TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Poin-poin Rapat Karhutla di Istana: Operasi Udara, Bidik Pihak Asing

Poin-poin Rapat Karhutla di Istana: Operasi Udara, Bidik Pihak Asing

By Johan Arif
20 Oktober 2026
0
0
Poin-poin Rapat Karhutla di Istana: Operasi Udara, Bidik Pihak Asing

Contents

  • 1. Poin-poin Rapat Karhutla di Istana: Operasi Udara Diperluas, Bidik Pihak Asing
    • 1.1. Pesan Utama: Penanganan Harus Masif
    • 1.2. Pencegahan Sejak Sebelum Kebakaran
    • 1.3. Personel dan Pesawat yang Dikerahkan
    • 1.4. 98 Kasus Korporasi Naik ke Penyidikan
    • 1.5. Langkah Lanjut Penanganan Karhutla

Poin-poin Rapat Karhutla di Istana: Operasi Udara Diperluas, Bidik Pihak Asing

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat tinggi negara untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).

Rapat tersebut dihadiri antara lain Menko Polkam Dudung Abdurachman, Mendagri Tito Karnavian, Kepala KSP Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Pesan Utama: Penanganan Harus Masif

Usai pertemuan, Dudung menyampaikan bahwa Presiden memberikan arahan langsung agar penanggulangan karhutla diperluas, khususnya dari sisi operasi udara.

Salah satu instruksinya adalah menambah armada pesawat untuk operasi dry ice. Jika sebelumnya hanya mengandalkan pesawat jenis CASA, kini pemerintah memerintahkan Panglima TNI mengerahkan pula pesawat jenis Hercules.

“Hasil rapat tadi petunjuk langsung bapak Presiden tentang penanganan penanggulangan karhutla, bapak Presiden menyampaikan bahwa penanganan karhutla harus betul-betul masif,” ujar Dudung dalam konferensi pers.

Pencegahan Sejak Sebelum Kebakaran

Pemerintah juga mengambil langkah antisipatif agar karhutla tidak terulang di musim berikutnya. Perusahaan-perusahaan diperintahkan membangun embung atau tempat penampungan air, serta membuat sumur bor di area rawan.

Sementara itu, TNI dan Polri mendapat tugas memetakan titik-titik yang berpotensi terbakar. Lahan-lahan tertentu juga akan dilengkapi irigasi sebagai penampungan air.

Dudung menegaskan tujuan langkah ini adalah agar penanganan karhutla dilakukan sejak sebelum kebakaran terjadi, bukan hanya bereaksi setelah api meluas.

“Dari mulai pembuatan embung, sudah diperintahkan kepada perusahaan-perusahaan, kemudian membuat juga sumur-sumur bor, sudah diperintahkan kepada TNI, Polri, di mana titik-titik api yang kemungkinan selalu ada, kemudian juga kepada lahan dibuatkan juga irigasi, semacam tempat-tempat penampungan air,” jelasnya.

Personel dan Pesawat yang Dikerahkan

Selain infrastruktur, Prabowo meminta penambahan personel dari TNI, Polri, hingga Dinas Kehutanan untuk mempercepat pemadaman.

Adapun kekuatan yang saat ini dikerahkan mencapai 60 ribu orang, dengan dukungan 47 pesawat.

“Ini betul-betul harus secara masif, terukur, dan dilaksanakan dengan segera karena memang ini sudah sangat membantu,” tutur dia.

98 Kasus Korporasi Naik ke Penyidikan

Di kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap perkembangan sisi hukum. Sebanyak 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi telah naik ke tahap penyidikan.

Lebih menarik lagi, Polri menemukan indikasi keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga, dalam sejumlah kasus tersebut.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

Langkah Lanjut Penanganan Karhutla

Temuan keterlibatan pihak asing ini menambah dimensi baru dalam penanganan karhutla, yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan pembukaan lahan oleh korporasi. Untuk memahami konteks lebih luas, Anda bisa membaca artikel tentang dampak karhutla terhadap kesehatan dan ekonomi, atau melihat upaya pemerintah menangani bencana kebakaran hutan di tahun-tahun sebelumnya.

Kombinasi operasi udara yang diperluas, pembangunan infrastruktur pencegahan, dan penegakan hukum menunjukkan pemerintah mengambil pendekatan menyeluruh — dari sisi pemadaman hingga pencegahan agar bencana serupa tidak kambuh.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Eks Pegawai KPK Pecatan Firli Diajak Gabung PKS
    Nasional

    Eks Pegawai KPK Pecatan Firli Diajak Gabung PKS

    16 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • YLBHI Minta Ormas Agama Tak Kelola Tambang Agar Tak Ikut Langgar HAM
    Nasional

    YLBHI Minta Ormas Agama Tak Kelola Tambang Agar Tak Ikut Langgar HAM

    13 Juni 2024
    By Joni Sitohang
  • Kemenag Luncurkan Aplikasi Cegah Konflik Agama Dini
    NasionalTeknologi

    Deteksi Konflik Agama, Kemenag Luncurkan Aplikasi Canggih Respons Dini

    30 Desember 2019
    By Alfan Mahardika
  • ICW Soal Polri Minta Naik Anggaran Rp63 Triliun: Potensi Korupsinya Makin Besar
    Nasional

    ICW Soal Polri Minta Naik Anggaran Rp63 Triliun: Potensi Korupsinya Makin Besar

    10 Juli 2025
    By Johan Arif
  • Kepala BIN Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Demokrat: Negara Kita Demokrasi Bukan Kerajaan
    Nasional

    Kepala BIN Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Demokrat: Negara Kita Demokrasi Bukan Kerajaan

    25 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Ketemu di Istana, Jokowi dan Megawati Bahas Apa Saja?
    Nasional

    Ketemu di Istana, Jokowi dan Megawati Bahas Apa Saja?

    20 Maret 2023
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Menakar Peluang Duet Prabowo-Puan Usai Acara 'Sowan' ke Megawati
    Nasional

    Menakar Peluang Duet Prabowo-Puan Usai Acara ‘Sowan’ ke Megawati

  • Ngabalin: Penghambat Upaya Penanganan Covid-19 adalah 'Musuh Negara'
    Nasional

    Ngabalin: Penghambat Upaya Penanganan Covid-19 adalah ‘Musuh Negara’

  • Pemerintah Serahkan DIM RUU LLAJ ke Komisi V DPR
    Nasional

    Pemerintah Serahkan DIM RUU LLAJ ke Komisi V DPR

  • Megawati Minta Jokowi Segera Tunjuk Pengganti Posisi Ma'ruf Amin dan Mahfud MD di BPIP
    Nasional

    Megawati Minta Jokowi Segera Tunjuk Pengganti Posisi Ma’ruf Amin dan Mahfud MD di BPIP

  • Optimis Profit 70 Miliar di 2019, Dirut MRT Jakarta: Awalnya Kita Rugi 132 Miliar
    Nasional

    Optimis Profit 70 Miliar di 2019, Dirut MRT Jakarta: Awalnya Kita Rugi 132 Miliar

Artikel Terbaru

  • Poin-poin Rapat Karhutla di Istana: Operasi Udara, Bidik Pihak Asing 20 Oktober 2026
  • Cara Pakai HP sebagai Webcam di Laptop dengan Mudah 20 Oktober 2026
  • 8 Manfaat Peregangan Sebelum Tidur yang Ampuh untuk Relaks 20 Oktober 2026
  • Cara Menghubungkan Flashdisk OTG ke HP dan Memindahkan File 20 Oktober 2026
  • HP Redmi A5: Spesifikasi, Harga, Kelebihan dan Kekurangannya 19 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (80)
  • Keuangan (18)
  • Kuliner (1,064)
  • Nasional (7,997)
  • Olahraga (1,142)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,266)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.