TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Tito Ungkap Alasan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Sulit Padam

Tito Ungkap Alasan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Sulit Padam

By Johan Arif
19 Oktober 2026
0
0
kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang sulit dipadamkan

Contents

  • 1. Tito Karnavian Ungkap Tantangan Padamkan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra
    • 1.1. Tantangan Utama: Tanah Gambut
    • 1.2. Dua Skema Memasuki Air ke Lahan Terbakar
    • 1.3. Rekayasa Kimia Jadi Pilihan di Titik Sulit
    • 1.4. Data Terbaru Penanganan Karhutla

Tito Karnavian Ungkap Tantangan Padamkan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membeberkan sejumlah kendala yang membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra berjalan tidak mudah. Penjelasan itu ia sampaikan setelah mengikuti rapat gabungan pembahasan karhutla di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta, Senin (19/10).

Tantangan Utama: Tanah Gambut

Tito menilai dua pulau besar itu, khususnya wilayah timur Sumatra, sebenarnya memiliki keuntungan alam berupa lahan tanah gambut yang subur. Sayangnya, keunggulan tersebut berbalik menjadi persoalan serius begitu kebakaran terjadi.

Ia menjelaskan bahwa sifat kebakaran di lahan gambut sangat berbeda dibandingkan kebakaran di tanah mineral. Pada lahan gambut, api tidak hanya ber出现在 permukaan, melainkan mampu merambat dan bertahan lama di dalam lapisan tanah. Karakter inilah yang membuat proses pemadaman jauh lebih rumit dan memakan waktu.

Menurutnya, kunci penyelesaian masalah ini ada pada satu hal: memasukkan air dalam volume besar hingga meresap ke dalam tanah. Untuk mewujudkannya, pemerintah menempuh beberapa Skema sekaligus.

Dua Skema Memasuki Air ke Lahan Terbakar

Mantan Kapolri ini memaparkan dua jalur utama untuk menembus air ke area terdampak.

Pertama,air dari udara melalui curahan hujan. Pasokan hujan itu bisa datang dari dua sumber, yaitu hujan alami maupun hujan buatan lewat metode cloud seeding atau modifikasi cuaca.

Kedua, pengDROPan air langsung ke dalam tanah dengan memanfaatkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran, seperti sungai, waduk, atau danau.

Namun, masing-masing cara tersebut memiliki kelemahannya sendiri. Modifikasi cuaca hanya bisa berjalan ketika tersedia benih awan di langit. Sementara penyiraman manual akan sulit dilakukan apabila sumber air terdekat berjarak terlalu jauh atau sedang mengalami kekeringan.

Rekayasa Kimia Jadi Pilihan di Titik Sulit

Menghadapi berbagai keterbatasan itu, Tito menyebut pemerintah kini turun memakai pendekatan rekayasa kimia atau chemical substances untuk membantu pemadaman. Langkah ini sudah diterapkan di sejumlah titik api, baik di Kalimantan maupun Sumatra.

Ia mencontohkan kondisi di Sumatera Selatan. Dengan bahan kimia tersebut, jumlah air yang dibutuhkan menjadi jauh lebih sedikit, namun tetap efektif mendinginkan sekaligus meredam bara di lahan gambut.

Di sisi lain, Tito mengakui bersyukur karena upaya modifikasi cuaca di Kalimantan membuahkan hasil. Hujan berhasil diturunkan di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta daerah sekitarnya, meski tetap bergantung pada ketersediaan benih awan.

Data Terbaru Penanganan Karhutla

Merujuk laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran masih melanda setidaknya enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Beberapa angka penting dalam penanganan karhutla saat ini:

  • Luas lahan terbakar dalam 24 jam terakhir mencapai 1.308,03 hektare
  • Luas area yang masih harus dipadamkan sebesar 650,19 hektare
  • Titik panas atau hotspot tercatat sebanyak 5.499 titik
  • Titik api (fire spot) berjumlah 247 titik
  • Personel gabungan yang diterjahkan mencapai 53.848 personel

Sejumlah upaya pemadaman lanjutan tetap diupayakan agar area terdampak tidak meluas, termasuk pemantauan perkembangan upaya penanganan karhutla di berbagai provinsi dan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca untuk mengatasi kekeringan. Pemerintah juga diharapkan terus mengoptimalkan koordinasi lintas lembaga agar penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan berjalan lebih cepat dan efektif.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Jokowi Jengkel, Banyak Instansi Tak Mau Pakai Produk UMKM: Bodoh Banget Kita ini
    Nasional

    Jokowi Ancam Beberkan Pemda yang Masih Doyan Belanja Produk Asing

    26 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • Ahok Disebut Jadi Penyebab Retaknya Hubungan Megawati dan Jokowi
    Nasional

    Ahok Disebut Jadi Penyebab Retaknya Hubungan Megawati dan Jokowi

    16 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Pemuda Muhammadiyah Usulkan Jokowi Diberi Gelar 'Bapak Pemuda Indonesia'
    Nasional

    Pemuda Muhammadiyah Usulkan Jokowi Diberi Gelar ‘Bapak Pemuda Indonesia’

    23 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Politisi PDIP Sebut 'Jokowi Pemberantas KPK' di Acara Najwa, Kepleset atau Sengaja?
    Nasional

    Politisi PDIP Sebut ‘Jokowi Pemberantas KPK’ di Acara Najwa, Kepleset atau Sengaja?

    6 Juni 2021
    By Johan Arif
  • Pilkada 2020, Pemanasan PDIP dan Gerindra Menjelang 2024?
    Nasional

    Pilkada 2020, Pemanasan PDIP dan Gerindra Menjelang 2024?

    21 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • KSAD Dudung Bakal Rekrut Santri Jadi TNI, Apa Alasannya?
    Nasional

    KSAD Dudung Bakal Rekrut Santri Jadi TNI, Apa Alasannya?

    4 Desember 2021
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • WhatsApp Kembangkan Fitur Komunitas, Admin Grup Lebih Berkuasa
    Teknologi

    WhatsApp Garap Ulang Fitur Reaksi, Bisa Pakai Semua Emoji

  • Pengamat Ungkap Pemisah Tebal NU-PKS Jadi Sebab Anjloknya Elektabilitas Anies
    Nasional

    Pengamat Ungkap Pemisah Tebal NU-PKS Jadi Sebab Anjloknya Elektabilitas Anies

  • TIKTAK.ID - Tanggapi 3 Syarat Habib Rizieq Bisa Pulang Cepat, Munarman: Ini Bukti Negara Memang Otoriter dan Zalim
    Nasional

    Simak Bocoran Tanggal Kepulangan Habib Rizieq Shihab

  • Gemira Ajak Tokoh PA 212 Kembali Dukung Prabowo di 2024
    Nasional

    Gemira Ajak Tokoh PA 212 Kembali Dukung Prabowo di 2024

  • Pesawat Khusus untuk Pemain, Rencana Aturan Baru US Open 2020
    Olahraga

    Pesawat Khusus untuk Pemain, Rencana Aturan Baru US Open 2020

Artikel Terbaru

  • Tito Ungkap Alasan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Sulit Padam 19 Oktober 2026
  • Micro USB vs Type C: Mana yang Lebih Baik untuk HP? 19 Oktober 2026
  • Cara Mengatasi Diare di Rumah: Gejala dan Penanganannya 19 Oktober 2026
  • Tindak Lanjut Arahan Kapolri, Polda Riau Bongkar Peredaran 47 Kg Sabu 19 Oktober 2026
  • Cara Mengganti Wallpaper HP dengan Foto Sendiri, Mudah & Cepat 19 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (79)
  • Keuangan (18)
  • Kuliner (1,064)
  • Nasional (7,996)
  • Olahraga (1,142)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,263)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.