Tag: aplikasi chat

  • WhatsApp Kembangkan Fitur Komunitas, Admin Grup Lebih Berkuasa

    WhatsApp Kembangkan Fitur Komunitas, Admin Grup Lebih Berkuasa

    TIKTAK.ID – WhatsApp disebut sedang merilis fitur baru bernama Komunitas. Dengan adanya fitur ini, admin akan lebih banyak kekuasaan atas grup.

    Mulanya, fitur ini ditemukan oleh XDA Developers pada Oktober lalu. Namun kini laman WABetaInfo sudah memastikan keberadaan fitur Komunitas itu.

    Seperti dilansir detik.com, WhatsApp dikabarkan masih mengembangkan fitur itu di Android dan iOS. WhatsApp juga telah melakukan pengujian di kalangan internal, sehingga masih belum ditemukan di versi Beta.

    Fitur Komunitas ini membuat admin mampu membuat grup dalam grup. Menurut informasi yang beredar, fitur Komunitas ini akan berguna jika sekelompok orang di dalam grup ingin membicarakan sebuah topik spesifik tanpa harus repot membuat grup baru.

    Contohnya, saat sebuah grup WhatsApp yang berisikan komunitas para gamer, ingin membicarakan topik berdasarkan judul game tertentu. Mereka pun dapat memakai fitur Communities tersebut, sehingga grup dipisahkan menjadi berbagai “kanal”.

    Fitur Komunitas ini pun dapat dibilang serupa dengan fitur kanal alias Channels di Discord. Jadi, sebuah grup WhatsApp bakal serupa dengan server Discord, sedangkan kanal-kanal yang sudah tersedia adalah fitur Communities WhatsApp.

    Kemudian seperti halnya grup WhatsApp, admin juga bisa memakai beragam fitur lainnya atau tools untuk mengelola percakapan yang berlangsung di dalam ruang percakapan itu. Salah satunya yaitu tools untuk mengundang calon “penghuni” ruang Communities lewat tautan atau kode QR, mengutip KompasTekno dari WABetaInfo, Selasa (9/11/21). Namun di luar fitur tersebut, masih belum jelas apa saja tools lainnya yang bisa digunakan oleh para admin Komunitas.

    Lebih lanjut, mengenai sistem keamanannya, WABetaInfo menyatakan bahwa percakapan telah dienkripsi end-to-end.

    Terkait tampilannya, tampak adanya sedikit perubahan dari obrolan grup biasa. Seperti yang ditunjukkan oleh WABetaInfo, ikon komunitas itu bakal berbentuk kotak dengan sudut membulat.

    Sebenarnya format fitur baru ini sudah sempat diaktifkan oleh WhatsApp, tapi kemudian dinonaktifkan lagi pada Oktober.

    Masih belum diketahui kapan WhatsApp bakal meluncurkan fitur barunya ini. Akan tetapi, keberadaan fitur Komunitas ini tentu akan makin memperpendek kesenjangan antara WhatsApp dengan kompetitornya, yaitu Telegram dan Signal, demikian dilansir The Verge, Senin (8/11/21).

  • Lebih Seru Ketimbang WhatsApp dan Telegram, Ayo Install ChatAja, Aplikasi Perpesanan Asli Indonesia

    Lebih Seru Ketimbang WhatsApp dan Telegram, Ayo Install ChatAja, Aplikasi Perpesanan Asli Indonesia

    TIKTAK.ID – Bagi Anda yang mungkin sudah bosan dengan aplikasi perpesanan WhatsApp dan Telegram, atau sekadar ingin merasakan sensasi baru yang dijamin lebih seru ketimbang kedua aplikasi besutan Amerika dan Rusia tersebut, maka tak ada salahnya segera install aplikasi produk asli Indonesia bernama ChatAja.

    Inovasi teknologi digital karya anak bangsa ini dapat dikatakan tak kalah bersaing dengan pelaku global, karena terbukti lebih mudah digunakan dan tak kalah canggih dengan aplikasi yang sudah ada.

    Buktinya, ChatAja memiliki banyak fitur unggulan yang menjadikan aktivitas bertukar pesan lebih seru. Sebagai contoh, fitur stiker di ChatAja lebih banyak pilihan tanpa harus download. Selain itu, terdapat fitur bot builder dan bot API yang dapat digunakan para developer mengembangkan chat bot sendiri di aplikasi ChatAja.

    Baca juga: Dukung Fitur iPhone Masa Depan, Apple Bakal Bikin Antena 5G Sendiri

    Official release aplikasi chat karya anak bangsa ini telah meluncur pada Februari 2020. Bagi pengguna bisa meng-update versi terbaru aplikasi ChatAja di Google Play Store untuk perangkat android atau Apple App Store di perangkat iPhone.

    Kelebihan yang dimiliki aplikasi ChatAja versi official release, yaitu terdapat fitur official account yang berisi berbagai konten sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, seperti berita, mini games maupun konsultasi psikologi. Selain itu, terdapat fitur baru yaitu mention user yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam berkomunikasi jadi semakin seru.

    CEO ChatAja Reza Akhmad Gandara menuturkan, membangun ChatAja terinspirasi dari kutipan almarhum BJ Habibie, “Kalau bukan bangsa ini yang membangun bangsanya, siapa lagi? Jangan harapkan orang lain datang membangun bangsa ini.”

    Baca juga: Xiaomi Mi 10 Raup Rp 391 Miliar Lebih Hanya dalam Hitungan Menit Sejak Pre-order Dibuka

    “Bagi saya aplikasi messenger adalah infrastruktur. Kita bisa melakukan apapun mulai dari komunikasi, kolaborasi, dan transaksi melalui aplikasi Messenger,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang dilansir iNews.id. Senin (17/2/20).

    “Kita tahu dan sadar aplikasi messenger yang pada umumnya digunakan masyarakat Indonesia dimiliki asing. Ini yang menurut saya miris, mau sampai kapan kita bergantung pada mereka. Saatnya Indonesia berdikari memiliki aplikasi messenger sendiri,” kata Reza.

    Mengusung tagline “Berani Mulai”, Reza berharap dapat memberikan energi positif dan semangat untuk berani bersaing mewujudkan Indonesia lebih mandiri dan meningkatkan penggunaan produk dan layanan lokal. Selain itu, menggunakan ChatAja berarti ikut mendukung kemajuan teknologi karya anak bangsa.

  • Kini WhatsApp Bisa Dikunci Sidik Jari

    Kini WhatsApp Bisa Dikunci Sidik Jari

    TIKTAK.ID – Fitur fingerprint lock pada aplikasi WhatsApp yang sempat dimunculkan dalam versi beta beberapa bulan lalu kini sudah bisa digunakan penggunanya secara luas. Pembaruan fitur ini muncul pada update WhatsApp per Jumat (1/11/19) dalam versi 2.19.308.

    Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengunci aplikasi WhatsApp lalu dibuka dengan memindai sidik jari yang terdaftar di masing-masing ponsel yang memiliki sensor sidik jari. Tujuannya tidak lain untuk melindungi privasi pengguna, supaya percakapan pribadi hanya bisa dilihat oleh pemilik ponsel.

    Jika fitur ini belum muncul, baiknya pengguna memperbarui aplikasi WhatsApp terlebih dahulu ke versi teranyar di Google PlayStore.

    Lalu bagaimana cara mengaktifkan fitur kunci sidik jari pada WhatsApp?

    Fitur fingerprint lock di WhatsApp bisa diaktifkan melalui menu “Setelan” lalu pilih “Akun” kemudian pilih “Privasi” dan aktifkan opsi “Kunci sidik jari” di posisi paling bawah.