Tag: Sutradara film

  • Joko Anwar: ‘Pengabdi Setan 2’ Lebih Mahal dari Film Pertama

    Joko Anwar: ‘Pengabdi Setan 2’ Lebih Mahal dari Film Pertama

    TIKTAK.ID – Sutradara Joko Anwar diketahui tengah bersiap menayangkan film “Pengabdi Setan 2: Communion” pada Agustus 2022 mendatang. Kemudian ketika disinggung soal biaya yang digelontorkan untuk produksi, Joko mengklaim sekuel ini lebih banyak memakan biaya ketimbang film pertamanya.

    Joko menjelaskan, hal itu juga dipengaruhi dari lamanya waktu syuting. Dia menyebut film kedua ini lebih banyak menghabiskan waktu dibandingkan saat syuting film pertama.

    “Budgetnya lebih besar, tapi yang pertama itu perbandingannya syutingnya 17 hari, kalau yang ini 35 hari,” ungkap Joko di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, seperti dilansir Okezone.com.

    Namun Joko enggan membeberkan secara rinci berapa nominal yang dihabiskan. Hal paling utama yang ditekankan Joko yakni membuat karya terbaik untuk disajikan kepada penikmat film Tanah Air.

    Kemudian Joko menyampaikan tantangan tersulitnya dalam menggarap film horor ini. Joko mengaku ingin “Pengabdi Setan 2” bisa merepresentasikan point of view atau sudut pandang penonton melalui konsistensi kamera.

    “Jadi pilihan lensanya yaitu harus membuat mereka, aku, kamu, ada disitu,” ucap pria asal Medan, Sumatera Utara tersebut.

    “Konsistensi itu yang sulit. Sebab, kita harus pergi dari satu level tingkat lainnya dan itu harus konsisten sehingga kita banyak menciptakan alat-alat baru yang memang enggak ada dijual gitu,” sambung Jokowi.

    Lebih lanjut, Joko menyatakan film ini memakai teknologi CGI (Computer Generated Imagery) atau pencitraan hasil komputer dalam banyak adegannya dengan kesan yang natural. Dia menggabungkan adegan asli dengan teknik komputer, salah satunya dengan menambahkan bangunan rumah susun yang menjadi latar di film ini.

    “Kami menggunakan gabungan CGI. Rusunnya tinggi banget, ada 10 lantai, lalu kami tambah menjadi 14 lantai dengan CGI,” ucapnya.

    Film “Pengabdi Setan 2: Communion” bakal tayang di bioskop Tanah Air pada 4 Agustus 2022. Film ini dibintangi oleh sejumlah bintang ternama seperti Tara Basro, Endy Arfian, Bront Palarae, Ratu Felisha, dan banyak lagi.

    Film horor ini adalah sekuel dari “Pengabdi Setan” yang rilis pada 2017 silam. “Pengabdi Setan” sendiri merupakan hasil pembuatan ulang (remake) dari film berjudul sama pada 1980, yang disutradarai Sisworo Gautama Putra.

  • Robin Muncul di Film ‘The Batman 2’, Sutradara: Mungkin

    Robin Muncul di Film ‘The Batman 2’, Sutradara: Mungkin

    TIKTAK.ID – Sutradara Matt Reeves buka suara terkait kemunculan Robin di dalam film “The Batman 2”. Untuk diketahui, banyak yang berharap Robin dapat muncul dalam film “The Batman” (2022).

    Robin sendiri sebelumnya tampil dalam sejumlah film jadul Batman, seperti “Batman Forever” (1995) dan “Batman & Robin” (1997). Akan tetapi, sejak saat itu karakter Robin sudah tidak pernah muncul lagi, termasuk dalam “The Batman”.

    Seperti dikutip Okezone.com dari laman Screenrant, pada Rabu (9/3/22), Matt Reeves sempat menyebut Robin bisa saja muncul ketika co-penulis atau sutradara dapat membuat cerita untuk karakter dengan taruhan emosional yang tepat. Meski begitu, Matt Reeves mengakui dirinya juga masih tidak yakin karena belum tahu soal cerita selanjutnya.

    “Mungkin, kami hanya akan mengatakan mungkin, saya masih tidak tahu,” ujar Matt Reeves.

    “Begini masalahnya, saya memiliki banyak ide mengenai apa yang ingin saya lakukan. Tapi saya tidak yakin apa cerita selanjutnya. Bagi saya, apa pun ceritanya, bisa saja mengambil karakter ini (khususnya Robin), lalu menempatkan mereka dalam semacam bahaya emosional,” sambung Matt Reeves.

    Matt Reeves pun terlihat tidak mengiyakan, tapi tidak membantah terkait kemunculan Robin.

    Sama seperti sebelumnya, Matt Reeves menyatakan dia juga belum tahu pasti apakah Joker yang muncul dalam akhir film “The Batman” nantinya bakal menjadi penjahat utama dalam sekuel filmnya.

    Sekadar informasi, penayangan “The Batman” di pekan pembukaan di box office telah sukses besar. Bahkan WarnerBros mengklaim keuntungan “The Batman” merupakan yang paling besar dari semesta DC usai “Suicide Squad” (2016).

    Film yang dibintangi aktor Robert Pattinson ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh penggemar, lantaran menjanjikan sesuatu yang fresh dan petualangan berbeda di Gotham City. Ulasan-ulasan untuk “The Batman” juga terbilang positif.

    Tidak seperti perilisan WarnerBros tahun lalu, “The Batman” eksklusif hanya tayang di bioskop. Berkat keputusan tersebut, “The Batman” mampu meraup sebesar US$128 juta lebih di sepanjang akhir pekan perdana penayangannya. Angka yang setara dengan Rp1,84 triliun itu diperkirakan masih akan meroket pada awal pekan ini.

  • Begini Ide Gila Sutradara ‘Fast and Furious 9’ Hingga Buat Vin Diesel Ternganga

    Begini Ide Gila Sutradara ‘Fast and Furious 9’ Hingga Buat Vin Diesel Ternganga

    TIKTAK.ID – Serial film waralaba “Fast and Furious” selalu sukses mewujudkan ide-ide hebat yang diperankan oleh Dominic Toretto (Vin Diesel) bersama rekannya. Di antaranya pertarungan mobil menghadapi tank, pesawat sampai kapal selam telah dilakoni oleh mereka. Kemudian, apa berikutnya yang bakal diperlihatkan?

    Pertanyaan tersebut pernah menjadikan sang sutradara “Fast and Furious 9”, Justin Lin, terbesit satu ide gila, yaitu (balapan) di luar angkasa. Ide itu pun menjadikan para fans terkejut saat Justin sempat mengunggahnya melalui instagram.

    Respons serupa tak cuma datang dari para fans, Vin Diesel turut kaget hingga ternganga kala mendengar ide tersebut.

    “Itu merupakan kontribusi paling gila yang dilakukan oleh Justin, bahkan aku hingga ternganga mendengarnya seperti ‘Yang benar saja, sungguh gila?’” ungkap Vin Diesel sebagaimana dilansir Detik.com.

    Sementara itu, Justin Lin tidak main-main terhadap idenya, ia sampai berkonsultasi dengan sejumlah ilmuwan untuk mewujudkannya.

    “Jujur saja aku hingga kembali lagi ke kampus, aku pun berbincang dengan peneliti seputar roket, ya para ilmuwan roket,” sebut Justin Lin.

    Kemudian apakah ide tersebut bakal sukses dihadirkan oleh Justin Lin di “Fast and Furious 9”, mereka tidak memberikan penjelasan lebih detail dan mengarahkan untuk menantikan film tersebut diputar.

    Lebih awal, isu perjalanan luar angkasa yang menjadi ide untuk “Fast and Furious 9” marak sesudah unggahan Justin Lin serta pernyataan dari salah satu aktor dalam film, Ludacris.

    Pada salah satu wawancara dengan The Jess Cagle Show, Michelle Rodriguez pun pernah ditanyai seputar isu itu lantas mengiyakan rencana gila Justin Lin.

    “Bagaimana kalian bisa tahu? Lihatlah apa yang terjadi? Orang-orang mulai memperbincangkannya di balik layar,” katanya.

    “Saat film tak dirilis dan (banyak yang) melupakannya, hal-hal lain bakal mulai bermunculan. Sesungguhnya, tidak ada yang boleh mengetahui ini,” imbuhnya.

    “Fast and Furious 9” diagendakan rilis pada Juni tahun ini (2021).

    Selain Vin Diesel, ada sejumlah pemeran lama seperti Michelle Rodriguez, Lucas Black, Tyrese Gibson dan sejumlah bintang anyar yakni John Cena dan Michael Rooker yang bakal ikut meramaikan film ini.

  • Kabar Terbaru Kasus Somasi Sutradara Film ‘Sejauh Kumelangkah’ ke Kemendikbud, Telkom dan TVRI

    Kabar Terbaru Kasus Somasi Sutradara Film ‘Sejauh Kumelangkah’ ke Kemendikbud, Telkom dan TVRI

    TIKTAK.ID – Sutradara Film “Sejauh Kumelangkah”, Ucu Agustin melayangkan somasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), PT Telkom Indonesia (Telkom) dan, TVRI terkait dugaan pelanggaran hak cipta penayangan film dalam program Belajar dari Rumah (BDR).

    Kuasa hukum Ucu Agustin dari AMAR Law Firm and Public Interest Law Office, Alghiffari Aqsa menuturkan, somasi ditempuh lantaran ketiga pihak tersebut menayangkan dan memodifikasi film tanpa sepengetahuan pembuat serta pemegang hak cipta.

    “Film ‘Sejauh Kumelangkah’ yang memenangkan Piala Citra 2019 untuk kategori film dokumenter pendek tersebut ditayangkan dalam program Belajar dari Rumah (BDR) kerja sama Kemendikbud dan TVRI. Film kemudian juga ditayangkan di platform streaming online TV on-demand UseeTV, program layanan televisi milik Telkom,” terang Alghiff dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/10/20).

    Berikut ini kelanjutan tanggapan selengkapnya terhadap jawaban ketiga pihak yang disomasi tersebut.

    Siaran Pers:

    Tanggapan atas Jawaban Kemendikbud, TVRI, dan Telkom terkait Pelanggaran Hak Cipta

    Sdri. Ucu Agustin dan Tim Kuasa Hukum sangat mengapresiasi rekan-rekan media yang sudah meliput dan memberitakan terkait somasi (teguran hukum) yang telah dilayangkan tertanggal 2 Oktober 2020 kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan PT. Telkom Indonesia (Persero), Tbk atas perbuatan melawan hukum karena menayangkan, memutilasi, dan memodifikasi film “Sejauh Kumelangkah” tanpa seizin dan tanpa sepengetahuan pembuat dan pemegang hak cipta film.

    Ketiga instansi atau badan usaha tersebut telah memberikan tanggapan atas somasi melalui media rekan-rekan. Oleh karenanya kami ingin menjawab dan mengklarifikasi sebagai berikut:

    1. Kami melihat bahwa tidak ada iktikad baik dari ketiga instansi untuk memenuhi tuntutan sebagaimana disampaikan dalam somasi dan terkesan saling melempar tanggungjawab bahkan berusaha mengaburkan pokok permasalahan sehingga seolah-olah tidak terjadi pelanggaran hak cipta atas penayangan film “Sejauh Kumelangkah” dalam program BDR di TVRI dan UseeTV;

    2. Kemendikbud mengaku baru mengetahui mengenai adanya keterikatan kontrak film “Sejauh Kumelangkah” dengan AJI melalui surat keberatan yang dikirimkan oleh In-docs pada 29 Juni 2020. Klaim tersebut sangat keliru sebab sejak awal adanya permohonan rekomendasi film dari staf ahli di Kemendikbud, tepatnya 4 Juni 2020 saat Kemendikbud meminta copy dari film tersebut untuk dimasukkan ke Lembaga Sensor Film, pihak In-docs sudah menyampaikan dengan jelas bahwa film “Sejauh Kumelangkah” sedang terikat kontrak dengan pihak ketiga sehingga apakah film tersebut dapat ditayangkan atau tidak masih perlu dikonfirmasi kepada pihak AJI, oleh karenanya setidaknya diperlukan draft kontrak/MOU dari Kemendikbud untuk dapat diinformasikan kepada pihak ketiga terkait.

    3. Klaim Kemendikbud yang telah melakukan permohonan maaf tertanggal 6 Juli 2020 Sampai saat ini permohonan maaf secara publik tidak pernah dilakukan oleh Kemendikbud. Permohonan maaf tanggal 6 Juli 2020 tersebut merupakan permohonan maaf secara tertutup yang disampaikan oleh Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru melalui email kepada In-docs. Sama sekali tidak ditujukan kepada Sdri. Ucu Agustin selaku sutradara/produser/pemegang hak cipta. Perlu diingat bahwa Program BDR tersebut didanai dengan menggunakan dana publik, mengatasnamakan untuk kepentingan publik peserta didik, ditayangkan secara nasional di TV publik sehingga dapat diakses oleh publik. Oleh karenanya permintaan maaf Kemendikbud secara publik sangat penting dilakukan sebagai bukti komitmen dan keseriusan pemerintah pada perlindungan hak cipta, serta sebagai bentuk transparansi…

  • Jajal Jadi Sutradara, Chandra Liow Tawarkan Film Komedi Berbeda

    Jajal Jadi Sutradara, Chandra Liow Tawarkan Film Komedi Berbeda

    TIKTAK.ID – Chandra Liow melakoni debut pertamanya sebagai sutradara film layar lebar. Ia dikabarkan baru saja merampungkan syuting Film Bucin yang kini tengah masuk pada tahap post production.

    Istilah “Budak Cinta” yang kemudian kerap disingkat Bucin sering kita jumpai di media sosial. Bahkan kata Bucin menjadi salah satu dari 5 kata teratas yang paling banyak dicari di Indonesia pada 2019 lalu.

    Baca juga: Ahmad Dhani Putuskan Angkat Kisah Hidupnya di Penjara ke Layar Lebar

    Pada awalnya, kata Bucin dipopulerkan oleh duo Andovi da Lopez dan Jovi da Lopez. Tak lama, kata tersebut makin familiar di telinga masyarakat Indonesia, dan kini bahkan diangkat ke layar lebar.

    “Awalnya ketika Andidovi dan Jovi, mereka membuat kata Bucin dan mempopulerkannya pada tahun 2013 atau 2014 gitu. Memang kata Bucin tersebut memiliki ari budak cinta, dan mereka pake untuk ngecengin temen-temennya. Namun ternyata, kata tersebut malah diterima oleh masyarakat Indonesia,” terang Chandra Liow.

    Halaman selanjutnya…