Tag: Kampret

  • Setelah Bertemu Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tak Ada Lagi Cebong-Kampret

    Setelah Bertemu Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tak Ada Lagi Cebong-Kampret

    TIKTAK.ID – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, mengklaim sudah tidak ada lagi cebong dan kampret. Gibran menyampaikan hal itu setelah bertemu dengan aktivis Rocky Gerung di kediamannya di Sentul, Jawa Barat, pada Jumat (23/9/22), untuk menanggapi warganet yang mengomentari pertemuannya dengan Rocky.

    “Betul, kita semua adalah saudara. Sudah tidak ada lagi cebong, kampret, dan lain-lain,” cuit Gibran melalui akun Twitternya, pada Sabtu (24/9/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Seperti diketahui, istilah cebong dan kampret mencuat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu. Kampret sendiri merupakan sebutan untuk pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang saat itu mencalonkan diri sebagai presiden. Sedangkan cebong adalah sebutan untuk pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya terpilih menjadi presiden untuk kedua kalinya.

    Baca juga : Soal Gantikan Anies di DKI, Heru Budi: Hari Esok Penuh Misteri

    Sebelumnya, Gibran mengunggah foto dirinya bersama Rocky. Dalam keterangan unggahan tersebut, Gibran mengaku dirinya sedang main ke kediaman idolanya.

    “Alhamdulillah tadi pagi berkesempatan untuk main ke kediaman salah satu idola saya,” ungkap Gibran, mengutip detikcom, Jumat (23/9/22).

    Akan tetapi, Gibran tidak menjelaskan apa yang dibahas keduanya. Dia justru mengajak followers-nya di Twitter untuk menebak topik yang mereka bicarakan.

    Baca juga : Wapres Ma’ruf Amin Beri Bocoran Soal Sosok PJ Gubernur DKI Penerus Anies

    “Kira-kira saya tadi ngobrolin apa ya sama Om Rocky Gerung? 10 jawaban terlucu bakal saya kirimkan sneakers aeroXgibran yang baru akan rilis minggu depan,” ucap putra sulung Presiden Jokowi itu.

    Sementara itu, Rocky menyebut pertemuannya dengan Gibran membuat pemberitaan menjadi heboh.

    “Teman-teman, tadi siang agak heboh berita malam ini. Sebab, Saudara Gibran datang ke tempat saya di Sentul,” terang Rocky di sela-sela acara “Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan”, pada Jumat (23/9/22).

    Baca juga : SBY Sebar Isu Pilpres 2024 Tak Jurdil, PDIP: Bidik Jokowi?

    Rocky menyatakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah orang pertama yang datang ke rumahnya tahun lalu. Akan tetapi Rocky tidak membocorkan apa saja yang dibahas dalam pertemuan dengan Anies, begitu pula isi pertemuan dengan Gibran.

    “Pertanyaannya, ada apa? Orang pertama datang ke tempat saya itu Anies Baswedan, itu sudah setahun lalu lah Gubernur datang,” kata Rocky.

  • Menteri Jokowi ini Yakin Duet Puan-Anies di 2024 Bisa Jadi Pemersatu Kampret dan Cebong

    Menteri Jokowi ini Yakin Duet Puan-Anies di 2024 Bisa Jadi Pemersatu Kampret dan Cebong

    TIKTAK.ID – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, ikut buka suara mengenai Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Bahlil mengatakan pasangan Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dapat menjadi rekonsiliasi nasional antara cebong dan kampret.

    Bahlil menyampaikan hal itu ketika menjadi penanggap rilis survei nasional Indikator Politik Indonesia (IPI) yang bertajuk “Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemerintah dalam bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukun dan Pemberantasan Korupsi” secara daring, pada Senin (11/7/22).

    “Pasangan bagus itu, Puan-Anies dapat sekali putaran,” ujar Bahlil, menanggapi pertanyaan soal usulan duet Puan-Anies kepada Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi di sesi tanya jawab, seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Anies dan Ganjar Berpotensi Terlempar dari Bursa Capres

    Saat mendengar pertanyaan tersebut, Bahlil ikut memberikan respons dan menyampaikan komentarnya.

    “Saya setuju, karena keduanya (Puan-Anies) adalah figur muda, cerdas,” ucap Bahlil.

    Menurut Bahlil, rencana pemasangan Puan dan Anies dapat menjadi rekonsiliasi nasional antara kubu pendukung pemerintah atau cebong dan anti pemerintah alias kampret. Seperti diketahui, dua istilah tersebut muncul sebagai dampak dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 silam.

    “Ini (pasangan Puan-Anies) dapat menjadi rekonsiliasi nasional antara cebong dan kampret. Dua-duanya paten dan bagus, top lah,” tutur Bahlil.

    Baca juga : Ini Sejumlah Temuan Polri dan PPATK Soal Penggelapan Dana Sosial ACT

    Di sisi lain, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengkritik pernyataan Bahlil. Dia bahkan mempertanyakan posisi Bahlil yang menjodoh-jodohkan duet Pilpres 2024. Dia juga mempertanyakan apakah pernyataan Bahlil masuk akal atau tidak.

    “Kalau pernyataan seseorang, kita bicara Bahlil itu sebagai apa? Standing position-nya sebagai apa Bahlil? Pak Bahlil sekarang standing position-nya merupakan Menteri Investasi, BKPM, betul ya? Lah pernyataan mengenai Capres-Cawapres itu masuk akal nggak, ya itu mari kita coba dudukkan,” tegas Bambang Pacul, mengutip CNNIndonesia.com.

    Untuk itu, Bambang Pacul menilai Bahlil tengah menyampaikan pandangan sebagai orang awam ketika menyebut Puan dan Anies adalah pasangan bagus untuk Pilpres 2024.

    Baca juga : Petinggi ACT Terancam Pasal Berlapis Usai Temuan Penggelapan Dana Korban Lion Air Rp138 Miliar

    “Itu artinya, dia sedang berpendapat awam, gitu kan? Jadi kelasnya sama seperti dikau (wartawan), cuma karena dia menteri, ilmunya sama,” jelas Bambang Pacul.

  • Dianggap Bukan Cebong Maupun Kampret, Ulama Jatim Gelar Dukungan Ridwan Kamil Capres 2024

    Dianggap Bukan Cebong Maupun Kampret, Ulama Jatim Gelar Dukungan Ridwan Kamil Capres 2024

    TIKTAK.ID – Beberapa ulama Jawa Timur dan Madura diketahui telah menggelar acara dukungan politik “Ridwan Kamil for President”, pada Kamis (26/5/22). Dalam acara tersebut, terlihat hadir cucu pendiri NU mendiang KH Wahab Cahasbullah, KH Ghozi Wahid Wahab Hasbullah.

    Berlangsung sejak siang hingga petang di kompleks Delta Raya, kalangan kiai NU itu secara terbuka menyampaikan dukungan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk berlaga dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Kita mendukung Ridwan Kamil. Secara lahir batin beliau siap (nyapres), dan Insya Allah ada kendaraannya,” ujar koordinator acara, KH Djafar Shodiq dalam keterangannya, seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Nasdem Buka Suara Soal Baliho Dukungan Anies Capres 2024 di DIY

    Menurut Djafar, para kiai melihat selama ini Ridwan Kamil sebagai pemimpin tidak bermasalah, baik di birokrasi pemerintahan, maupun di keluarga.

    “Beliau tidak pernah tersangkut praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Keluarganya juga baik-baik saja,” ungkap tokoh ulama Madura tersebut.

    Kemudian Djafar menilai Ridwan Kamil merupakan sosok yang shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Dia menyebut para ulama sangat berharap pemimpin Indonesia ke depan punya sikap demikian.

    Baca juga : Dukungan Nyapres Bermunculan, Begini Tanggapan Anies Baswedan dan Andika Perkasa

    “Selain itu, Ridwan Kamil dapat diterima oleh semua golongan. Dia tidak masuk dalam kategori ‘cebong’ atau ‘kampret,’ serta tidak ada resistensi dari kelompok mana pun,” tutur Djafar.

    Djafar mengatakan bahwa pertemuan ini bakal berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Dia menjelaskan, hal itu demi mengintensifkan dukungan riil akar rumput, khususnya kalangan NU kultural kepada Ridwan Kamil.

    “Insya Allah dari nama Capres yang beredar, Ridwan Kamil menjadi kandidat kuat presiden Indonesia mendatang,” terang pengurus GP Anshor yang telah mengabdi selama 20 tahun tersebut.

    Baca juga : Politikus PDIP Prediksi Megawati Akan Ajak Jokowi Rembukan Capres 2024

    Sekadar informasi, Ridwan Kamil adalah pemenang Pilgub Jabar pada 2018. Sebelumnya, jebolan Arsitektur ITB tersebut sempat mengemban amanah sebagai Wali Kota Bandung.

    Ridwan Kamil pun telah melakukan beberapa terobosan selama memimpin. Di antaranya membuat program pemberdayaan masyarakat pesantren melalui One Pesantren One Product (OPOP), Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha), English For Ulama, hingga penerbitan Perda Pesantren, yang pertama kali ada di Indonesia.

  • Kiky Saputri Bingung Disebut Cebong, Kampret Hingga Kadrun

    Kiky Saputri Bingung Disebut Cebong, Kampret Hingga Kadrun

    TIKTAK.ID – Komika Kiky Saputri menanggapi reaksi warganet setelah menyaksikannya me-roasting Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beberapa hari lalu. Kiky mengaku kini telah mendapat label baru dari warganet karena hal itu.

    Label baru itu pun menambah “koleksi” yang diberikan warganet usai me-roasting sejumlah figur publik lainnya, seperti Fadli Zon dan Susi Pudjiastuti.

    Roasting sendiri adalah serangkaian candaan yang dilontarkan oleh pelawak dengan tujuan meledek dan menertawakan penonton atau orang lain yang dijadikan sasarannya.

    “Waktu roasting Pak Fadli Zon, aku disebut buzzer. Waktu roasting Bu Susi dan jajaran menteri, aku dibilang kampret, dan waktu nyanyi ‘welcome to Indonesia’ aku dikatain kadrun”, cuit Kiky dalam akun Twitter pribadinya @kikysaputrii pada Kamis (11/11/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Kemudian waktu roasting Pak Anies, aku dikatain cebong. Jadi sebenarnya, siapakah aku?” sambung Kiky.

    Seperti diketahui, istilah cebong, kampret, dan kadrun muncul di media sosial sejak beberapa tahun silam atau tepatnya ketika pemilihan umum. Istilah-istilah tersebut untuk melabeli individu pendukung kelompok tertentu. Meski Pemilu sudah berakhir, tapi istilah tersebut masih sangat sering digunakan untuk melabeli orang lain dalam situasi tertentu di media sosial.

    Sebelumnya, Kiky me-roasting Anies dalam acara “Lapor Pak” yang tayang di Trans7, Selasa (9/11/21) malam. Dalam roasting tersebut, Kiky sempat melontarkan berbagai candaan terhadap Anies. Salah satunya saat Kiky memuji Anies, tapi malah menyapanya dengan sebutan Ahok.

    “Kita kedatangan tamu yang luar biasa, seorang gubernur, dan sosok pemimpin hebat. Tepuk tangan dong buat Pak Ahok,” ucap Kiky yang langsung memicu tawa.

    Kemudian Kiky juga menyindir Anies terkait pelaksanaan Formula E dan banjir di Jakarta. Kiky menyatakan selama ini orang-orang salah menghujat Anies karena masalah banjir.

    “Banjir Pak Anies salah, banjir Pak Anies salah, sampai Pak Anies kesal dan beliau membuat pernyataan, banjir bisa surut satu hari dan hujan bisa dikendalikan. Sekarang saya tahu, Pak Anies ini bukan Gubernur, tapi avatar pengendali air,” kata Kiky.

    Sementara itu, Anies mengaku puas setelah mendapat roasting dari Kiky. Anies menyampaikan hal itu melalui cuitan pada Rabu (10/11/21).
    “Puas! Sering-sering juga boleh”, terangnya.