbuzier.

    Marshel menduga para pemakai ini biasanya merasa kesepian. Menurut Marshel, mereka juga sulit mencurahkan isi hatinya kepada orang yang tepat, sehingga akhirnya terjerumus pada narkoba.

    “Ya gimana ya banyak teman-teman saya dulu, ketika saya memberikan narkoba, saya dulu kurir, dan rata-rata orang yang beli adalah orang yang kesepian. Rata-rata mereka tidak bisa meluapkan apa yang dia rasakan kepada orang yang tepat,” ucap jebolan Stand Up Comedy season 3 Indosiar tersebut.

    Kemudian Marshel mengatakan, meski lingkup pergaulan temannya memang pemakai, sebenarnya belum tentu semua orang juga terjerumus. Dia menjelaskan, hal itu adalah soal pilihan masing-masing dalam hidupnya.

    “Ya mungkin dibilang salah pergaulan enggak, tapi salah pilihan. Meski saya kurir (narkoba), tapi saya memilih untuk tidak (pakai), keluarga ya (alasannya),” jelas Marshel.

    “Saya enggak mau keluarga susah. Tapi saya liat ada teman-teman yang make hidupnya malah semakin susah. Mereka yang memakai narkoba hidupnya makin susah, mereka menjadi maling, pencuri, bajing loncat,” sambung Marshel.

    Marshel sendiri sempat diperiksa oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Pasalnya, setelah Fico Fahriza ditangkap oleh polisi, banyak yang menuduh dan mencurigai Marshel juga menggunakan narkoba. Marshel lantas dipertemukan dengan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di studio podcast milik Deddy di daerah Tangerang Selatan.

    “Kalau dia positif langsung kita bawa,” jelas pihak Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Ternyata usai dites, hasilnya menunjukkan Marshel bebas dari penggunaan narkoba alias negatif.

  • Kiky Saputri Bingung Disebut Cebong, Kampret Hingga Kadrun

    Kiky Saputri Bingung Disebut Cebong, Kampret Hingga Kadrun

    TIKTAK.ID – Komika Kiky Saputri menanggapi reaksi warganet setelah menyaksikannya me-roasting Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa hari lalu. Kiky mengaku kini telah mendapat label baru dari warganet karena hal itu.

    Label baru itu pun menambah “koleksi” yang diberikan warganet usai me-roasting sejumlah figur publik lainnya, seperti Fadli Zon dan Susi Pudjiastuti.

    Roasting sendiri adalah serangkaian candaan yang dilontarkan oleh pelawak dengan tujuan meledek dan menertawakan penonton atau orang lain yang dijadikan sasarannya.

    “Waktu roasting Pak Fadli Zon, aku disebut buzzer. Waktu roasting Bu Susi dan jajaran menteri, aku dibilang kampret, dan waktu nyanyi ‘welcome to Indonesia’ aku dikatain kadrun”, cuit Kiky dalam akun Twitter pribadinya @kikysaputrii pada Kamis (11/11/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Kemudian waktu roasting Pak Anies, aku dikatain cebong. Jadi sebenarnya, siapakah aku?” sambung Kiky.

    Seperti diketahui, istilah cebong, kampret, dan kadrun muncul di media sosial sejak beberapa tahun silam atau tepatnya ketika pemilihan umum. Istilah-istilah tersebut untuk melabeli individu pendukung kelompok tertentu. Meski Pemilu sudah berakhir, tapi istilah tersebut masih sangat sering digunakan untuk melabeli orang lain dalam situasi tertentu di media sosial.

    Sebelumnya, Kiky me-roasting Anies dalam acara “Lapor Pak” yang tayang di Trans7, Selasa (9/11/21) malam. Dalam roasting tersebut, Kiky sempat melontarkan berbagai candaan terhadap Anies. Salah satunya saat Kiky memuji Anies, tapi malah menyapanya dengan sebutan Ahok.

    “Kita kedatangan tamu yang luar biasa, seorang gubernur, dan sosok pemimpin hebat. Tepuk tangan dong buat Pak Ahok,” ucap Kiky yang langsung memicu tawa.

    Kemudian Kiky juga menyindir Anies terkait pelaksanaan Formula E dan banjir di Jakarta. Kiky menyatakan selama ini orang-orang salah menghujat Anies karena masalah banjir.

    “Banjir Pak Anies salah, banjir Pak Anies salah, sampai Pak Anies kesal dan beliau membuat pernyataan, banjir bisa surut satu hari dan hujan bisa dikendalikan. Sekarang saya tahu, Pak Anies ini bukan Gubernur, tapi avatar pengendali air,” kata Kiky.

    Sementara itu, Anies mengaku puas setelah mendapat roasting dari Kiky. Anies menyampaikan hal itu melalui cuitan pada Rabu (10/11/21).
    “Puas! Sering-sering juga boleh”, terangnya.

  • Kiky Saputri Kembali Perankan Neti Geng Kosan di ‘Imperfect The Series’

    Kiky Saputri Kembali Perankan Neti Geng Kosan di ‘Imperfect The Series’

    TIKTAK.ID – Komika Rizhky Nurasly Saputri atau yang akrab disapa Kiky Saputri akan kembali memerankan sosok Neti dalam film “Imperfect The Series”.

    Kali ini, “Imperfect The Series” menceritakan kisah dari karakter geng kosan yang diperankan oleh Kiky Saputri, Aci Resti, Neneng Wulandari, dan Zsa Zsa Utari.

    Kiky mengungkapkan bahwa sosok Neti di “Imperfect The Series” ini sangat berbeda dengan versi filmnya. Bahkan menurut Kiky, empat puluh persen tokoh Neti yang dimainkannya sama persis dengan kisah nyata yang dialami oleh dirinya.

    “Kalau di versi film, Neti tuh sosok yang genit, caur gitu. Nah kali ini memang tantangan buat Gua kan, jadi ada dramanya gitu, banyak adegan sedih dan patah hati. Jadi kalau buat cerita Imperfect The Series ini sendiri sekitar enam puluh persen lah, sisanya banyak kayak kisah nyata Gue,” ujar Kiky melalui sambungan telepon, (15/9/20) Selasa sore, seperti dilansir Kapanlagi.com.

    “Seperti yang kalian tahu, Gue ikut stand up gimana. Pernah batal nikah sampai nyoba bunuh diri, gitu lah. Ini drama banget sih, parah, ya semoga hasilnya memuaskan, dan semoga bisa sukses mainin sisi lain dari tokoh Neti ini,” terang mantan guru honorer tersebut.

    Lebih lanjut, Kiky pun mengakui bahwa dirinya kesulitan ketika memainkan sifat lain dari karakter Neti. Namun, lanjut Kiky, seiring berjalannya waktu hal tersebut bisa diatasinya dengan cara mengingat masa lalunya yang dianggap sama dengan apa yang dialami karakter Neti.

    “Awalnya sempat ngerasa, bisa nggak ya? Cuma akhirnya ya dianggap jadi tantangan ya, Gua buktiin akhirnya bisa lah. Intinya harus fokus aja sih dan sedikit membawa rasa yang dulu pernah Gua alamin ketika berperan sebagai Neti. Jadi biar feelnya dapat,” ucap jebolan Stand Up Comedy Academy 4 itu.

    Sebelumnya, “Imperfect” dianggap sebagai salah satu film terbaik karya sutradara Ernest Prakasa. Kini, Ernest mengumumkan proyek terbaru “Imperfect The Series” yang akan segera tayang secara eksklusif di We TV Indonesia dan iflix.

    Melalui akun Twitternya, Ernest menyampaikan “Imperfect The Series” akan disutradarai Naya Anindita, dan diproduseri oleh Chand Parwez. Film ini akan menunjukkan lebih jauh mengenai kehidupan keempat anak kos di film “Imperfect”.

  • Komika Bintang Emon Sindir Vonis Kasus Novel Baswedan dengan Celetukan Kocak tapi Menohok

    Komika Bintang Emon Sindir Vonis Kasus Novel Baswedan dengan Celetukan Kocak tapi Menohok

    TIKTAK.ID – Video celetukan komika Bintang Emon mendadak viral di Twitter pada Jumat (12/6/20). Dalam video berdurasi 1 menit 43 detik itu, Bintang Emon mempertanyakan sekaligus menyindir vonis kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

    Perlu diketahui, kasus Novel telah mendapatkan hasil. Kedua penyerang Novel yang merupakan polisi aktif, Brigadir Rahmat Kadir dan Brigadir Ronny Bugis, dituntut 1 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penganiayaan berat dengan terencana.

    Penilaian itu didasarkan pada upaya kedua terdakwa memantau rumah Novel sebelum melancarkan aksinya. Jaksa menilai terdakwa berniat menyiram air keras ke badan Novel, namun tak sengaja mengenai mata, sehingga membuat mata Novel cacat permanen.

    Baca juga : Desak Jokowi Ambil Langkah Bela Palestina dari Pencaplokan Israel, Fadli Zon: Ini Mandat Konstitusi

    Bintang Emon pun mengaku heran dengan vonis hakim pada kedua penyerang Novel. Ia kemudian menulis melalui Twitter, “Bikin buta, pake air keras, buron dua tahun, tapi penjaranya satu tahun. Lucu bener.”

    Tak lama, Bintang Emon mengunggah video yang mempertanyakan kasus Novel.

    “Katanya enggak sengaja (nyiram air keras ke muka Novel Baswedan), tapi kok bisa sih, kena muka? Hah? ‘Kan kita tinggal di bumi, gravitasi pasti ke bawah, nyiram badan enggak mungkin meleset ke muka,” ujar Bintang Emon dengan raut wajah kesal, seperti dilansir Kumparan.com.

    Baca juga : Sepakat dengan PA 212, PKS Bakal Calonkan Kadernya Sendiri di Pilpres 2024, Siapa Kira-kira?

    “Kecuali kalau Pak Novel Baswedan emang jalannya handstand (berdiri terbalik menggunakan tangan), bisa lu protes, ‘Pak Hakim, saya niatnya nyiram badan. Cuma gegara dia jalannya bertingkah, jadi kena muka.’ Bisa, masuk akal,” imbuhnya.

    Halaman selanjutnya…

  • Galang Donasi untuk Tenaga Medis, Belasan Musisi, Komika dan Selebriti Beken Gelar Konser Online

    Galang Donasi untuk Tenaga Medis, Belasan Musisi, Komika dan Selebriti Beken Gelar Konser Online

    TIKTAK.ID – Sejumlah musisi Indonesia menggelar konser amal. Konser tersebut dilangsungkan secara online di channel YouTube Narasi TV dalam tiga sesi, dimulai pukul 13:35 WIB dan diawali oleh Tulus.

    Tak berselang lama, Rossa mengambil alih acara dari Tulus. Setelah itu ada Afgan yang menjadi penyanyi selanjutnya setelah Rossa. Konser tersebut dilakukan untuk menghibur masyarakat Indonesia yang tengah dilanda pandemi Corona.

    Selama konser online berlangsung, setiap musisi tampil mengajak masyarakat untuk mendonasikan uang dari para penonton. Hasil donasi tersebut akan disumbangkan kepada sejumlah pihak yang membutuhkan, khususnya para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam berhadapan dengan pandemi virus Corona yang saat ini memunculkan kekhawatiran banyak orang.

    Baca juga : Keren, Ernest Prakasa Bantu Pengusaha Kuliner dan Ojek Online di Tengah Wabah Corona

    Selain itu ada juga Vidi Aldiano yang memberikan pesan kepada penonton. Ia meminta agar mereka tetap berada di rumah sehingga bisa mengurangi penyebaran virus Corona. Tidak hanya itu saja, menurutnya masyarakat perlu tetap menjaga kesehatan dan melakukan olahraga sebisa mungkin ketika berada di rumah.

    “Please, saya minta kepada teman-teman agar tetap berada di rumah saja. Bagi yang tidak bisa work from home dan membuat Anda harus keluar demi ekonomi, saya paham perasaan kalian semua. Namun tolong jaga kondisi kesehatan kalian,” kata Vidi Aldiano.

    Selengkapnya, konser online sesi pertama diawali oleh Tulus, Rossa, Afgan, Vidi Aldiano, dan Gamaliel. Kemudian acara dilanjutkan oleh penampilan dari Hindia, Ariel Noah, Yura Yunita, Kunto Aji, dan Barasuara.

    Baca juga : Teladan! Peduli Petugas Medis, Luna Maya Salurkan Bantuan APD dan Makanan

    Setelah itu, pada sesi kedua ada penampilan stand up comedy yang diisi oleh Pandji Pragiwaksono dan ditutup penampilan Bintang.

    Sesi ketiga tidak kalah seru dengan line up super kondang. Dimulai oleh Raisa, Ardhito Pramono, Rendy Pandugo, dan Petra Sihombing. Setelah itu ada Ari Lasso, Iwan Fals, dan Trio Lestari.

    Terakhir, aksi penutup diisi oleh The Godfather of The Broken Heart, Didi Kempot.