Tag: Rakyat Palestina

  • Rakyat Palestina: Rencana Aneksasi Israel Akan Jadi Bencana Besar

    Rakyat Palestina: Rencana Aneksasi Israel Akan Jadi Bencana Besar

    TIKTAK.ID – Rencana aneksasi Israel membuat para petani Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan di Lembah Yordan khawatir dengan masa depan mereka. Israel merencanakan akan menjalankan rencana aneksasinya pada Rabu (1/7/20) ini.

    Kekhawatiran terbesar dari aneksasi itu akan membuat para petani tak bisa mengakses tanah mereka sebab akan terputus dari beberapa wilayah di Tepi Barat. Kondisi itu akan menghancurkan bisnis ekspor mereka dan satu-satunya sumber pendapatan.

    Lembah Yordan merupakan wilayah strategis yang sangat subur dan dikenal sebagai “keranjang roti” bagi warga Palestina. Sebab setengah dari total area pertanian yang menyediakan makanan bagi warga Palestina di Tepi Barat berasal dari Lembah Yordan.

    “Jika pencaplokan berlanjut, itu akan menjadi bencana bagi kami para petani di Lembah Jordan,” kata Muneer Nasasri, 52 tahun dari desa Jiffly, 30 kilometer selatan Jericho, kepada Al Jazeera.

    “Kami bosan dengan masalah pencaplokan. Kami sangat takut dengan masa depan. Kami semua takut dan mengharapkan sesuatu terjadi pada 1 Juli atau 10 Juli atau 15 Juli. Namun, apa yang bisa terjadi?” tanya Nasasri.

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu rencananya akan memulai aneksasi pemukiman ilegal Yahudi di wilayah pendudukan di Tepi Barat, termasuk wilayah-wilayah di Lembah Yordan yang strategis, sejak 1 Juli, sesuai janji kampanye pemilihannya.

    Rencana Israel mencaplok sepertiga wilayah pendudukan di Tepi Barat mendapat dorongan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada akhir Januari lalu dengan apa yang disebut Trump sebagai “rencana perdamaian Timur Tengah”.

    Meski Israel menyatakan akan melaksanakan aneksasi segera pada awal Juli ini, namun masih belum jelas seperti apa detail pelaksanaan dan waktu aneksasi.

    Para pejabat AS mengatakan tidak ada keputusan akhir terkait langkah selanjutnya untuk mengimplementasikan rencana Trump yang telah dibuat. Salah satu dari rencana Trump itu adalah rencana aneksasi Israel.

    Sementara itu, para pejabat militer dan intelijen Israel telah memperingatkan rezim atas tindakan aneksasi itu. Mereka bilang, rencana itu akan menimbulkan risiko keamanan karena dapat memicu pemberontakan di Tepi Barat.

  • Hamas: Aneksasi Israel Sama Artinya dengan Deklarasi Perang terhadap Rakyat Palestina

    Hamas: Aneksasi Israel Sama Artinya dengan Deklarasi Perang terhadap Rakyat Palestina

    TIKTAK.ID – Kelompok Hamas mengancam Israel akan membayar mahal seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya jika memaksa melanjutkan rencananya untuk mencaplok wilayah-wilayah di Tepi Barat dan Lembah Yordan. Langkah itu Hamas bilang akan menjadi deklarasi perang dengan Palestina, tulis RT News.

    Melalui video berbahasa Arab yang diterbitkan pada Kamis (25/6/20) kemarin, Juru Bicara Hamas Abu Obeida mengatakan rencana aneksasi Israel adalah perbuatan kriminal dan akan menjadi pencurian terbesar atas tanah Palestina dalam beberapa dekade. Dia bersumpah bahwa Hamas, kelompok pejuang Islam yang berada di Palestina dan dianggap kelompok teror oleh Israel akan menjaga tanah suci dan rakyat Palestina.

    Obeida melanjutkan, organisasi itu tak membuat banyak pernyataan, namun ingin menegaskan dengan jelas bahwa, kelompok perlawanan menganggap keputusan Israel itu sebagai deklarasi perang kepada rakyat Palestiina. Dia menambahkan bahwa Israel akan sangat menyesal jika melanjutkan aneksasi mereka dan akan membayar harga mahal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Pada Senin sebelumnya, seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa proyek pencaplokan itu harus dihadapi dengan perlawanan dalam segala bentuk dan menyerukan persatuan dengan Otoritas Palestina, meskipun ada perpecahan di antara keduanya. Sebuah pernyataan menyebut rencana aneksasi itu “konspirasi yang dirancang oleh pendudukan Zionis.”

    Aneksasi itu merupakan bagian dari visi perdamaian yang dibuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Januari lalu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berencana akan memulai proses aneksasi wilayah-wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan pada 1 Juli. Wilayah itu merupakan tempat pendudukan Israel yang ditinggali lebih dari 420.000 pemukim Yahudi.

    Pemerintah Yordania, yaitu dua dari satu negara di Timur Tengah yang memiliki perjanjian damai dengan Israel selain Mesir, telah mengingatkan Israel bahwa mereka akan meninjau ulang hubungan dengan negara Yahudi itu jika terus memaksakan rencananya.

    Negara-negara Arab lainnya juga telah menyerukan sikap penentangannya atas rencana pendudukan itu.

    PBB baru-baru ini mengecam keputusan Israel tersebut. Organisasi internasional ini menyebut rencana Netanyahu melanggar hukum dan menyesalkan dukungan Amerika terhadap kebijakan tersebut.

    Uni Eropa juga telah memperingatkan kemungkinan “pembalasan” kepada Israel dan mengatakan akan bekerja untuk “mencegah inisiatif menuju aneksasi itu.”