Tag: Hidup Sehat

  • Hentikan Kebiasaan ini Saat Sudah Masuki Usia 50 Tahun

    Hentikan Kebiasaan ini Saat Sudah Masuki Usia 50 Tahun

    TIKTAK.ID – Saat menua, tubuh tidak sama seperti masa muda. Anda pun harus mengakui hal itu untuk menghindari penyakit dan bisa hidup sehat. Untuk itu, Anda perlu mengubah beberapa kebiasaan buruk.

    Seperti dikutip Tempo.co dari eatthis, berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang harus dihentikan setelah memasuki usia 50.

    Merokok
    Merokok buruk bagi kesehatan dan lebih berbahaya jika sudah memasuki usia 50. Merokok bisa berdampak buruk pada paru-paru dan kesehatan, akibat sistem kekebalan tubuh mulai turun.

    “Seiring bertambahnya usia, maka kekebalan tubuh mulai menurun,” ujar Dr. Amaan Malbari.

    Sering minum obat
    Umumnya saat orang mulai menua, memiliki pola pikir bahwa pengobatan wajib karena mereka semakin tua. Namun pola pikir tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi lain.

    “Ketika mengalami sakit kepala ringan, nyeri sendi yang normal tanpa bantuan obat-obatan, mereka merasa wajib minum obat untuk setiap masalah kesehatan. Namun hal itu bisa menjadi masalah, sehingga orang di atas 50 tahun harus menghindari pola pikir ini,” terang Malbari.

    Mengabaikan masalah kesehatan
    Sebaiknya jangan mengabaikan sakit gigi, nyeri sendi, sakit kepala, atau batuk dan paru-paru. Sebab, sejumlah masalah kecil mungkin berubah menjadi situasi yang rumit saat mulai menua. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan diagnosis yang tepat.

    Tidur tidak teratur
    Tidur merupakan aktivitas terpenting yang harus dilakukan tepat waktu, terutama jika sudah berusia 50 tahun. Pasalnya, ketika mulai menua, tubuh akan lebih cepat letih dan lelah, sehingga wajib tidur dan bangun pada waktu tertentu.

    Malas berolahraga
    Olahraga sangat penting jika ingin memiliki masa tua yang sehat. Rutin berolahraga akan membantu mencegah penyakit, meningkatkan kemampuan secara keseluruhan, dan memiliki banyak manfaat mental juga.

    Salah satu alasan besar olahraga sangat penting yaitu seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi lebih rentan terhadap perilaku kurang bergerak. Dengan bertambahnya usia, biasanya otot mulai melemah, atau yang dikenal sebagai sarkopenia. Hal itu membuat tubuh tidak dapat melakukan aktivitas seperti dulu.

    Bertingkah sok muda
    Memasuki usia 50, aliran darah sudah mulai berkurang. Umumnya, wanita mencapai masa menopause dan pria mengalami penurunan testosteron secara bertahap. Hal itu menyebabkan tubuh mengalami perubahan. Anda sudah tidak bisa melakukan apa yang biasa dilakukan pada usia 20 dan hal itu berarti tubuh juga tidak bisa dipaksa untuk melakukannya.

  • Tips Jaga Nafsu Makan Agar Tubuh Tetap Sehat Saat Pandemi

    Tips Jaga Nafsu Makan Agar Tubuh Tetap Sehat Saat Pandemi

    TIKTAK.ID – Kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) menuntut masyarakat menjaga tubuh tetap sehat dan prima agar dapat terhindar dari risiko penularan virus. Untuk itu, Anda perlu menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan yang baik serta nutrisi yang tepat untuk tubuh.

    Namun ada kalanya Anda merasa tak lapar, malas, atau kehilangan nafsu makan karena berbagai alasan. Menurunnya nafsu makan ini biasanya akibat pengaruh konsumsi obat, stres, atau berbagai alasan lain yang membuat Anda enggan untuk mengonsumsi asupan bergizi.

    Seperti dikutip detik.com dari WebMD, berikut ini sejumlah cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga nafsu makan.

    1. Makan Sedikit dengan Frekuensi Lebih Banyak
      Sejumlah orang mungkin menganggap makan dalam porsi kecil dan sering, lebih menarik daripada makan tiga kali lebih banyak. Sebab, konsumsi makanan dalam porsi kecil cenderung lebih mudah disiapkan dan tak lantas membuat Anda kewalahan untuk menghabiskannya.

    Tidak masalah bagi Anda yang memang lebih suka makan dalam porsi kecil, selama kebutuhan asupan nutrisi Anda dapat terpenuhi.

    Camilan dengan bahan-bahan sehat yang rendah kalori dan lemak pun bisa menjadi solusi untuk Anda menjaga nafsu makan tanpa harus makan besar.

    1. Menghindari Terlalu Banyak Konsumsi Minuman
      Memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh memang penting bagi kesehatan, karena mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Meski begitu, Anda juga perlu mengontrol konsumsi minuman untuk menjaga nafsu makan.

    Terlalu banyak konsumsi minuman, akan membuat Anda merasa kekenyangan, padahal kandungan yang ada dalam minuman umumnya tak terlalu padat nutrisi.

    1. Memilih Makanan Kaya Nutrisi
      Biasanya saat memiliki aktivitas yang padat, orang akan lebih memilih makanan siap saji atau makanan instan sebagai solusi mengisi perut.

    Akan tetapi, Anda perlu menjaga nafsu makan Anda pada makanan jenis ini dan menggantinya dengan makanan kaya nutrisi untuk membuat tubuh tetap sehat.

    Selain itu, sesuaikan jenis makanan yang Anda pilih dengan beban aktivitas Anda untuk membuat energi tubuh tetap terjaga.

    1. Berolahraga
      Kegiatan olahraga ringan hingga sedang bisa membantu meningkatkan nafsu makan. Berolahraga juga bisa membantu melancarkan pencernaan.
  • Lakukan 3 Cara ini Agar Tak Tertular Virus Hepatitis A

    Lakukan 3 Cara ini Agar Tak Tertular Virus Hepatitis A

    TIKTAK.ID – Infeksi virus saat ini menjadi momok menakutkan, terutama virus yang bisa menimbulkan penyakit hepatitis A. Yakni salah satu jenis penyakit peradangan pada organ hati. Saat terserang virus hepatitis A, seseorang akan mengalami gangguan pada kerja hati.

    Seperti diketahui, penyakit jenis ini banyak ditemukan di sejumlah negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Hal ini karena penyakit tersebut berasal dari virus, sehingga penularannya menjadi sangat mudah.

    Maka dari itu, agar tak terkena penyakit tersebut, maka kita perlu paham dan terapkan 3 hal berikut:

    1. Biasakan Hidup Bersih dan Sehat
    Makanan dan minuman yang Anda konsumsi setiap hari harus dalam kondisi higienis. Bahkan, Anda juga harus bisa memastikan bahwa makanan atau minuman tersebut tidak terkontaminasi virus hepatitis A. Hal ini karena siapa pun bisa tertular penyakit tersebut karena menelan, salah satunya air yang tidak diolah dengan baik.

    Baca juga: Jangan Bilang ‘Jangan’ Kepada Si Kecil Ya, Ganti dengan 7 Kalimat Baik ini Agar Hatinya Tak Luka

    Dokter Spesialis Anak, dr. Nina Dwi Putri, Sp. A-K, Msc mengatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengonsumsi makanan adalah hal yang wajib dilakukan.

    2. Jaga Kebersihan Lingkungan
    Menjaga kebersihan lingkungan merupakan upaya yang harus Anda lakukan dalam menghindari virus hepatitis A itu. Anda perlu menjaga kebersihan sanitasi, mencegah bersentuhan langsung dengan kotoran atau limbah yang berbahaya. Hal ini karena penyebaran virus hepatitis A melalui udara, limbah, dan air. Maka dari itu, Anda harus bisa memperhatikan kebersihan lingkungan dan pembuangan limbah di sekitar Anda.

    3. Lakukan Vaksinasi
    Vaksinasi menjadi salah satu upaya yang efektif dan bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit serta terhindar dari penyakit infeksi virus tersebut. Tidak sedikit orang sadar bahwa vaksinasi merupakan hal yang penting untuk memberikan perlindungan pada kesehatan tubuh.

    Baca juga: 7 Tanda Awal Masa Kehamilan yang ‘Misterius’ Bagi Sebagian Orang

    Vaksinasi sendiri bisa dilakukan kepada anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. Vaksin hepatitis A tersebut akan memberikan kekebalan spesifik pada infeksi virus.

    Direktur Pelayanan Sekunder dan Unggulan Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. dr. Sukamto, Sp.PD, K-AI mengatakan vaksin ini dapat memberikan perlindungan jangka panjang.

  • Begini Dampak Rutin Berolahraga terhadap Kesehatan Otak

    Begini Dampak Rutin Berolahraga terhadap Kesehatan Otak

    TIKTAK.ID – Dengan rutin melakukan olahraga, tubuh kita akan menjadi sehat dan bugar. Bahkan olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh saja, melainkan juga otak.

    Seperti diketahui, melakukan aktivitas fisik ternyata bisa memicu otak mengeluarkan zat kimia yang membantu kita menjadi lebih santai dan rileks. Selain itu, olahraga juga bisa menurunkan stres dan ketegangan pada otak kita.

    Dikutip dari Medical Daily, sebuah penelitian baru di Northwestern University, Illinois menjelaskan tentang manfaat olahraga pada otak. Seseorang yang kerap melakukan olahraga cenderung lebih pendiam dan mempunyai sistem saraf lebih sehat. Selain itu, olahraga juga bisa meningkatkan seseorang agar fokus pada saat stres. Hal tersebut diketahui setelah dibandingkan dengan beberapa orang yang kurang atletis.

    Baca juga: Konsumsi 2 Buah Apel Sehari Bantu Turunkan Kolesterol dalam Tubuh

    “Menurut kami, terdapat efek olahraga yang berdampak pada bagian otak dan bertanggungjawab dalam membatasi perhatian. Terutama pada prefrontal cortex dan saluran dopamin,” kata neuropsikolog dari Johns Hopkins All Childrens Hospital, Danielle Ransom.

    “Penelitian itu menunjukkan bahwa peningkatan kognitif secara keseluruhan dan performa akademis pada anak-anak yang bermain, berolahraga, atau beraktivitas lain selama tiga hari. Atau paling tidak selama 20 menit selama seminggu. Hal ini bisa membuat mood Anda meningkat dan rasa percaya diri muncul dikarenakan aktivitas tersebut. Sebab, olahraga juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sosial,” imbuh Danielle Ransom.

    Halaman selanjutnya…