Tag: IPSI

  • IPSI Dorong Prabowo Kebut Terbitkan Inpres untuk Percepat Pencak Silat Masuk Olimpiade

    IPSI Dorong Prabowo Kebut Terbitkan Inpres untuk Percepat Pencak Silat Masuk Olimpiade

    TIKTAK.ID – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) mendorong Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres), untuk mempercepat langkah menuju Olimpiade 2028.

    Langkah strategis tersebut mencuat dalam rangkaian Pra-Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (10/4/26). Penerbitan Inpres tersebut dianggap merupakan kunci utama dalam menggalang kekuatan diplomasi lintas sektoral, sehingga pencak silat bisa dipertandingkan secara global.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, sampai saat ini pencak silat tercatat belum masuk ke dalam daftar cabang olahraga yang dilombakan di level Olimpiade. Bahkan dalam ajang multievent tingkat benua, cabang olahraga tersebut masih belum terdaftar secara permanen di Asian Games, kecuali ketika Indonesia menjadi tuan rumah pada gelaran Asian Games 2018 lalu.

    Baca juga : Koalisi Sipil Gelar Aksi Solidaritas Susuri TKP Teror Air Keras Andrie Yunus

    Lewat Inpres tersebut, Pemerintah diharapkan mampu melakukan lobi-lobi intensif agar pencak silat mampu menembus persyaratan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat benua hingga global. Adapun target jangka pendek yang dibidik PB IPSI yakni memastikan pencak silat dapat masuk dalam kategori ekshibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028.

    Selain itu, keberadaan Inpres ini nantinya diharapkan bisa mengintegrasikan peran berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, hingga kementerian terkait lainnya, demi menciptakan sinergi yang kuat dalam program menuju Olimpiade.

    Menurut Sekretaris Panitia Pengarah (SC) sekaligus Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Munas IPSI, Bayu Syahjohan, usulan ini menjadi pembahasan utama ke meja Munas.

    Baca juga : BNN Minta Vape Dilarang usai Marak Disalahgunakan Jadi Alat Konsumsi Narkoba

    “Dalam pembahasan hari ini, kami memintakan usulan Inpres kepada Bapak Prabowo selaku Ketua Umum. Usulan dalam Munas ini adalah Inpres terkait bagaimana peta menuju Olimpiade nanti, agar ada sinergi antara departemen-departemen berkompeten di Indonesia,” ungkap Bayu Syahjohan.

    “Termasuk KOI, Kementerian Luar Negeri, Pariwisata, serta kementerian lainnya yang bisa mendukung agar target ini bisa tercapai. Alhamdulillah, kini di lingkup global kita sudah punya federasi pencak silat di 83 negara yang tersebar di lima benua,” imbuhnya.

    Walaupun sudah tersebar di 83 negara, PB IPSI mengakui masih ada kendala administratif di level internasional. Pasalnya, belum semua federasi di negara-negara itu mendaftarkan diri ke komite Olimpiade di masing-masing negara, yang merupakan salah satu syarat mutlak supaya sebuah cabang olahraga dapat diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).

  • IPSI Ungkap Indikasi Kecurangan SEA Games Pencak Silat

    IPSI Ungkap Indikasi Kecurangan SEA Games Pencak Silat

    TIKTAK.ID – Wakil Sekjen Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Bayu Syahjohan mengatakan bahwa terdapat indikasi menjegal pesilat-pesilat Indonesia dalam ajang SEA Games 2021.

    Untuk diketahui, tim pencak silat Indonesia telah gagal memenuhi target empat emas yang ditetapkan untuk SEA Games 2021. Tim pencak silat hanya dapat merebut 1 emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

    Bayu menyebut ada faktor nonteknis terkait fairplay. Sebab, kata Bayu, Indonesia merasa ada kolaborasi antarnegara peserta untuk menjegal pesilat Indonesia.

    “Ada wasit yang berbicara ke saya, dan meminta saya untuk tenang karena mereka memastikan bersikap netral terhadap Indonesia. Artinya memang ada komunikasi itu, untuk menjegal Indonesia,” ujar Bayu, seperti dikutip CNN Indonesia dari Antara.

    Kemudian Bayu mencontohkan momen indikasi kecurangan. Bayu memaparkan, kecurangan pertama yakni saat Puspa Arum Sari turun di nomor seni tunggal putri.

    “Puspa itu nyata-nyatanya tak ada lawan di tunggal putri. Lawan Filipina di final, bila dilihat videonya, jelas kalau lawan itu tidak ada kekuatan. Bahkan dia seperti anak TK yang melawan anak SMA. Namun ini subjektifitas penilaian saya,” ucap Bayu.

    Lantas Bayu menyatakan kalau pihaknya telah bergerak melancarkan protes langsung terkait ketidakadilan yang dia rasakan. Dia pun mengaku melakukan hal itu saat melihat pertandingan Iqbal Chandra Pratama, peraih emas Asian Games 2018.

    Bayu menjelaskan, Iqbal sudah memimpin 20 angka atas lawan, tetapi bisa tersusul tanpa lawan. Padahal, Bayu menilai Iqbal tidak melakukan gerakan berarti.

    “Mengenai pertandingan Iqbal ini kami sudah protes. Namun ternyata hasilnya tidak bisa dianulir,” terang Bayu.

    Selain itu, Bayu menyoroti Hanifan Yudani Kusumah, peraih emas di Asian Games 2018, yang kalah di babak penyisihan. Bayu mengklaim bahwa Hanifan telah dirugikan oleh keputusan juri.

    Kemudian Bayu menyinggung pengurangan 10 poin yang dialami oleh Mustakim ketika tampil di kelas B putra. Bayu menganggap pelanggaran yang dilakukan oleh Mustakim tidak tergolong berat. Mestinya, kata Bayu, Mustakim hanya perlu dikurangi lima poin.