Tag: Curacao

  • Tampil Ciamik, Witan Sulaeman Dapat Pujian dari Pemain Curacao

    Tampil Ciamik, Witan Sulaeman Dapat Pujian dari Pemain Curacao

    TIKTAK.ID – Pemain Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, diketahui mendapat pujian dari pemain Curacao, Gino van Kessel, setelah tampil ciamik di Stadion Pakansari, Bogor, pada Selasa (27/9/22) kemarin.

    Dalam pertandingan tersebut, Witan menjadi salah satu bintang kemenangan Timnas Indonesia, meski dia tidak berhasil mencetak gol. Pemain AS Trencin tersebut berperan untuk gol pertama Timnas Indonesia yang dicetak oleh Dimas Drajad pada menit ketiga. Tembakan jarak jauh Witan yang tak sempurna ditangkap kiper Tyrick Bodak, lalu bisa disambar Dimas untuk membobol gawang Curacao.

    Kemudian Witan juga memberikan assist untuk gol penentu kemenangan yang dijaringkan oleh Dendy Sulistyawan, menjelang babak kedua usai. Secara keseluruhan, penampilan Witan tampak benar-benar memikat di sepanjang pertandingan.

    Performa apik Witan pun mendapat apresiasi dari Van Kessel. Pemain Curacao yang baru masuk di babak kedua tersebut bahkan menyempatkan foto bareng dengan Witan, lalu mengunggah melalui akun Instagram miliknya.

    “Bagus, temanku,” tulis Van Kessel dalam keterangan unggahan. Dia turut menyebutkan akun Instagram Witan.

    Untuk diketahui, kini Van Kessel memiliki status sebagai pemain klub Hungaria, Gyirmot. Sebelumnya, penyerang berusia 29 tersebut sempat tiga kali bolak-balik main di Trencin, yaitu musim 2013/2014 dengan status pinjaman, musim 2015/2016, dan 2019-2020.

    Klub yang bermarkas di Stadion Sihot tersebut memang sudah tidak asing dengan Witan. Pasalnya, pemain asal Palu itu sejak awal musim ini menjadi bagian Trencin dan dikontrak sampai 31 Mei 2024 mendatang.

    Witan sendiri telah tujuh kali bermain bersama Trencin di semua kompetisi. Hingga saat ini, Witan sudah mencetak dua gol yang seluruhnya tercipta dalam ajang Piala Slovakia.

    Sekadar informasi, Timnas Indonesia sukses memperbaiki peringkat, usai mengalahkan Curacao. Sebelum menghadapi Curacao, Indonesia menempati posisi ke-155 ranking FIFA dengan perolehan 1.019,19 poin. Dua kemenangan atas La Familia Azul membuat Indonesia mampu mengumpulkan sebanyak 14,71 poin.

    Setelah itu, dengan adanya tambahan poin FIFA Matchday, Indonesia membukukan 1.033,90 poin. Indonesia kini menduduki posisi 152, mengutip detik.com dari Football-Ranking.

  • Ini Alasan Timnas Indonesia vs Curacao Batal Digelar di JIS

    Ini Alasan Timnas Indonesia vs Curacao Batal Digelar di JIS

    TIKTAK.ID – Jakarta International Stadium (JIS) sempat menjadi calon lokasi pertandingan Timnas Indonesia vs Curacao pada 27 September mendatang. Sebelumnya, PSSI mengatakan JIS bakal menjadi salah satu dari dua stadion yang digunakan saat Timnas Indonesia menjamu Curacao selain Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

    Mulanya, Stadion GBLA akan menjadi lokasi tanding laga pertama Timnas Indonesia vs Curacao pada 24 September. Tiga hari setelahnya, giliran JIS yang menjadi venue duel FIFA Matchday tersebut.

    Akan tetapi, di kemudian hari PSSI dan Mochamad Iriawan mengumumkan Timnas Indonesia akan menjamu Curacao di Stadion GBLA dan Stadion Pakansari, Cibinong. Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) pun ikut keliru saat menyebut Timnas mereka bakal bertemu Skuad Merah Putih di Stadion GBLA dan JIS dalam pengumuman seleksi pemain Rabu (7/9/22).

    Setelah itu, PSSI mengungkap penyebab laga Timnas Indonesia vs Curacao tidak jadi berlangsung di JIS. Seperti dilansir CNN Indonesia dari situs resmi PSSI, berikut ini tiga penyebab Timnas Indonesia vs Curacao batal di JIS:

    1. Infrastruktur Masih Belum 100 Persen Layak

    Hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI mengklaim Stadion JIS masih belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur yang mencakup sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter yang menumpuk di bagian barat dan utara.

    Kemudian concourse (tempat pertemuan orang banyak) di bagian timur disebut-sebut belum bisa dipakai. Perimeter tribune pun perlu pengkajian ulang, mencakup pagar perimeter di bagian bawah concourse yang dinilai tidak kukuh.

    1. Sarana Pendukung Masih Belum Sesuai Standar

    JIS yang punya daya tampung 80 ribu kursi, ternyata hanya dapat menampung sekitar 800 unit kendaraan roda empat. Padahal, ada animo masyarakat berdatangan ke stadion. Pintu masuk stadion juga hanya ada satu, sehingga dikhawatirkan perlu waktu lama jika penonton bersama-sama keluar.

    Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyebut ada bagian plafon yang rendah dan membuat bus yang mengangkut pemain tidak dapat masuk. Menurut Yunus, jika pemain, baik tuan rumah maupun tamu, turun di area umum maka bakal menjadi catatan FIFA karena seharusnya para pemain turun di tempat yang sudah diatur.

    1. Biaya

    Berdasarkan keterangan resmi, PSSI mencantumkan masalah sewa stadion yang tinggi sebagai salah satu alasan batal menggelar laga di JIS.