Tag: Depok

  • Sindir Kaesang, Buni Yani: Pemimpin Depok Harus Saleh dan Bukan Plonga-plongo

    Sindir Kaesang, Buni Yani: Pemimpin Depok Harus Saleh dan Bukan Plonga-plongo

    TIKTAK.ID – Belakangan ini sosok Buni Yani kembali membuat ramai media sosial. Pria yang sempat menjadi sorotan saat kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu kini membuat komentar mengenai calon pemimpin kota Depok ke depan.

    Melalui akun Twitter-nya, Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani mengatakan bahwa sosok Wali Kota Depok harus merupakan orang yang saleh. Dia menilai orang nomor satu di daerah penyangga Ibu Kota tersebut harus mengerti visi-misi Kota Depok.

    “Kota Depok harus dipimipin oleh Walkot yang soleh dan mengerti masalah Depok. Bukan oleh manusia plonga-plongo yang tak mengerti visi-misi Kota Depok,” ungkap Buni Yani di media sosial Twitter, pada Senin (19/6/23), seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Puan Buka Suara Soal Naik Haji Bareng Anies Baswedan

    Kemudian Buni Yani yang mengeklaim dirinya sebagai warga Depok menegaskan bahwa masyarakat harus punya harga diri untuk memilih sosok yang memiliki kemampuan.

    “Warga Depok harus punya harga diri dan memilih pemimpin yang memang mampu,” tutur Buni Yani.

    Pernyataan Buni Yani itu pun mendapat ratusan tanggapan dari warganet. Ada yang mengkritisi pernyataan Buni, namun ada pula yang setuju.

    “Terus selama 20 tahun dipimpin oleh walkot saleh yang mengerti masalah Depok. Depok sudah menjadi apa Bun? Sudah bener pinter warga depok, enggak mau dengerin orang ini,” cuit salah seorang warganet.

    Baca juga : Nilai Pertemuan Puan-AHY Positif, Pengamat: Bisa Ciptakan Suasana Politik Damai

    Ada warganet yang menyampaikan isu Buni akan maju di Pilkada Kota Depok. Cara-cara Buni itu pun dianggap tidak akan membuat generasi muda tertarik.

    “Mau nyalon Walkot kok ujug-ujug menyerang sesama calon. Cara-cara begini hanya menjual kegaduhan. Gen milenial di bawah 30 tahun dan Gen Z tidak tertarik dengan cara-cara ini. Ayo perkenalkan diri, tunjukkan visi misi memajukan Depok, pasang baliho, partai pengusung mempromosikan dengan gaya masa kini,” timpal warganet lain.

    Sementara itu, beberapa warganet membenarkan kalau Depok perlu perubahan. Warga dinilai perlu memilih pemimpin yang bisa membawa hal baru di Depok.

    Baca juga : PAN Respons Gembira Sinyal Jokowi Duetkan Prabowo-Erick Thohir di Pilpres 2024

    “Setuju, jangan malah seperti periode-periode yang lalu ini. Betul demikian ya? Pilih yang memiliki potensi bawa kebaruan dan kemajuan Kota Depok. Pun biarlah partai lain yang bergantian memimpin kota Depok dengan segala kesegarannya. Salam juga dari warga Depok,” kata warganet.

    Perlu diketahui, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, berniat untuk maju di Pilkada Depok. Salah satu partai yang telah mengumumkan mendukung Kaesang adalah PSI.

  • Soal Kaesang Maju Pilwalkot Depok, Jokowi: Tugas Orang Tua Itu Merestui dan Mendoakan

    Soal Kaesang Maju Pilwalkot Depok, Jokowi: Tugas Orang Tua Itu Merestui dan Mendoakan

    TIKTAK.ID – Wacana Kaesang Pangarep untuk maju berkontestasi dalam ajang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Depok 2024 terus bergulir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sudah memberikan restu kepada putra bungsunya berkompetisi menjadi orang nomor satu di Kota Depok. Jokowi pun mengaku membebaskan Kaesang untuk memilih jalan hidupnya.

    “Tugasnya orang tua adalah merestui dan mendoakan,” ujar Jokowi saat ditanya soal rencana Kaesang yang siap maju di Pilwakot Depok 2024, pada Rabu (14/6/23), seperti dilansir Republika.id.

    Menurut Jokowi, saat ini Kaesang sudah punya keluarga sendiri. Untuk itu, dia menilai Kaesang memiliki tanggung jawab atas pilihannya tersebut.

    Baca juga : Resmi Gabung PPP, Sandiaga Ngaku Curhat ke Jokowi Sebelum Pindah Partai

    “Saya itu terbiasa ya. Terbiasa kalau yang namanya anak sudah berkeluarga, saya punya anak sudah berkeluarga, maka tanggung jawabnya sudah di mereka,” terang Jokowi.

    Meski begitu, jika ditanya soal keinginan Kaesang tersebut, ia bakal memberikan saran-sarannya. Begitu pula sebaliknya, kata Jokowi, bila Kaesang tidak meminta saran kepadanya, dia pun tidak akan memberikan saran kepada putranya itu.

    “Kalau saya ditanya, saya pasti akan memberikan saran. Namun jika tidak ditanya, saya pasti tidak memberikan saran. Jadi tanyakan langsung ke Kaesang,” tutur Jokowi.

    Baca juga : Partai Ummat Alihkan Dukungan ke Prabowo Jika Anies Batal Nyapres

    Untuk diketahui, Kaesang mendeklarasikan diri maju Pilkada Depok pada 2024. Dia mengumumkan hal itu lewat akun Twitter Sang Menang @kaesang_id, pada akhir pekan lalu.

    “Saya Kaesang Pangarep. Saya sudah memperoleh izin dan restu dari keluarga saya. Insya Allah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama”, tulisnya.

    Sementara itu, Wali Kota Solo yang juga kakak kandung Kaesang, Gibran Rakabuming Raka mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Kaesang. Ia juga tidak takut dinilai publik bahwa keluarganya membangun dinasti politik. Dia menegaskan bahwa siapapun berhak mencalonkan diri sebagai pemimpin. Dia menyatakan keputusan untuk memilih atau tidak memilih tetap berada di tangan masyarakat.

    Baca juga : Eks Politikus NasDem: Anies Sedang Disandera oleh 3 Partai Pendukungnya

    “Intine nek nggak seneng (kalau tidak senang), enggak suka Kaesang, enggak usah dipilih. Tidak ada kewajiban kok untuk milih Kaesang,” ucap Gibran.

    Lebih lanjut, saat ditanya apakah pihak keluarga sudah merestui niat Kaesang maju Pilwalkot Depok, Gibran menganggap idealnya restu itu dari warga setempat.

    “Ya idealnya yang merestui itu bukan saya, melainkan warganya, karena yang namanya restu itu dari warga, ya warga setempat, masyarakat setempat,” jelas Gibran.

  • Kaesang Muncul Bareng Giring Pakai Kaos PSI, Isu Maju Cawalkot Depok Kian Santer

    Kaesang Muncul Bareng Giring Pakai Kaos PSI, Isu Maju Cawalkot Depok Kian Santer

    TIKTAK.ID – Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha telah bertemu dengan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Hal itu diketahui dalam unggahan terbaru Giring di akun Twitter @Giring_Ganesha pada Kamis (8/6/23).

    Pertemuan itu pun diduga untuk membahas Pemilihan wali Kota Depok, karena PSI sempat menyatakan bakal mengusung Kaesang untuk memimpin kota Depok dari kalangan muda.

    Akan tetapi, jika diperhatikan saksama pada foto yang diunggah Giring, dia hadir sebagai bintang tamu dalam saluran YouTube milik Kaesang. Terlepas dari itu, keduanya mengenakan kaos yang menjadi perhatian publik.

    Baca juga : Desak Pihak Lain Tak Cawe-Cawe Tentukan Cawapres, Relawan: Biar Anies yang Tentukan

    “Biasanya orang-orang biasa yang biasa-biasa saja, ngobrol biasa itu biasa. Tapi kalau keduanya bisa-bisanya pakai kaos biasa dari partai biasa yang isinya orang-orang biasa, tentu bisa jadi luar biasa biasa,” cuit Giring melalui akun Twitter terverifikasinya menyertai fotonya bersama Kaesang, seperti dilansir Republika.co.id di Jakarta pada Kamis.

    Sementara itu dalam unggahan di Twitter resminya, PSI menyampaikan pernyataan yang membuat penasaran warganet. PSI juga meminta warganet untuk ikut menebak apa topik yang dibahas oleh kedua sosok tersebut.

    “Jeng jeng! Ada apa ini MasBro @kaesangp dengan Bro Ketum @Giring_Ganesha? Dengar-dengar, mereka berdua asyik membahas sejumlah topik seru, yang menggemparkan! Nah coba kirim tebakan kamu kira-kira topiknya apa? Quote Tweet ini yah”, tulis DPP PSI di Twitter @psi_id.

    Baca juga : Yakin DPR Tak Penuhi Permintaan Denny Indrayana Agar Periksa Jokowi, PPP: Kegenitan Politik

    Warganet lantas menebak bahwa keduanya tengah membicarakan perihal Pilwalkot Depok. Pasalnya, Kaesang memakai kaos bertuliskan, “PSI partainya orang biasa-biasa dan bukan siapa-siapa”.

    “Tentunya bukan sekedar diskusi, melainkan peneguhan sikap sebagai bakal calon Wali Kota Depok,” terang warganet berkomentar melalui akun Twitter @Opiniku****.

    “Kata-kata di kaosnya itu: menggugah, terasa membumi. Jadi penasaran siapa copywriter di balik kalimat tersebut,” timpal akun Twitter @zoelfick.

    Baca juga : Denny Indrayana Sebut Jokowi Sudah Layak Jalani Pemeriksaan Pemakzulan oleh DPR, Sebab Apa?

    “Cocok sekali. Gas lah gabung hehehe,” jelas komentar akun twitter @ikhsan_and***.

    Di sisi lain, Ketua DPP PSI, Sigit Widodo pun menggoda Kaesang dengan isu putra Presiden RI Joko Widodo tersebut menjadi Wali Kota Depok.

    “Hari ini Ketua Umum PSI, Bro Giring Ganesha, bertemu dengan Mas Kaesang. Bajunya Mas Kaesang keren, sudah cocok menjadi wali kota,” ungkap Sigit di Twitter @sigitwid dengan foto Kaesang berpakaian kemeja putih dan peci serta dasi rapi.

  • Dirayu Puan Masuk PDIP, Kaesang Berpeluang Maju Pilkada Depok

    Dirayu Puan Masuk PDIP, Kaesang Berpeluang Maju Pilkada Depok

    TIKTAK.ID – Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengaku bakal mencoba merayu putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, untuk gabung bersama PDIP. Dia menyebut partai banteng itu tengah mempertimbangkan Kaesang untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2024.

    “Tapi nanti saya tanya kepada Mas Kaesang, berminat atau enggak untuk masuk ke dalam PDI Perjuangan,” ujar Puan saat konferensi Pers di Sekolah Partai DPP PDIP, pada Selasa (6/6/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Puan menjelaskan bahwa tawaran tersebut bermula dari ramainya dukungan kepada Kaesang. Salah satunya datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berencana menyokong Kaesang dalam Pilkada Kota Depok. Terlebih, Kaesang sempat menyampaikan ketertarikannya terjun ke dalam dunia politik.

    Baca juga : PDIP Godok 10 Nama Bursa Cawapres Ganjar, Puan: Ada Pak AHY

    “Untuk Mas Kaesang boleh juga ya di Depok,” ucap Puan.

    Kemudian Puan mengeklaim partainya bakal mempertimbangkan pencalonan Kaesang.

    “PDI Perjuangan akan mempertimbangkan, kan Pilkadanya masih 2024,” imbuhnya.

    Tak hanya PDIP yang melirik eksistensi enterpreneur muda ini, DPD PSI Kota Depok bahkan telah memasang billboard bergambarkan wajah Kaesang Pangarep di Jalan Margonda, Depok, mengarah ke Balai Kota. Poster berukuran besar tersebut memuat foto Kaesang yang mengenakan kemeja putih sambil memegang sekuntum mawar merah.

    Baca juga : Soal Dukungan Jokowi ke Prabowo, PDIP: Itu Cuma Persepsi Publik

    Terdapat pula tulisan “PSI Menang, Walikota Kaesang” yang mengisyaratkan dukungan PSI supaya adik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tersebut maju sebagai calon Wali Kota Depok.

    Sebelumnya, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, Oparis Simanjuntak menyebut Kaesang Pangarep sudah memberikan sinyal untuk terjun di Pilkada Depok. Oparis menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan anggota DPRD Solo yang sudah berbicara langsung kepada Kaesang terkait pencalonan sebagai Wali Kota Depok.

    “Hingga sejauh ini beliau sudah tertarik,” ungkap Oparis di Depok, pada Kamis (1/6/23).

    Baca juga : Soal AHY Kandidat Cawapres Ganjar, Demokrat: Tetap Bersama Anies

    PSI pun tampak mengganti foto Kaesang di billboard yang sebelumnya sedang memegang mawar dengan tangan bersetangkup di depan dada.

    “Itu merupakan tanda-tanda kalau dia bersedia mau maju di Kota Depok,” terang Oparis.

    Lebih lanjut, Oparis mempersilakan siapa saja untuk mengartikan gimik yang dilakukan Kaesang sebagai bagian dari niatan maju di Pilkada Depok.

  • Polisi Belum Periksa Munarman Soal Temuan Benda Mencurigakan di Depok

    Polisi Belum Periksa Munarman Soal Temuan Benda Mencurigakan di Depok

    TIKTAK.ID – Polisi menyatakan masih belum berencana memanggil mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman terkait temuan benda mencurigakan bertuliskan “FPI Munarman” beberapa waktu lalu di Depok.

    Menurut Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar, tulisan itu bisa saja ditulis oleh selain Munarman.

    “Kayaknya belum sampai ke sana, karena bisa saja ditulis siapa saja, dan belum tentu yang bersangkutan langsung ditulis ada kaitannya dengan benda tersebut,” ujar Imran kepada wartawan, Kamis (8/4/21), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Imran mengatakan mengenai temuan itu, hingga sejauh ini sudah ada empat orang saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik. Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan para saksi tersebut, hampir semuanya mengaku tidak ada yang melihat siapa orang yang meletakkan benda berbentuk kotak itu.

    “Memang dari keterangannya itu tidak ada yang melihat. Kita tahu sendiri kalau lokasinya juga di pinggir sungai. Di sana tidak ada lampu apalagi CCTV, jalannya juga kecil,” terang Imran.

    Lebih lanjut, terkait isi dari benda mencurigakan tersebut, Imran mengklaim masih belum memperoleh informasi lanjutan dari Tim Gegana.

    “Ini yang belum kita dapatkan dari Tim Gegana,” tutur Imran.

    Sebelumnya, terdapat sebuah benda mencurigakan bertuliskan “FPI Munarman” yang ditemukan di warung daerah Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (4/4/21) malam. Benda mencurigakan itu yakni sebuah kaleng yang dibungkus menggunakan kertas. Saat penemuan, Tim Gegana pun segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

    Di sisi lain, Munarman menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan benda mencurigakan bertuliskan “FPI Munarman”.

    “Goblok sekali kalau ada orang mau meneror tapi menuliskan namanya sendiri,” ucap Munarman, Senin (5/4/21).

    Lantas Munarman meminta agar tidak ada pihak yang mengembangkan temuan itu menjadi fitnah terhadap dirinya. Ia menilai lebih baik kepolisian berfokus menuntaskan penyidikan perkara dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) terhadap 6 Laskar FPI saat bentrok dengan polisi di Jalan tol Jakarta-Cikampek.

    “Sudahlah, berhenti memfitnah orang. Pertanggungjawabkan saja pembantaian 6 orang yang dibunuh di KM50. Ini nanti di akhirat akan menjadi persoalan besar bagi para pembunuhnya,” imbuhnya.

  • Anies Kambing Hitamkan Limpahan Air Bogor dan Depok Jadi Penyebab Banjir DKI

    Anies Kambing Hitamkan Limpahan Air Bogor dan Depok Jadi Penyebab Banjir DKI

    TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyatakan bahwa banjir yang terjadi di Jakarta salah satunya disebabkan oleh limpahan air dari Bogor dan Depok.

    Banjir diketahui menggenangi sejumlah daerah Jakarta sejak Sabtu (20/2/21) pagi. Bahkan hingga siang, banjir di sejumlah titik tidak kunjung surut.

    “Satu sisi adalah alirannya limpahan. Kalau teman-teman lihat di bawah, catatan bahwa air kiriman dari kawasan hulu, dan dari kawasan tengah, kawasan hulu itu kawasan Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok, itu sekarang dalam perjalanan ke Jakarta,” ujar Anies di Pintu Air Manggarai, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu (20/2/21).

    Baca juga : Fakta Kesahajaan dan Kedermawanan FX Soedanto, ‘Dokter Seribu Rupiah’ Asal Kebumen di Jayapura

    “Dalam perjalanan ke Jakarta itu tentu bisa berdampak pada kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya,” lanjut Anies.

    Sebelumnya, Anies telah menargetkan agar banjir Jakarta surut dalam waktu enam jam. Akan tetapi, Anies menilai baik aliran sungai yang surut hingga hujan berhenti harus berjalan bersamaan. Menurutnya, target surut dalam waktu enam jam mulai dihitung usai air di sungai surut atau setelah hujan berhenti.

    “Jadi kita enam jam sesudah airnya surut di sungai, akan kembali normal, atau enam jam sesudah hujannya berhenti. Nah, yang terjadi yakni hujannya berhenti, namun aliran dari hulu masih tetap jalan. Hal itu menyebabkan kendala tersendiri,” tutur Anies.

    Baca juga : Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Dampingi Din Syamsudin Perkarakan GAR ITB yang Menuduhnya Radikal

    Perlu diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah melaporkan bahwa sebanyak 193 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan, Timur, dan Barat, terendam banjir pada Sabtu (20/2/21) hingga pukul 06.00 WIB. Banjir tersebut usai hujan merata sejak tengah malam tadi.

    Kemudian Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto mengatakan ada sebanyak 29 RW, yang terdiri dari 44 RT, terendam di Jakarta Selatan dengan ketinggian mencapai 40-150 sentimeter. Terdapat pula pengungsi sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 19 jiwa.

    Sementara itu, di Jakarta Timur, Sabdo memaparkan ada 50 RW, yang terdiri dari 143 RT, terendam dengan ketinggian hingga 40-180 sentimeter, serta 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Di Jakarta Barat sendiri, sejumlah 4 RW dan 6 RT terendam.