Tag: Kota Malang

  • Video Pasutri Punya 15 Anak ini Viral di TikTok dan Bikin Gempar Warga Kota Malang

    Video Pasutri Punya 15 Anak ini Viral di TikTok dan Bikin Gempar Warga Kota Malang

    TIKTAK.ID – Kisah pasangan suami istri, Mulyono dan Partina menggemparkan warga Kota Malang, Jawa Timur. Keduanya memiliki 15 anak, hingga kartu keluarganya harus dicetak dua lembar karena satu lembar tidak cukup untuk mencatat isi seluruh anggota keluarganya.

    Kartu keluarga yang dicetak sampai dua lembar ini, viral di media sosial TikTok. Unggahan video yang menceritakan kisah mereka mendapat banyak respons dari warganet, baik respos positif maupun negatif.

    Video kisah keluarga dengan 15 anak kandung ini mendadak viral setelah diunggah anak ke-enam mereka, Ariyana dengan akun tiktok @arrrrrrrrrrrr_12. Unggahan video tersebut, telah ditonton hampir 2 juta kali.

    Dalam video yang diberi tulisan “Berawal dari dua orang saling mencintai, dan menghasilkan 15 anak”, mendapatkan beragam respons dari warganet. Hingga unggahan kartu keluarga yang dicetak hingga dua lembar tersebut viral.

    Ariyana mengaku tidak menyangka unggahan videonya di media sosial TikTok, bakal menjadi viral seperti saat ini.

    “Awalnya saya hanya iseng saja membuat video tersebut, tapi ternyata menjadi viral,” ujarnya.

    Pada zaman modern saat ini, menjadi sesuatu yang luar biasa ketika pasangan suami-istri bisa memiliki anak sampai 15. Mulyono mengaku, kondisi ini berawal dari keinginan memiliki anak perempuan. “Ternyata keterusan. Jarak kelahiran masing-masing anak 1-2 tahun,” tuturnya.

    Berbagai suka dan duka memiliki anak sampai 15 diungkapkan Mulyono. Namun dirinya bersyukur seluruh anaknya sehat, bahkan masih terus bisa sekolah dengan berbagai bantuan yang diterima.

    Dari belasan anak tersebut, empat di antaranya telah menikah dan keluar dari rumah yang ditempati keluarga besar ini. Rumah yang mereka tempati di Jalan Krakatau Kota Malang, merupakan pinjaman dari warga yang baik hati. Kini mereka terus memproduksi video bertema keluarga besar, dan selalu menjadi viral setiap diunggah di media sosial.

  • ‘Hujan Batu’ Warnai Demo Tolak Omnibus Law di Kota Malang

    ‘Hujan Batu’ Warnai Demo Tolak Omnibus Law di Kota Malang

    TIKTAK.ID – Kericuhan mewarnai demo tolak Omnibus Law di Kota Malang. Pendemo melempari gedung DPRD dengan batu dan benda-benda lainnya. Massa akhirnya dibubarkan polisi.

    Kericuhan berawal saat massa aksi dari berbagai elemen mulai berkumpul di bundaran Tugu, yang lokasinya di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang, Kamis (8/10/20).

    Sekelompok massa di sudut barat laut gedung DPRD Kota Malang mulai merusak kawat berduri yang dipasang untuk mengamankan aksi demo.

    Baca juga : Viral! Situs Resmi DPR Diretas, Tampilan Berandanya Berubah Jadi ‘Dewan Pengkhianat Rakyat Republik Indonesia’

    Aksi itu kemudian diikuti kelompok massa lain yang mayoritas mengenakan atribut hitam. Setelah kawat berduri bisa disingkirkan, pendemo mulai merangsek maju dan melempari gedung DPRD.

    Kepolisian, yang sejak awal bersiaga mengamankan aksi, berusaha menenangkan massa melalui pengeras suara.

    “Tolong jangan anarkis. Mohon sampaikan pendapat dengan santun,” kata petugas kepolisian melalui pengeras suara.

    Imbauan petugas tak dihiraukan. Sejumlah pendemo justru maju dan memanjat pagar gedung DPRD. Tak hanya melempar batu, pendemo juga melempar petasan serta barang-barang ke arah gedung DPRD.

    Baca juga : Polrestabes Semarang Larang Tim Advokasi Dampingi Korban Salah Tangkap

    Dua mobil water cannon kemudian dioperasikan dengan menembakkan air ke arah pendemo. Tak lama, pendemo kocar-kacir meninggalkan lokasi.

    Kericuhan kurang dari setengah jam itu kemudian berhenti. Batu dan benda-benda lain terlihat berserakan di halaman gedung DPRD.

    Sejumlah fasilitas rusak, seperti dua pos jaga Satpol PP milik DPRD dan beberapa motor yang diparkir di sebelah utara. Aparat kepolisian dengan alat pelindung lengkap terlihat bersiaga di depan gedung DPRD Kota Malang.

    Baca juga : Tak Terima Kelakuan Puan Matikan Mikrofon, Nikita Mirzani Ancam Datangkan Tante Lala ke DPR

    Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah mengaku pihaknya siap menemui perwakilan pendemo untuk mendengarkan aspirasi yang akan disampaikan.

    “Kami tetap menunggu dan siap mendengarkan aspirasi yang akan disampaikan. Tetapi kami sesalkan, justru ada tindakan anarkis,” ujar Rimzah kepada awak media.

    Dua oknum pendemo sempat diamankan oleh anggota DPRD dan aparat keamanan ketika merangsek masuk ke dalam gedung DPRD.