
Perjalanan Jay Idzes dari Lapangan Belanda Menuju Ban Kapten Garuda
Ban kapten Timnas Indonesia kini dikenakan pemain yang lahir lebih dari 11.000 kilometer dari Jakarta. Jay Idzes, bek tengah kelahiran Belanda, berubah dari nama yang awalnya asing di telinga suporter Garuda menjadi komandan lini belakang sekaligus pemimpin tim. Kisahnya membuktikan bahwa jalan menuju lilitan ban kapten tidak selalu bermula dari lapangan tanah air.
Perjalanan Jay Idzes juga sama sekali tidak instan. Ia menyusuri akademi PSV Eindhoven dan memulai karier profesional di divisi dua Belanda. Lalu ia naik daun di Italia hingga menjadi salah satu pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi. Puncaknya, ia kini dipercaya memimpin Garuda di panggung kualifikasi Piala Dunia. Yuk, kenali lebih dekat perjalanan sang kapten.
Biodata Jay Idzes
Sebelum menyelami kisah kariernya, kenali dulu identitas dasar bek kelahiran milenium ini. Data berikut merangkum informasi penting tentang Jay Idzes per September 2026.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Jay Noah Idzes |
| Tanggal lahir | 2 Juni 2000 |
| Tempat lahir | Mierlo, Belanda |
| Usia | 26 tahun |
| Tinggi badan | 190 cm |
| Posisi | Bek tengah (center-back) |
| Klub saat ini | Sassuolo (Serie A, Italia) |
| Nomor punggung klub | 21 |
| Kewarganegaraan | Indonesia (naturalisasi 28 Desember 2023) |
| Akar keturunan | Indonesia, dari kakek garis ibu |
| Debut timnas | 21 Maret 2024 vs Vietnam |
| Kapten Timnas Indonesia | Sejak September 2024 |
Masa Kecil dan Latar Belakang Keluarga
Jay Idzes lahir di Mierlo, kota kecil di provinsi Brabant Utara, pada 2 Juni 2000. Wilayah itu tidak jauh dari Eindhoven, kota besar yang menjadi rumah PSV. Ia tumbuh dan dibesarkan sepenuhnya di Belanda, jauh dari Indonesia, tanah leluhurnya.
Akar Indonesia pada diri Jay Idzes berasal dari kakeknya di garis ibu yang lahir di Indonesia. Garis keturunan itulah yang kelak membuka pintu baginya untuk memperkuat Garuda. Menariknya, Idzes baru merasakan langsung atmosfer sepak bola Indonesia setelah ia dewasa dan resmi menjadi bagian timnas.
Sejak kecil, sepak bola sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Bakatnya terlihat sejak dini hingga ia menyusuri beberapa akademi di Belanda, termasuk PSV Eindhoven dan VVV-Venlo, sebelum menetap di FC Eindhoven. Dari ruang ganti akademi itulah mimpi besar sang bek muda mulai terbentuk.
Awal Karier di Belanda
Debut Profesional Bersama FC Eindhoven
Setelah melewati jenjang muda di PSV dan VVV-Venlo, Jay Idzes menetap di FC Eindhoven, klub divisi dua Belanda. Debut profesionalnya datang pada 28 April 2018 saat timnya menjumpai TOP Oss. Ia baru berusia 17 tahun dan masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir.
Selama tiga musim membela FC Eindhoven, Idzes mengumpulkan 54 penampilan liga. Perannya tumbuh perlahan dari pemain cadangan menjadi bagian penting rotasi tim. Jam terbang di Eerste Divisie itu menjadi bekal berharga sebelum ia melangkah lebih jauh.
Menembus Eredivisie di Go Ahead Eagles
Pada 20 Juli 2020, Jay Idzes pindah ke Go Ahead Eagles, klub dari kota Deventer. Keputusan itu terbukti tepat sasaran. Di musim pertamanya, ia tampil dalam 31 laga liga dan ikut mengantar klub promosi ke Eredivisie, papan atas sepak bola Belanda.
Dua musim berikutnya mengukuhkan posisinya sebagai pilar pertahanan Go Ahead Eagles di Eredivisie. Total ia membela klub Deventer itu dalam 84 laga resmi sebelum memutuskan pindah. Perhatian klub-klub lain pun muncul, dan pada pertengahan 2023, Italia menjadi tujuan berikutnya.
Babak Baru di Italia Bersama Venezia
Kapten Muda Venezia
Pada 30 Juni 2023, Jay Idzes menandatangani kontrak empat tahun dengan Venezia, klub Serie B dari kota kanal itu. Adaptasi tidak memakan waktu lama. Ban kapten pun segera melekat di lengannya, kepercayaan besar untuk pemain yang baru mendarat di Italia.
Tidak banyak pemain baru yang langsung dipercaya memimpin tim di negara sepak bola sekeras Italia. Venezia jelas melihat sesuatu yang berbeda pada bek kelahiran 2000 ini. Kepercayaan itu terbayar lewat penampilan konsisten di jantung pertahanan.
Promosi ke Serie A lewat Play-off
Musim 2023-2024 menjadi musim emas bagi Venezia. Idzes tampil dalam 30 laga di semua kompetisi dan mencetak tiga gol, termasuk brace saat menaklukkan Catanzaro pada Mei 2024. Venezia lalu menempuh jalur play-off promosi dan menaklukkan Cremonese 1-0 di laga final. Tiket ke Serie A resmi diraih dengan Jay Idzes sebagai kapten tim.
Pencatat Sejarah di Serie A
Musim 2024-2025 membawa Idzes ke panggung tertinggi sepak bola Italia. Debutnya di Serie A terjadi pada 25 Agustus 2024 saat Venezia bermain imbang tanpa gol melawan Fiorentina. Malam itu, ia tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia pertama yang bermain di kompetisi papan atas Italia.
Sejarah berlanjut pada 14 Desember 2024. Gol Jay Idzes ke gawang Juventus dalam laga yang berakhir 2-2 menjadikannya pemain Indonesia sekaligus Asia Tenggara pertama yang mencetak gol di Serie A. Venezia akhirnya terdegradasi di akhir musim, tetapi reputasi sang kapten justru semakin menanjak.
Melangkah ke Sassuolo
Kelasnya di Serie A membuat Jay Idzes tidak lama menginap di divisi dua. Pada 9 Agustus 2025, Sassuolo yang baru promosi resmi meminangnya dengan mahar sekitar 8 juta euro plus bonus. Kontraknya berlaku hingga Juni 2029, tanda investasi jangka panjang dari klub Neroverdi.
Debut bersama Sassuolo datang pada 29 Agustus 2025 melawan Cremonese. Sejak itu, Idzes menjadi bagian tetap lini belakang klub asal Emilia-Romagna itu di Serie A. Nilai pasarnya bahkan menyentuh angka 10 juta euro pada Desember 2025, menyamai rekor nilai pasar tertinggi pemain Indonesia yang sebelumnya dipegang Mees Hilgers.
Perjalanan Bersama Timnas Indonesia
Naturalisasi dan Debut Bersama Garuda
Jalan Jay Idzes ke Timnas Indonesia dimulai dari meja birokrasi. Ia menyatakan tekad memperkuat Indonesia pada September 2023, lalu resmi menjadi warga negara Indonesia pada 28 Desember 2023 lewat jalur naturalisasi. Proses itu menempatkannya dalam daftar calon naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia.
Kewarganegaraan itu datang sedikit terlambat untuk satu ajang besar. Pendaftaran skuad Piala Asia 2023 sudah tertutup, sehingga Idzes tidak bisa memperkuat Garuda di Qatar. Debutnya akhirnya terjadi pada 21 Maret 2024 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam, yang ditutup kemenangan 1-0.
Lima hari kemudian, nasib berbalik manis. Jay Idzes mencetak gol pertamanya untuk Timnas Indonesia saat Garuda menaklukkan Vietnam 3-0 di Hanoi. Dari titik itu, posisinya di starting eleven nyaris tidak pernah tergoyahkan.
Dilantik Jadi Kapten Timnas
Kepercayaan terhadap Jay Idzes naik kelas pada September 2024, saat kualifikasi Piala Dunia memasuki ronde ketiga. Ban kapten secara reguler melekat di lengannya, menggantikan peran yang sebelumnya dikenakan Asnawi Mangkualam. Salah satu laga awal kepemimpinannya berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno ketika Garuda menahan imbang Australia 0-0.
Ketika Patrick Kluivert mengambil alih kursi kepelatihan pada Januari 2025, banyak yang menunggu perubahan. Ban kapten tetap dipercayakan kepada Idzes. Tanda itu menegaskan bahwa statusnya sebagai pemimpin tidak bergantung pada siapa pelatih yang menangani tim.
Petualangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Ronde ketiga menempatkan Indonesia di Grup C bersama Jepang, Australia, Arab Saudi, Tiongkok, dan Bahrain. Sebagai tim yang dinilai di bawah para lawannya, Indonesia justru tampil berani di laga-laga kunci. Dua kemenangan terbaiknya terjadi di Stadion Gelora Bung Karno: menaklukkan Arab Saudi 2-0 pada November 2024, lalu membekuk Tiongkok 1-0 pada Juni 2025.
Hasil-hasil itu mengantar Garuda melaju ke ronde keempat kualifikasi, dengan Jay Idzes berdiri sebagai komandan pertahanan. Petualangan menuju Piala Dunia 2026 akhirnya berhenti di ronde keempat yang berlangsung di Jeddah pada Oktober 2025. Seluruh detail perjalanan itu bisa Anda telusuri lewat kisah Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski gagal melaju ke turnamen puncak, perjalanan tersebut meninggalkan jejak. Hingga Maret 2026, Idzes telah mengumpulkan 18 penampilan dan satu gol untuk Timnas Indonesia. Ia juga mengantar Garuda finis runner-up FIFA Series 2026 di tanah air, disusul gelar pemain pria terbaik pada PSSI Awards 2026. Sambil menanti langkah berikutnya sang kapten, kenali juga sejarah kemenangan terbesar Timnas Indonesia.
Gaya Bermain Jay Idzes
Jay Idzes adalah profil bek tengah modern. Dengan tinggi 190 cm, ia unggul dalam duel udara sekaligus lincah membaca arah serangan lawan. Ketenangannya membawa bola keluar dari tekanan tanpa membersihkan bola sembarangan, kualitas yang sangat dihargai di sepak bola Italia.
Kemampuan operannya memungkinkan tim membangun serangan dari lini belakang. Posisi bermainnya yang cukup tinggi juga membantu menekan ruang gerak lawan lebih awal. Profil semacam ini menjelaskan mengapa Sassuolo bersedia membayar mahar 8 juta euro untuknya.
Pengalaman kepemimpinan Jay Idzes di Venezia turut membentuk gaya bermainnya. Ia aktif mengatur barisan pertahanan, rajin berkomunikasi dengan rekan-rekannya, dan tegas mengambil keputusan di momen krusial. Karakter itulah yang membuatnya dipercaya memimpin tim di dua negara sekaligus.
Kehidupan Pribadi
Di luar lapangan, Jay Idzes dikenal sebagai pribadi sederhana yang dekat dengan keluarga. Ia menghabiskan masa tumbuhnya di Brabant Utara, Belanda, dan akar kakeknya menjadi jembatan emosional menuju Indonesia. Saat tampil di kualifikasi Piala Dunia di Gelora Bung Karno, ia merasakan langsung dukungan luar biasa suporter Garuda.
Komunikasi tidak pernah menjadi penghalang. Idzes berbahasa Belanda dan Inggris, dua bahasa yang ia gunakan bersama rekan setim di Italia maupun timnas. Sejak resmi menjadi warga Indonesia, ia juga semakin dekat dengan budaya tanah leluhurnya. Memimpin Timnas Indonesia ia sebut sebagai salah satu kebanggaan terbesar kariernya.
Fakta Menarik tentang Jay Idzes
- Keturunan Indonesia dari kakeknya. Kakek Idzes di garis ibu lahir di Indonesia, dasar kelayakannya memperkuat Garuda menurut aturan FIFA.
- Pencatat sejarah Serie A. Ia pemain Indonesia pertama yang tampil di Serie A sekaligus orang Asia Tenggara pertama yang mencetak gol di kompetisi tersebut.
- Kapten di klub dan timnas. Venezia dan Timnas Indonesia sama-sama menitipkan ban kapten kepadanya dalam usia yang tergolong muda.
- Nyaris tampil di Piala Asia 2023. Naturalisasinya yang rampung 28 Desember 2023 datang terlambat karena pendaftaran skuad turnamen sudah tertutup.
- Salah satu transfer termahal pemain Indonesia. Sassuolo membayar sekitar 8 juta euro plus bonus untuk jasa bek tengah berusia 25 tahun itu pada 2025.
- Nilai pasar 10 juta euro. Pada Desember 2025, nilai pasar Jay Idzes menyamai rekor tertinggi yang pernah dipegang pemain Indonesia.
Pertanyaan Umum tentang Jay Idzes
Jay Idzes bermain di klub apa sekarang?
Jay Idzes memperkuat Sassuolo di Serie A sejak Agustus 2025. Sebelumnya ia membela Venezia selama dua musim, termasuk satu musim penuh di Serie A.
Mengapa Jay Idzes bisa memperkuat Timnas Indonesia?
Ia mewarisi keturunan Indonesia dari kakeknya yang lahir di Indonesia. Setelah dinaturalisasi pada 28 Desember 2023, kelayakannya memperkuat Garuda diakui FIFA.
Sejak kapan Jay Idzes menjadi kapten Timnas Indonesia?
Ia secara reguler mengenakan ban kapten mulai ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 pada September 2024. Kepercayaan itu bertahan hingga era Patrick Kluivert.
Berapa tinggi badan Jay Idzes?
Tingginya sekitar 190 cm, ukuran ideal untuk bek tengah modern yang dominan di udara dan tenang mengatur permainan dari belakang.
Apa prestasi terbesar Jay Idzes?
Promosi ke Serie A sebagai kapten Venezia pada 2024, statusnya sebagai pemain Indonesia pertama di Serie A, serta memimpin Garuda ke ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
Usia 26 tahun baru saja dilewati, dan babak terbaik karier Jay Idzes kemungkinan besar masih menunggu di depan. Kontrak panjangnya di Sassuolo memberi ruang untuk terus berkembang di salah satu liga terbaik dunia. Bagi suporter sepak bola Indonesia, mengikuti langkah sang kapten di Italia sekaligus bersama Garuda terasa seperti menonton proyek panjang yang layak disimak sampai akhir.










