Tag: Penanganan Virus Corona

  • Setelah Teleponan dengan Trump Soal Ventilator, Jokowi Komunikasi dengan Rouhani: Iran Siap Pasok Alat Medis Lawan Corona

    Setelah Teleponan dengan Trump Soal Ventilator, Jokowi Komunikasi dengan Rouhani: Iran Siap Pasok Alat Medis Lawan Corona

    TIKTAK.ID – Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan negaranya siap bekerja sama dengan Indonesia dalam pemenuhan alat kesehatan dan medis untuk penanganan virus Corona (Covid-19).

    Melalui sambungan telepon dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (27/4/20), Rouhani mengaku Iran siap memasok kebutuhan alat medis seperti alat pemeriksaan, ventilator, CT scan, dan masker medis N95 untuk Indonesia.

    “Iran telah memiliki pencapaian sukses dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dan memasok serta memenuhi kebutuhan produksi test kit, ventilator, CT scan, dan masker N95. Iran siap bekerja sama dan berinteraksi dengan Indonesia soal ini,” ujar Rouhani seperti dikutip kantor berita Iran, ISNA.

    Baca juga: Cuitan Trump Soal Jokowi Minta Ventilator Viral, Apa Saja Isi Perbincangan Mereka?

    Dilansir CNNIndonesia.com, Rouhani dan Jokowi kemudian turut membahas penyebaran virus Corona yang berdampak bagi Iran dan Indonesia. Kedua pemimpin itu pun sepakat untuk berjuang bersama menangani penyebaran pandemi tersebut melalui pertukaran pengalaman dan pencapaian ilmiah dalam penanganan Covid-19.

    Seperti diketahui, Iran menjadi negara dengan kasus Corona tertinggi di Timur Tengah. Pada 27 April, Iran telah mencatat 91.472 kasus Corona dengan 5.806 kematian serta 70.933 pasien sembuh.

    Iran menyebut telah berhasil melakukan terobosan dalam menangani virus Corona.

    Baca juga: Donald Trump: Seorang Teman, Presiden RI Joko Widodo, Ia Meminta Ventilator

    Halaman selanjutnya…

  • Pakar Komunikasi Ade Armando Sebut Banyak ‘Pengkhianat’ Tusuk Jokowi dari Belakang

    Pakar Komunikasi Ade Armando Sebut Banyak ‘Pengkhianat’ Tusuk Jokowi dari Belakang

    TIKTAK.ID – Pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando mengklaim banyak pengkhianat yang sedang “menusuk” Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rakyat Indonesia dari belakang. Ade mengatakan saat ini Pemerintah sedang berperang melawan penyebaran virus Corona.

    “Panglima perang kita adalah Jokowi, tapi selalu saja sekarang tiba-tiba saja ada yang menusuk kita dari belakang,” ujar Ade Armando, dikutip dari channel YouTube CokroTV, seperti dilansir Pojoksatu.id, Kamis (9/4/20).

    Baca juga: Doakan Jokowi Selamat Tangani Corona, SBY: Pemimpin Sering Lupa Keselamatan Dirinya

    Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI itu menyebut mereka yang menusuk Jokowi dari belakang sebagai pengkhianat. Ia menyatakan, bagi para pengkhianat itu, apapun yang dilakukan Pemerintah adalah salah, dan semua harus dihujat.

    Menurut Ade, para pengkhianat itu akan terus menyerang semua apa yang dilakukan oleh Jokowi dan pemerintahannya. Bahkan, lanjut Ade, mereka akan menjelek-jelekkan Jokowi agar masyarakat tidak percaya lagi kepada Jokowi dan pemerintahannya.

    “Mereka menyebarkan hoax dan fitnah agar masyarakat panik, bahkan mereka juga menyebarkan kebencian ras,” tutur Ade.

    Halaman selanjutnya…

  • Luhut Bongkar Curhatan Jokowi Tentang Nasib Kalangan Bawah

    Luhut Bongkar Curhatan Jokowi Tentang Nasib Kalangan Bawah

    TIKTAK.ID – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan membongkar curahan hati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan virus Corona (Covid-19). Hal itu diungkapkan Luhut melalui sambungan telepon dengan Rosi KompasTV pada Kamis, (2/4/20).

    “Kita sudah dianggap terlambat memutus mata rantai Corona, atau mengantisipasi penularan virus Corona. Sekarang kita butuh bergerak cepat, apa yang menjadi pertimbangan Pemerintah untuk tetap membiarkan mobilisasi masyarakat keluar Jakarta, berkeliling ke Pulau Jawa?” tanya Rosi.

    Luhut membantah bahwa Pemerintah telat menangani virus Corona, karena menurutnya Indonesia tak bisa dibanding-bandingkan dengan negara lain.

    Baca juga: Tampil di ILC TV One, Menteri Jokowi Bilang Ada yang Adu Domba Pusat dan DKI

    “Soal lambat cepat, siapa yang bilang kita lambat? Kan hampir sama saja keputusannya, India, Malaysia, kita, beda-beda satu, dua hari, masing-masing punya masalah sendiri, masalah-masalah ada perhitungannya sendiri,” jawab Luhut, seperti dilansir Tribunnews.com.

    Kemudian Luhut membongkar “curhatan” Jokowi soal keresahannya memikirkan rakyat kurang mampu di tengah pandemi.

    “Presiden itu berkali-kali mewanti-wanti kita, beliau selalu bilang, saya punya tanggung jawab besar kepada orang-orang yang kurang mampu itu, yang rentan,” tutur Luhut.

    Halaman selanjutnya…

  • Palestina: China Tegas dan Berani dalam Penanganan Virus Corona

    Palestina: China Tegas dan Berani dalam Penanganan Virus Corona

    TIKTAK.ID – Palestina memuji China sebagai pelopor model penanggulangan wabah COVID-19 dengan langkah-langkah tegasnya.

    Saeb Erekat, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menyatakan bahwa rakyat Palestina bersolidaritas dengan China dalam menghadapi COVID-19.

    “Kepemimpinan (Pemerintah) China memberi contoh dalam blokade cepat epidemi dan membangun institusi kesehatan dalam waktu singkat,” kata Erekat dalam pertemuan dengan Guo Wei, Direktur Kantor Republik Rakyat China untuk Negara Palestina di Ramallah (15/3/20), seperti dilansir Xinhua.

    Baca juga: Pembantu Presiden Brazil yang Bertemu Trump Positif Virus Corona

    “Kita semua menghormati dan menghargai orang-orang China yang menaati keputusan Pemerintah mereka yang efektif dan akurat,” katanya.

    “Keputusan yang berani membuat penyebaran virus Corona dapat diminimalisir,” tambah pejabat senior Palestina itu.

    Erekat juga berterima kasih kepada kepemimpinan Tiongkok atas kesiapan mereka memberikan bantuan medis untuk membantu rakyat Palestina mengalahkan penyakit akibat Corona.

    Baca juga: Menteri Kesehatan Inggris Positif Virus Corona

    Pada 5 Maret lalu, Otoritas Palestina mendeklarasikan keadaan darurat selama satu bulan tepat setelah kasus COVID-19 pertama ditemukan di kota Betlehem, Tepi Barat.

    Juru Bicara Pemerintah Palestina, Ibrahim Melhem sebelumnya mengumumkan bahwa jumlah warga Palestina yang terinfeksi COVID-19 telah meningkat menjadi 38, dengan 37 di Betlehem dan satu di kota Tulkarem.

  • Tak Becus Atasi Wabah Corona, Presiden Korsel Hadapi Petisi Pemakzulan Diteken Lebih Sejuta Warganya

    Tak Becus Atasi Wabah Corona, Presiden Korsel Hadapi Petisi Pemakzulan Diteken Lebih Sejuta Warganya

    TIKTAK.ID – Tanpa disangka, ternyata dampak buruk penyebaran wabah virus Corona tak hanya mengancam perekonomian dunia, melainkan juga stabilitas politik suatu negara. Itulah yang saat ini sedang terjadi di Korea Selatan.

    Karena dianggap oleh rakyatnya tak becus menangani penyebaran virus Corona, seruan pemakzulan alias impeachment terhadap Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in pun mulai menggema di Negeri Gingseng tersebut.

    The Korea Times melaporkan, saat ini sudah lebih dari satu juta warga Korea Selatan menandatangani petisi online yang menyerukan impeachment Presiden Moon Jae-in.

    Sejak diposting dua hari lalu, petisi ini telah mengumpulkan 1.017.689 tanda tangan, meningkat dua kali lipat dalam sehari, mencerminkan meningkatnya ketidaksetujuan publik terhadap Presiden Korea Selatan.

    Baca juga: Seorang Tentaranya Terjangkit Virus Corona di Korea Selatan, Militer Amerika Cegah Penularan ke Seluruh Pasukan

    Petisi itu mengkritik Moon karena penanganannya yang buruk terhadap meluasnya wabah virus Corona yang menimbulkan bencana kesehatan di masyarakat.

    Tindakan Pemerintah Negeri Gingseng dianggap “tidak efektif” untuk mengekang penyebaran infeksi virus Corona di dalam negeri. Moon juga dinilai mengabaikan suara-suara yang meminta pemblokiran orang-orang masuk dari China yang menjadi pusat penyebaran wabah Corona.

    “Melihat bagaimana Presiden Moon menangani krisis wabah Corona memberi saya perasaan bahwa dia adalah Presiden China, bukan Korea Selatan,” tulis petisi tersebut.

    Halaman selanjutnya…