Tag: Kerja dari Rumah

  • Tips Jaga Berat Badan Saat Kerja dari Rumah

    Tips Jaga Berat Badan Saat Kerja dari Rumah

    TIKTAK.ID – Sejak pandemi virus Corona (Covid-19), ada banyak perusahaan yang menerapkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.

    Sekilas, bekerja dari rumah memang tampak menyenangkan. Akan tetapi, bila dilakukan dalam jangka waktu lama, hal itu bisa menyebabkan berbagai masalah, termasuk pertambahan berat badan.

    Terlebih selama bekerja dari rumah, para karyawan juga diminta agar lebih banyak berdiam diri di rumah. Hal itu pun bisa membuat ruang gerak menjadi terbatas sehingga sulit untuk melakukan aktivitas fisik.

    Ahli gizi Jaclyn Reutens mengatakan, terbatasnya ruang gerak juga cenderung membuat nafsu makan melonjak, lantaran kondisi lingkungan mempunyai pengaruh besar pada pilihan makanan. Dia menilai orang-orang yang bekerja dari rumah cenderung memilih asupan makanan yang tak sehat, sehingga berpengaruh pula pada berat badan.

    “Kecuali bila Anda tinggal di sebuah rumah yang besar, maka bekerja dari rumah tentu bukan masalah besar,” ujar Reutens, seperti dikutip Kompas.com dari cnalifestyle.channelnewsasia.

    Ada banyak karyawan yang bekerja sembari menyantap camilan. Reutens pun menganggap kebiasaan tersebut dapat berlanjut meski mereka bekerja dari rumah.

    “Rumah merupakan zona aman dan nyaman. Berada di rumah bisa membuat kita lebih mudah menjangkau makanan,” ungkapnya.

    Selain itu, terlalu lama berada di rumah juga dapat mendatangkan rasa bosan. Imbasnya, orang akan mengalihkan rasa bosan dengan mengunyah camilan tak sehat.

    “Mulut kita terus mencari tekstur dan rasa untuk meningkatkan suasana hati. Khususnya saat kita perlu istirahat dari rutinitas membosankan yang kita lakukan saat terlalu lama berada di rumah,” ucap Reutens.

    Untuk mengatasi hal itu, orang yang bekerja dari rumah perlu tetap aktif berolahraga.

    Selain itu, fokus pada pilihan makanan sehat menjadi cara terbaik untuk menjaga berat badan meski kita harus bekerja di rumah.

    Berikut ini sejumlah tips menjaga berat badan ketika bekerja dari rumah:

    1. Anda perlu memberi jeda setiap satu jam kerja untuk melakukan peregangan selama lima menit.
    2. Minum air lebih banyak supaya merangsang keinginan buang air kecil. Dengan begitu, kita akan lebih banyak jalan kaki untuk menuju kamar mandi.
    3. Menggunakan standing desk atau meja kerja berdiri.
    4. Ketika sedang beristirahat, gunakan waktu itu untuk push up atau melakukan gerakan lunges ketimbang menyantap camilan tak sehat.
  • Sindir Menteri 3 Bulan Kerja Dari Rumah Selama Pandemi, Jokowi: Ini Malah Kayak Cuti

    Sindir Menteri 3 Bulan Kerja Dari Rumah Selama Pandemi, Jokowi: Ini Malah Kayak Cuti

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir para menteri yang Work from Home (WFH) atau ‘kerja dari rumah’ selama tiga bulan terakhir ini justru seperti menjalani cuti. Seperti diketahui, sejumlah kementerian menerapkan WFH sejak pandemi virus Corona (Covid-19).

    “Saya minta kita memiliki sense of crisis yang sama. Jangan sampai tiga bulan lalu kita sampaikan kerja dari rumah, work from home, tapi saya lihat ini malah kayak cuti,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas soal serapan anggaran 7 Juli lalu yang videonya diunggah ke YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (8/7/20), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Kemudian Jokowi meminta para menteri bekerja lebih keras di tengah pandemi Covid-19. Ia juga memerintahkan jajarannya tak bekerja biasa-biasa saja, agar persoalan Covid-19 dapat segera diatasi.

    Baca juga : Jokowi: Kinerja Menteri Mulai Ada Perbaikan, Tapi Belum Sesuai Harapan

    “Jangan kerja biasa-biasa saja, tapi kerja lebih keras, lebih cepat. Itu yang saya inginkan di kondisi seperti ini,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Selain itu, Jokowi mengimbau para menteri bekerja cepat dalam memutuskan suatu kebijakan. Ia mencontohkan pada penyusunan Peraturan Menteri (Permen) maupun Peraturan Pemerintah (PP) yang dapat dipersingkat.

    “Membuat Permen yang biasanya dua minggu, sehari bisa selesai. Membuat PP yang biasanya sebulan, dua hari selesai, itu yang saya inginkan,” ucap pria asal Solo itu.

    Baca juga : Anggap Pemerintah Plinplan Soal RUU HIP, PKS: Tiap Menteri Terkait Tunjukkan Beda Sikap

    Sebelumnya, teguran keras juga sempat disampaikan Jokowi kepada jajarannya melalui Sidang Paripurna Kabinet 18 Juni lalu. Ketika itu, Jokowi mengungkapkan kemarahan pada menterinya karena ia menilai penanganan Covid-19 belum maksimal.

    Tidak hanya itu, Jokowi bahkan mengancam akan melakukan perombakan Kabinet atau reshuffle hingga membubarkan lembaga.

    “Bisa saja membubarkan lembaga, atau bisa juga melakukan reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah membuat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang itu diperlukan,” tutur Jokowi dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube sekretariat Presiden, Minggu (28/6/20).

    Baca juga : Erick Thohir Sambangi KPK Lewat Pintu Belakang, Ada Apa?

    Kasus Corona di Indonesia sendiri masih terus bertambah. Berdasarkan data per 8 Juli, jumlah kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 68.079 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 31.585 orang dinyatakan sembuh, sementara 3.359 orang lainnya meninggal dunia.

  • Gak Nyangka, Hikmah Kerja dari Rumah Ternyata Bisa Kurangi Potensi Bencana

    Gak Nyangka, Hikmah Kerja dari Rumah Ternyata Bisa Kurangi Potensi Bencana

    TIKTAK.ID – Siapa sangka bahwa penerapan Work From Home (WFH) atau ‘bekerja dari rumah’ selama pandemi virus Corona ternyata mampu mengurangi potensi bencana alam, termasuk longsor?

    Pernyataan tersebut diungkapkan Pakar Kebumian dan Kebencanaan Universitas Brawijaya (UB) Profesor Adi Susilo.

    Menurut dia, dengan WFH, aktivitas kendaraan menjadi berkurang sehingga gelombang seismik akibat getaran penggunaan kendaraan juga berkurang.

    Baca juga: Astaga! Baru Terungkap, Suara Virus Corona Ternyata Bikin Rileks dan Stres Manusia Jadi Reda

    Dia menyebut bahwa salah satu penyebab potensi bencana longsor adalah penggunaan kendaraan yang memengaruhi frekuensi gelombang seismik.

    “Berkurangnya aktivitas manusia seperti penggunaan kendaraan berat dan pesawat terbang akan berpengaruh terhadap frekuensi timbulnya gelombang seismik. Gelombang seismik ini adalah gelombang yang merambat pada bagian dalam bumi, dan juga permukaan bumi,” ujar Adi seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/4/20).

    Adi menjelaskan, gelombang seismik yang disebabkan laju kendaraan, dalam frekuensi tertentu dapat memicu terjadinya longsor.

    Halaman selanjutnya…

  • Akhirnya Terungkap! Inilah yang Membuat Banyak Orang Justru Lebih Cepat Lelah Saat Bekerja di Rumah

    Akhirnya Terungkap! Inilah yang Membuat Banyak Orang Justru Lebih Cepat Lelah Saat Bekerja di Rumah

    TIKTAK.ID – Banyak orang mengatakan di sosial media bahwa mereka merasa lebih cepat merasa capek atau lelah selama kerja dari rumah. Mereka yang biasanya bisa melek hingga dini hari; kini, mereka tidur pukul 10 malam. Banyak yang merasa heran mengapa, padahal kegiatan mereka berkurang.

    Perasaan lelah yang kita rasakan kemungkinan besar terkait dengan beban kerja mental terkait Covid-19 ketimbang beban fisik. Kelelahan dapat memiliki sebab fisik dan non-fisik.

    Setelah berlari 5 kilometer kita butuh istirahat, atau setelah sakit kita bisa merasa lemah dan lelah selama beberapa minggu.

    Tapi penelitian juga menunjukkan bahwa kelelahan bisa disebabkan oleh keadaan psikologis, misalnya stres dan kecemasan.

    Baca juga: Begini 5 Cara Aman Jaga Punggung Saat Kerja di Rumah

    Pada situasi sekarang, bisa jadi rutinitas yang monoton menyebabkan kita merasa lelah. Oleh karena itu, menghadapi beban psikologis terkait wabah bisa membuat kita kehabisan tenaga.

    Bagaimana cara untuk memperoleh energi kembali?

    Tahap-tahap Penyesuaian

    Bila kita melihat pada momen perubahan besar, misalnya saat remaja memulai kuliah atau saat orang pindah ke negara baru, ada periode adaptasi dan transisi yang dibutuhkan. Periode ini memerlukan waktu dan terjadi dalam beberapa tahapan.

    Minggu pertama masa adaptasi berisi pelepasan dari cara-cara hidup dan kerja yang lama, dan membuat interaksi-interaksi baru. Ini biasanya akan tercapai pada hari keempat atau kelima, dan sesudahnya kehidupan akan lebih teratur dan bisa diperkirakan.

    Orang-orang pada minggu-minggu pertama mungkin merasa suram dan sedih. Ini tahap adaptasi normal. Ini tidak perlu dikhawatirkan, tapi yakinlah bahwa bagi banyak orang masa ini akan lewat dan minggu depan kita akan merasa lebih baik.

    Baca juga: Cara Hilangkan ‘Stres Eating’ Ketika Kelamaan Berdiam Diri di Rumah

    Transisi dalam lingkungan baru dapat dibantu dengan menulis catatan harian refleksi. Catatan ini akan membantu mencatat pikiran dan perasaan. Kita dapat melihat kembali perkembangan dan bagaimana kita menyesuaikan diri.

    Adaptasi fungsional sepenuhnya pada cara hidup baru akan terjadi setelah kira-kira tiga bulan. Namun, ada satu periode yang perlu disadari yang akan muncul sekitar tiga minggu sejak proses dimulai; pada periode ini orang dapat tiba-tiba mengalami masa melankolis dan kehilangan semangat.

    Kekhawatiran yang dirasakan saat ini adalah bahwa situasi karantina telah menjadi permanen. Tapi bila fase ini telah dilewati, perasaan suram ini tidak akan muncul lagi.

    Halaman selanjutnya…