Tag: AFF

  • PSSI: Indonesia Tetap Berada di AFF

    PSSI: Indonesia Tetap Berada di AFF

    TIKTAK.ID – Sekjen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi menyatakan bahwa Indonesia tetap berada di bawah payung Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Dia menilai pilihan PSSI untuk bertahan di AFF sudah tepat. Dia pun menyebut PSSI mengambil keputusan tetap bersama AFF usai mempertimbangkan berbagai aspek.

    “PSSI tetap berada di bawah naungan AFF. Sudah sewajarnya bila anggota ASEAN itu solid di semua bidang, termasuk olahraga,” ujar Yunus melalui laman resmi PSSI, seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Jika PSSI keluar dari AFF, lalu apa yang akan ditonton oleh publik. Menunggu event AFC? Kan masih belum tentu sepadat di AFF. Lagi pula AFF juga menjadi ajang uji coba kita menuju event-event AFC,” sambung Yunus.

    Oleh sebab itu, Yunus mengimbau semua pihak agar menghentikan polemik rencana Indonesia keluar dari AFF. Kemudian mengenai laga Vietnam vs Thailand yang menjadi awal penyebab protes PSSI ke AFF, Yunus mengklaim PSSI sudah menerima keputusan pihak AFF.

    “Terkait PSSI yang mempertanyakan laga antara Vietnam dan Thailand, sudah dijawab oleh AFF. Kami semua menerimanya dengan lapang dada, jika memang tidak ditemukan kecurangan saat laga antara Thailand dan Filipina, kami juga menghargai keputusan AFF,” tutur Yunus.

    “Kita berterima kasih dan menghormati putusan itu. Fokus kita saat ini yaitu memajukan sepakbola sehingga tim nasional dapat berprestasi,” imbuh Yunus.

    Untuk diketahui, wacana PSSI keluar dari AFF muncul atas desakan pencinta sepak bola Tanah Air beberapa waktu lalu. Permintaan tersebut adalah merupakan buntut dari kegagalan Timnas Indonesia U-19 melangkah ke semifinal Piala AFF U-19 2022.

    Setelah itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan rencana Indonesia keluar dari AFF. Pasalnya, dia menganggap Timnas Indonesia U-19 mendapat perlakukan yang tidak sportif dari tim lawan.

    Narasi PSSI ingin pindah ke Federasi Sepak Bola Asia Barat (EAFF) pun sempat muncul. PSSI bahkan dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan EAFF mengenai rencana ingin bergabung.

    Akan tetapi, belakangan PSSI menyatakan untuk bertahan di AFF. PSSI mengaku menghormati keputusan AFF yang tidak memandang pertandingan Vietnam U-19 vs Thailand U-19 di Piala AFF U-19 2022 sebagai laga “main mata”.

  • Ini Keuntungan Timnas Indonesia Jika Gabung CAFA dan Tinggalkan AFF

    Ini Keuntungan Timnas Indonesia Jika Gabung CAFA dan Tinggalkan AFF

    TIKTAK.ID – Timnas Indonesia disebut-sebut bakal memperoleh sejumlah keuntungan dengan bergabung ke Asosiasi Sepak Bola Asia Tengah (CAFA) jika meninggalkan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).

    Untuk diketahui, saat ini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) masih menghitung untung rugi Timnas Indonesia bila meninggalkan AFF. Isu Indonesia ingin berganti federasi kawasan memang masih memanas, usai AFF menganggap ada indikasi tidak fair play dalam duel Thailand U-19 vs Vietnam dalam ajang Piala AFF U-19 2022.

    Kemudian Asosiasi Sepak Bola Asia Timur (EAFF) dan Konfederasi Sepak Bola Asia Tengah (CAFA) dikabarkan menjadi wadah yang bisa dituju Indonesia jika keluar dari AFF. Dengan keluar dari AFF dan bergabung bersama wadah regional baru, Timnas Indonesia akan mendapatkan sejumlah keuntungan serta kerugian.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, berikut ini tiga keuntungan Timnas Indonesia jika gabung bersama CAFA:

    1. Lawan Kompetitif
      Timnas Indonesia bakal mendapatkan lawan yang kompetitif di CAFA. Saat ini CAFA hanya punya enam anggota, yakni Afghanistan, Iran, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

    Seluruh tim-tim CAFA memiliki peringkat FIFA di atas Indonesia. Afghanistan, anggota CAFA dengan peringkat FIFA paling rendah, berada di urutan 154, atau satu setrip di atas Indonesia di posisi ke-155. Dengan lawan yang punya peringkat lebih bagus, maka Indonesia akan mendapatkan lawan yang lebih kompetitif.

    1. Pembinaan Berlanjut
      Pembinaan usia muda bagi pemain-pemain Indonesia bakal berlanjut di CAFA. Apalagi, CAFA memiliki jenjang turnamen usia muda yang lebih bagus daripada EAFF.

    Di luar tim senior, CAFA mempunyai empat level kompetisi usia muda kategori pria (U-15, U-16, U-19, U-23). Sementara kategori usia muda putri lebih banyak, enam peringkat (U-15, U-17, U-18, U-19, U-20, U-23).

    1. Ranking FIFA Melonjak
      Keuntungan lain yang akan diperoleh Indonesia bila bergabung dengan CAFA yakni ranking FIFA bisa melonjak. Pasalnya, anggota-anggota CAFA memiliki peringkat lebih bagus dari Tim Merah Putih. Dengan menang atas tim tersebut, tentu peringkat Indonesia otomatis akan naik ketika digelar pada FIFA match day.
  • Vietnam Tak Undang Indonesia, Ini Respons PSSI

    Vietnam Tak Undang Indonesia, Ini Respons PSSI

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan mengakui bahwa Timnas Indonesia U-19 tidak memperoleh undangan dari Vietnam untuk mengikuti turnamen mini pada pertengahan tahun ini.

    Untuk diketahui, turnamen tersebut adalah bagian dari persiapan menyambut kualifikasi Piala Asia U-20 2023. Vietnam hanya mengundang tiga tim asal Asia Tenggara, yaitu Thailand, Malaysia, dan Myanmar.

    Turnamen persahabatan itu dijadwalkan berlangsung di Binh Duong pada 5-11 Agustus mendatang. Tidak hanya mengundang tim ASEAN, Vietnam juga dikabarkan sempat mengundang Jepang dan Arab Saudi. Akan tetapi, kedua negara tersebut tidak bisa ambil bagian.

    “Timnas Indonesia tak diundang oleh Vietnam. Indonesia, saya belum melihat undangannya. Tidak apa-apa kalau tidak diundang juga, karena kita masih banyak undangan yang lain,” ungkap pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut, di sela pembukaan Liga 1 2022/2023 di Bali, pada Sabtu (23/7/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Wajar bila Vietnam tidak mengundang Timnas Indonesia U-19. Sebab, Vietnam dan Indonesia tergabung di grup yang sama babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2022 yang bakal berlangsung di Indonesia pada September mendatang.

    Apalagi terdapat kisah yang tidak mengenakkan antara Indonesia dan Vietnam. Sebelumnya, Timnas U-19 tersingkir dari Piala AFF U-19 2022 yang salah satunya akibat Thailand dan Vietnam dinilai bermain kurang sportif dalam babak penyisihan grup.

    Sementara itu, Thailand dikabarkan mengadakan sebuah turnamen persahabatan bernama Kings Cup 2022 pada September 2022. Hingga saat ini mereka sudah mengundang Timnas Vietnam dan Malaysia. Namun Timnas Indonesia disebut-sebut tidak mendapatkan ajakan untuk mengikuti ajang tersebut.

    Kings Cup sendiri merupakan sebuah turnamen persahabatan dengan brand terbesar di Asia Tenggara. Dulunya, tim-tim kuat dari luar wilayah Asia Tenggara, seperti Denmark, Brasil U-20, Korea Selatan, dan Polandia juga mendapatkan undangan untuk tampil di turnamen tersebut.

    Lebih lanjut, terkait persiapan menuju babak kualifikasi Piala Asia U-20 2022, pemusatan latihan akan dimulai pada akhir Agustus, atau setelah pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, pulang dari masa cuti satu bulan.

    PSSI sendiri telah menuntut Shin Tae Yong agar dapat membawa Timnas U-19 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023. Pasalnya, hal itu bisa menjadi sarana persiapan Piala Dunia U-20 2023. Ajang tersebut bakal berlangsung di Indonesia pada Mei-Juni 2023 mendatang.

  • Indonesia Bakal Gabung EAFF, Ini Respons Negara-negara Asia Tenggara

    Indonesia Bakal Gabung EAFF, Ini Respons Negara-negara Asia Tenggara

    TIKTAK.ID – Negara-negara Asia Tenggara tampak geger saat mendengar Indonesia akan bergabung dengan Federasi Sepak Bola Asia Timur (EAFF). Sebelumnya, Indonesia memang telah memberikan sinyal peluang keluar dari Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), usai menjalin komunikasi dengan EAFF.

    Kemudian kabar mengenai Indonesia bakal gabung ke EAFF ini mendapat sorotan dari sejumlah negara Asia Tenggara. Informasi itu pun menjadi berita headline di beberapa media Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

    Media Vietnam di antaranya The Thao 247, Soha, Cong Luan, Dan Tri, dan Doi Song Phap Luat, menyatakan bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah berhubungan dengan EAFF. Hal itu dalam rangka menyikapi desakan warganet yang menginginkan Indonesia berpindah federasi dari AFF ke EAFF.

    “Disambut oleh EAFF, Indonesia akan Meninggalkan Asia Tenggara?” begitu judul dari The Thao 247, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Adapun media Soha memakai judul, “Panas: PSSI mengontak EAFF, Kemungkinan Besar Meninggalkan AFF”.

    Sementara Media Thailand, Soccersig, melaporkan kalau EAFF siap menerima Indonesia menjadi anggota setelah keluar dari AFF. Dalam berita itu, Soccersig menggunakan judul, “Ayo!!! EAFF Siap Menerima Indonesia sebagai Anggota”.

    Selain itu, kabar rencana kepindahan Indonesia dari AFF ke EAFF juga mendapatkan perhatian dari Media Malaysia, salah satunya Makan Bola. Dalam judulnya, Makan Bola mengatakan, “Ketum PSSI: Pihak AFF Gembira Jika Indonesia Tinggalkan AFF Gabung EAFF”.

    Sebelumnya, warganet Indonesia geram melihat Vietnam dan Thailand “main aman” di 10 menit terakhir pertandingan Piala AFF U-19 2022. PSSI juga sudah mengirimkan nota protes lantaran menganggap Vietnam dan Thailand melanggar prinsip fair play. Namun sampai saat ini nota protes itu tidak berbalas.

    Oleh sebab itu, warganet mendesak PSSI agar cabut dari AFF dan melobi EAFF untuk bernaung di sana. Bahkan warganet menyerbu EAFF supaya Timnas Indonesia dapat memperoleh undangan bertanding dalam ajang yang berlangsung di bawah naungan EAFF.

    Sekadar informasi, desakan warganet itu kalau dilihat sekilas terbilang menggiurkan. Pasalnya, negara-negara besar Asia yang bernaung di sana adalah China, Jepang, Korea Selatan, hingga Korea Utara. Indonesia nantinya dapat memetik keuntungan melawan tim dari negara-negara ini, bukan hanya tim senior, melainkan juga untuk tim kelompok umur.

  • Media Vietnam Sindir Indonesia Belum Dapat Respons dari AFF

    Media Vietnam Sindir Indonesia Belum Dapat Respons dari AFF

    TIKTAK.ID – Media Vietnam Soha.vn diketahui menyindir Indonesia karena belum memperoleh respons dari ASEAN Football Federation (AFF) atas surat protes yang dikirimkan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait laga aneh Vietnam vs Thailand di Piala AFF U-19 2022.

    Seperti telah diberitakan, PSSI memprotes pertandingan aneh Thailand vs Vietnam di babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2022. Melalui surat protesnya, PSSI mengaku tidak puas dengan cara bermain yang ditunjukkan Vietnam dan Thailand dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

    Kemudian PSSI juga memastikan dugaan tersebut dengan mengirimkan video pertandingan Vietnam vs Thailand sebagai bukti aduan. Bahkan PSSI mengirimkan salinannya kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

    “Akan tetapi, sudah hampir satu pekan sejak mengirimkan surat protes tersebut, PSSI masih belum mendapat tanggapan dari AFF,” tulis Soha.vn melalui artikel berjudul “Indonesia Kesal ‘Diabaikan’ AFF”, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Untuk diketahui, pertandingan tersebut membuat Indonesia tersingkir di fase awal. Padahal, Indonesia sebenarnya punya poin yang sama dengan Vietnam dan Thailand, bahkan lebih baik dalam selisih gol. Namun akibat aturan Piala AFF U-19 2022 yang lebih mengutamakan head to head, maka Indonesia dinyatakan kalah poin dari Vietnam dan Thailand dalam klasemen kecil.

    Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sempat menyampaikan protes langsung kepada Presiden AFF, Khiev Sameth, ketika menonton pertandingan final Piala AFF U-19 antara Malaysia vs Laos di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, pada Jumat (15/7/22).

    Dia pun mengakui AFF tidak merespons surat protes yang dilayangkan pihaknya. Padahal, lanjutnya, PSSI amat menantikan itikad baik dari AFF guna memberi penjelasan soal kelakuan Thailand U-19 dan Vietnam U-19.

    “[Protes] sudah disampaikan, jadi kita tunggu lah. Belum [ada tanggapan] saat saya menyampaikan ke Presiden AFF, karena Badannya lain, Komisinya lain, sehingga memang tidak ada intervensi,” ungkap Iriawan mengenai surat yang dikirim PSSI ke AFF.

    “Memang tidak ada niat untuk intervensi. Melainkan saya hanya memprotes kepantasan mereka (Thailand U-19 dan Vietnam U-19) bermain lapangan,” sambung pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

  • Pesepakbola Afghanistan Berharap Taliban Tak Terlibat dengan AFF

    Pesepakbola Afghanistan Berharap Taliban Tak Terlibat dengan AFF

    TIKTAK.ID – Salah satu pesepakbola terkemuka Afghanistan mengungkapkan harapan besar setelah Taliban berkuasa di negaranya.

    Belakangan ini, Afghanistan menjadi fokus dunia usai Taliban mengambil alih kekuasaan Pemerintah di negara tersebut. Pesepakbola Afghanistan pun ikut mengkhawatirkan kekuasaan Taliban.

    Pesepakbola Afghanistan yang tinggal di Kabul itu memaparkan kondisi di negaranya, termasuk dampak dari kekuasaan yang saat ini dimiliki Taliban.

    “Saya pikir kami menuju ke arah yang benar, yaitu menuju perdamaian. Saat ini di kota saya semuanya baik-baik saja di bawah kendali Taliban, yang tidak menghalangi kehidupan normal hingga saat ini,” ujar pesepakbola yang tidak mau disebutkan namanya itu mengingat situasi di Afghanistan, seperti dikutip CNN Indonesia dari Marca.

    Ia mengatakan meski secara kehidupan masih normal, tapi ia merasa khawatir soal perkembangan olahraga, terutama sepak bola di Afghanistan.

    “Saya berharap Taliban yang berkuasa tidak terlibat dengan Federasi Sepak Bola Afghanistan (AFF). Sebab, hal itu berarti sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan kami tidak menginginkan itu,” terangnya.

    Untuk diketahui, FIFA memang tidak menginginkan pihak lain ikut campur dalam urusan sepak bola, termasuk Pemerintah. Jika Pemerintah sampai campur tangan, maka FIFA bisa memberikan hukuman kepada federasi sepak bola di negara itu, sehingga berimbas pula pada kehidupan para pesepakbola negara tersebut.

    Lebih lanjut, pesepakbola itu juga menyampaikan harapan besar dari kondisi di Afghanistan saat ini. Dia menyatakan sangat ingin hidup di luar negeri yang damai dan tenang.

    “Di sini, dalam kondisi yang sederhana ini tidak ada yang dapat menggaransi kami. Saya tidak meminta limusin, tapi saya hanya bertanya, ‘apakah yang bisa Anda lakukan untuk kami?’,” ucapnya.

    Dia menyebut 15 hari lalu, istrinya telah melahirkan seorang putri cantik. Oleh sebab itu, dia hanya ingin masa depan putrinya itu dapat berjalan dengan baik dan normal.

    “Saya ingin dia tidak harus melihat situasi seperti sekarang, ketika dia besar di negara ini,” tuturnya.

    “Saya sendiri sudah kehilangan US$20 ribu [sekitar Rp287,7 juta] selama perang ini, dan saya mencari US$5 ribu untuk bisa bepergian dengan keluarga saya ke Iran,” imbuhnya.