Tag: Berita Hoax

  • Selena Gomez Desak Mark Zuckenberg Hentikan Berita Hoax di Facebook

    Selena Gomez Desak Mark Zuckenberg Hentikan Berita Hoax di Facebook

    TIKTAK.ID – Penyanyi asal Amerika Serikat, Selena Gomez pada Jumat (18/9/20) malam lalu, mengungkapkan kekesalannya terhadap berita-berita hoax yang beredar di Facebook. Selena meminta agar media sosial tersebut bisa mematikan akun atau grup-grup yang terbukti menyebarkan berita hoax hingga isu rasis.

    “Sejak lama kita duduk bersama. Kita memiliki masalah yang sangat serius, Facebook dan Instagram digunakan untuk menyebarkan kebencian, hoax, hingga rasisme,” tulis Selena, seperti dilansir Detik.com.

    “Aku meminta kalian berdua untuk menyelesaikan masalah penyebaran hoax ini. Tolong matikan grup atau akun-akun yang sering menyebarkan kebencian dan hoax. Masa depan kami bergantung padanya,” imbuh Selena, sambil menyertakan nama Mark Zuckenberg dan Sheryl Sandberg.

    Selena Gomez yang memiliki 193 juta follower di Facebook itu pun menyertakan sebuah foto pesan hoax yang dikirimkan orang ke pesan pribadinya melalui Instagram Stories miliknya.

    Tidak hanya itu, Selena juga mengingatkan para calon pemimpin Amerika Serikat, mengenai betapa pentingnya untuk menghalau kabar hoax mengenai Pemilu dan proses voting. Selena menilai hal itu untuk menghindari perpecahan.

    “Ini merupakan tahun Pemilu, dan kita tak bisa menerima adanya hoax soal proses pemilihan. Seharusnya ada pengecekan fakta dan perhitungan secara cepat, kuharap bisa mendengar pendapat kalian secepatnya,” tutur wanita kelahiran 22 Juli 1992 tersebut.

    Sebelumnya, rekan duet girlband Korea BLACKPINK dalam lagu “Ice Cream” itu juga membuat pernyataan yang menghebohkan. Ia menyatakan bahwa mantan-mantan kekasihnya, menganggap dirinya gila.

    Hal itu terlontar ketika Selena ditanya soal pernikahan dalam sebuah tayangan di YouTube Nikkie Tutorial. Selena menegaskan bahwa ia tidak akan berencana menikah dalam waktu dekat ini.

    “Lelaki itu menambah banyak pekerjaan, bahkan setiap mantan-mantanku menganggap aku gila. Tapi aku tak peduli dengan hal itu,” ucap Selena.

    Selena Gomez sendiri termasuk salah satu penyanyi yang kerap menjadi perbincangan. Tidak hanya asmaranya, tapi juga mengenai apa yang sedang dikerjakannya. Soal musik dan juga tentang dirinya yang kerap menyuarakan suatu isu.

  • Ahok Dikabarkan Positif Terpapar Corona, Benarkah?

    Ahok Dikabarkan Positif Terpapar Corona, Benarkah?

    TIKTAK.ID – Beredar kabar di media sosial yang mengklaim mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Narasi itu diunggah di media sosial Facebook pada Minggu (15/3/20) oleh salah seorang warganet.

    Menanggapi hal itu, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan bahwa narasi tentang Ahok terinfeksi virus Corona adalah HOAKS.

    “Faktanya, klaim bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) positif terinfeksi virus Corona adalah tidak berdasar,” ujar Ditjen Aptika pada keterangan tertulis, seperti dilansir IDNtimes.com, Rabu (19/3/20).

    Ditjen Aptika Kemkominfo juga menjelaskan bahwa tidak ada pernyataan dari otoritas terkait informasi yang mengatakan bahwa Ahok positif virus Corona.

    Baca juga: [CEK HOAKS ATAU FAKTA] Satu lagi Menteri Jokowi Terpapar COVID-19, Menteri Nadiem Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona, Jalani Isolasi Secara Mandiri

    Selain itu, melalui media sosialnya, Ahok masih melakukan aktivitas seperti biasa. Melalui akun @basukibtp, Ahok masih aktif menggunakan media sosial tersebut.

    Pada Senin (16/3/20), atau tepatnya satu hari setelah hoaks tersebut beredar, Ahok mengunggah sebuah gambar imbauan yang berisi info terkait isolasi mandiri ketika menghadapi virus Corona.

    Halaman selanjutnya…

  • (CEK HOAKS ATAU FAKTA): Arahan dan Imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Terkait Virus Corona

    (CEK HOAKS ATAU FAKTA): Arahan dan Imbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Terkait Virus Corona

    TIKTAK.ID – Melalui pesan berantai Whatsapp, sebuah narasi imbauan terkait Covid-19 beredar dengan klaim imbauan tersebut merupakan arahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

    Pasca beredarnya informasi tersebut, pihak terkait (dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta) pun angkat bicara.

    Melalui akun media sosial Facebook resmi milik Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa narasi tersebut adalah TIDAK BENAR alias HOAKS.

    NARASI:
    Disampaikan arahan Gubernur terkait CoviD 19:

    PENCEGAHAN:
    Skenario pembatasan interaksi terkait penyebaran Covic Pemprov DKI Jakarta.

    Baca juga: [Cek Hoaks atau Fakta] Untuk Biayai Ibu Kota Baru, Jokowi Akan Jual Separuh Pulau Kalimantan?

    Langkah2 pembatasan:
    1. Aktivitas sekolah dihentikan atau dibatasi.
    2. Isolasi daerah epicentral.
    3. Larangan pergi ke tempat keramaian.
    4. Pembatalan izin yg sudah dikeluarkan oleh Pemprov dan siapkan prosedur pembatalan.
    5. Penutupan berbagai aktivitas publik.
    6. Pembatasan jam buka restaurant.

    Arahan jangka pendek/langsung:
    1. Tidak ada lagi salam2an.
    2. Laksanakan Ingub 16 Tahun 2020.
    3. Seluruh fasilitas Pemprov harus disediakan sabun cuci tangan dan disinfektan.
    4. HBKB 2 minggu ke depan ditiadakan.
    5. Perketat pembatasan acara2 publik.
    6. Batalkan seluruh acara yg berisiko penyebaran Covid 19.
    7. Semua PNS DKI yg menjalani karantina atau dirawat krn terjangkit atau diduga terjangkit, TKD tidak akan dipotong, dengan beban kerja disesuaikan.

    Baca juga: Bantah Dukung Sandiaga Jadi Ketum Partai, Gerindra Satu Suara Tetap Prabowo

    Daerah dgn potensi Covid 19:
    1. Setia Budi
    2. Pancoran
    3. Mampang
    4. Penjaringan
    5. Kembangan

    PENJELASAN:
    Dengan penjelasan singkat, akun Pemprov DKI Jakarta meminta kepada oknum penyebar untuk menghentikan aksinya tersebut.

    Akun Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa informasi yang diklaim sebagai arahan Gubernur terkait dengan Covid-19 adalah tidak sesuai dengan fakta alias hoaks.

    KESIMPULAN:
    Pesan berantai tersebut mengarah kepada narasi yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.