Tag: Kerajaan Arab Saudi

  • Saat Keluarga Kerajaan Saudi Diserang Corona, Raja dan Putra Mahkotanya Ngungsi Bersama Jauhi Istana

    Saat Keluarga Kerajaan Saudi Diserang Corona, Raja dan Putra Mahkotanya Ngungsi Bersama Jauhi Istana

    TIKTAK.ID – Virus Corona saat ini sudah masuk ke istana kerajaan Arab Saudi. Salah satu anggota kerajaan yang kini dilaporkan positif Covid-19 adalah Pangeran senior Saudi yang menjabat sebagai Gubernur Riyadh. Tak hanya itu, puluhan anggota kerajaan lainnya juga dilaporkan jatuh sakit, seperti yang dilansir The New York Times, Selasa (8/4/20).

    Dirawatnya Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud, dikonfirmasi oleh dua dokter yang memiliki kedekatan dengan rumah sakit elit itu dan oleh dua orang lainnya yang dekat dengan keluarga kerajaan.

    Baca juga: Positif Corona, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Memburuk Usai 24 Jam Dirawat

    Gelombang virus Corona yang telah menerobos istana kerajaan Saudi juga dapat dilihat dari persiapan dokter di rumah sakit elit yang merawat anggota Klan Al-Saud. Kali ini para dokter tengah mempersiapkan sebanyak 500 tempat tidur bagi para bangsawan kerajaan dan kerabat terdekat mereka. Pesan yang dikirim pejabat rumah sakit menyebutkan saat ini kerajaan sedang “siaga tinggi”.

    “Ada instruksi harus siap untuk V.I.P.S dari seluruh negara,” tulis peringatan operator fasilitas elit, Rumah Sakit Spesialis King Faisal, yang dikirim melalui perangkat elektronik pada Selasa malam ke dokter senior. Salinan pesan itu diperoleh oleh The New York Times.

    Baca juga: Trump Ungkap Amerika Bakal Hadapi Masa Suram Lonjakan Kasus Corona Dua Pekan ke Depan

    Banyak anggota keluarga kerajaan termasuk ribuan pangeran, yang rutin melakukan perjalanan ke Eropa. Beberapa dari mereka diyakini telah membawa virus saat pulang ke Saudi. Begitu prediksi para dokter dan orang-orang yang dekat dengan keluarga kerajaan.

    “Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang ada tetapi semua harus waspada,” lanjut pesan itu yang menginstruksikan bahwa “semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya,” dan bahwa hanya “kasus mendesak utama” yang akan diterima. Dikatakan setiap anggota staf yang sakit sekarang akan dirawat di rumah sakit lain untuk memberi ruang bagi para bangsawan.

    Halaman selanjutnya…

  • Takut Dikudeta, Pangeran MBS Jebloskan Adik dan Keponakan Raja Salman ke Penjara

    Takut Dikudeta, Pangeran MBS Jebloskan Adik dan Keponakan Raja Salman ke Penjara

    TIKTAK.ID – Otoritas Kerajaan Arab Saudi di bawah kuasa Pangeran Muhammed bin Salman (MBS) telah menahan dua anggota senior keluarga kerajaan yakni Pangeran Ahmed bin Abdulaziz yang merupakan adik Raja Salman, dan Mohammed bin Nayef, keponakan raja.

    The Wall Street Journal melaporkan penahanan kedua bangsawan tersebut pada Jumat (6/3/20) dan menyebut mereka ditahan terkait dugaan upaya kudeta. Bloomberg juga melaporkan mengutip sebuah sumber yang mengatakan penahanan itu lantaran keduanya dituduh “berkhianat”.

    Adik Mohammed bin Nayef, Pangeran Nawaf bin Nayef, juga telah ditahan, menurut laporan New York Times.

    Penahanan menandai tindakan keras terakhir Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, putra Raja Salman dan penguasa de facto kerajaan.

    Baca juga: Saudi Umumkan Stop Total Umrah Setahun Penuh, Bagaimana dengan Haji?

    Pangeran Mohammed, juga dikenal sebagai MBS, telah mengonsolidasikan kekuasaan sejak menggantikan sepupunya, Mohammed bin Nayef, sebagai pewaris takhta pada tahun 2017. Kemudian pada tahun itu, ia menangkap puluhan bangsawan dan pebisnis, dalam apa yang disebut sebagai langkah melawan korupsi yang menguras kas negara.

    Tetapi putra mahkota telah memicu kebencian di antara beberapa cabang terkemuka keluarga yang berkuasa dengan memperketat cengkeramannya pada kekuasaan. Beberapa keluarga juga mempertanyakan kemampuannya untuk memimpin Saudi menyusul pembunuhan jurnalis terkemuka Jamal Khashoggi oleh agen-agen Saudi pada tahun 2018 dan serangan besar pada infrastruktur minyak Saudi tahun lalu.

    Sumber-sumber yang dikutip Reuters mengatakan, para bangsawan yang berusaha mengubah garis suksesi memandang Pangeran Ahmed, satu-satunya saudara lelaki Raja Salman yang masih hidup, sebagai pilihan yang mungkin akan mendapat dukungan dari anggota keluarga, aparat keamanan dan beberapa kekuatan Barat.

    Halaman selanjutnya…