Tag: Gregoria Mariska

  • Gregoria Ungkap Kunci Kemenangan atas Ratchanok di Kumamoto Masters

    Gregoria Ungkap Kunci Kemenangan atas Ratchanok di Kumamoto Masters

    TIKTAK.ID – Gregoria Mariska Tunjung diketahui telah berhasil lolos ke babak perempat final Kumamoto Masters usai mengalahkan Ratchanok Intanon, pada Kamis (14/11/24).

    Gregoria berhasil mengalahkan Ratchanok dengan skor meyakinkan, 21-14, 21-15. Wanita kelahiran Kabupaten Wonogiri, 11 Agustus 1999 ini mengatakan bahwa kemenangan tersebut terjadi karena keberhasilannya meraih kemenangan dengan baik di gim pertama.

    Gregoria menjelaskan bahwa sisi lapangan tempat Ratchanok berada di gim pertama terbilang cukup menyulitkan untuk memegang kendali permainan.

    “Memenangkan gim pertama merupakan kunci hari ini. Ratchanok seperti kalah di start, sehingga saya lebih unggul dari sisi kepercayaan diri,” ujar juara tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 tersebut, seperti dilansir CNN Indonesia.

    “Kondisi di lapangan agak sulit untuk menyesuaikan, khususnya di sisi lawan di gim pertama yang menang angin. Terlihat dia banyak takut saat mengembalikan bola atau mengajak bermain reli,” imbuh Gregoria dalam rilis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

    Kemudian ketika memasuki gim kedua, Gregoria sempat kalah start. Namun Gregoria akhirnya mampu mengendalikan situasi dengan baik. Gregoria pun bisa mengejar ketinggalan dan unggul dengan skor 11-10 di saat interval.

    Selepas interval, Gregoria tampak kembali menunjukkan dominasinya. Ia dapat melesat dan menang dengan skor 21-15 di akhir pertarungan.

    “Pada gim kedua, saya sempat tertinggal 1-5, namun setelah itu saya bisa menguasai keadaan dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya bermain hati-hati, yang penting bisa masuk dulu. Itu yang membuat saya menjadi lebih yakin untuk menyelesaikan pertandingan,” jelas Gregoria.

    Dalam babak perempat final Kumamoto Masters, Gregoria bakal berjumpa dengan Mia Blichfeldt. Mia sendiri telah menang walkover atas Manami Suizi untuk melangkah ke babak delapan besar.

    Tidak hanya itu, Gregoria sementara ini menjadi wakil Indonesia satu-satunya yang berhasil melangkah ke babak delapan besar, menyusul kekalahan yang diderita empat wakil lainnya.

    Mengutip Akurat.co, mereka yang tumbang yaitu Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.

  • Gregoria Mariska Akui Tak Bisa Ikuti Irama Lawan di China Open

    Gregoria Mariska Akui Tak Bisa Ikuti Irama Lawan di China Open

    TIKTAK.ID – Gregoria Mariska Tunjung mengatakan bahwa dirinya tak dapat mengikuti irama permainan Nguyen Thuy Linh, saat kalah di babak pertama China Open 2023. Gregoria yang menjadi unggulan kedelapan di turnamen ini pun gagal melangkah ke babak berikutnya, lantaran tumbang dengan skor 15-21, 14-21.

    Untuk diketahui, dalam laga tersebut, Thuy Linh benar-benar mampu mengantisipasi pola main yang dilancarkan oleh Gregoria. Sebaliknya, Gregoria justru kerepotan saat menghadapi penampilan lawan.

    “Lawan bermain dengan tempo yang cepat dan saya tidak dapat mengimbangi iramanya. Dia juga sudah tahu bermain melawan saya harus seperti apa. Hari ini saya tak bisa mengeluarkan kemampuan saya,” ungkap Gregoria, seperti dikutip CNN Indonesia dari rilis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

    Gregoria menjelaskan bahwa kondisi lututnya memang sudah membaik usai menjalani perawatan. Akan tetapi, dia mengatakan waktu singkat yang ada antara Kejuaraan Dunia dan China Open membuatnya tidak memiliki waktu yang optimal untuk persiapan menghadapi turnamen ini.

    “Lutut saya sudah membaik. Namun kemarin saat pulang dari Kejuaraan Dunia memang perlu perawatan, sehingga persiapan yang saya jalani ke turnamen ini menjadi berkurang,” jelas Gregoria.

    “Saya juga merasa tak dapat memaksimalkan waktu persiapan yang sedikit itu. Jadi terlihat sekali kalau apa pun yang saya mau keluarkan seperti terhambat sendiri,” imbuh Gregoria.

    Gregoria menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa terbebani atas situasi yang ada dan tekanan terhadap babak pertama saat dirinya lebih diunggulkan. Meski begitu, ia menilai level permainan yang ia tunjukkan di laga lawan Thuy Linh bukanlah level permainan terbaik yang bisa ia tampilkan.

    “Saya memang tidak merasa terbebani, tapi memang permainan saya bisa dikatakan tidak keluar,” tutur Gregoria.

    Mengutip detik.com, Gregoria tampil kurang meyakinkan di sepanjang pertandingan. Setelah skor 5-5, pebulutangkis berusia 24 tahun tersebut tertinggal jauh dari Thuy Linh 7-11 saat interval, lalu 10-16.

    Empat poin berturut-turut diraih Gregoria guna mengecilkan gap 15-18. Meski begitu, Nguyen Thuy Linh tidak menyia-nyiakan keunggulannya untuk memenangi gim pertama 21-15.

    Pada gim kedua, Gregoria menjalani start lambat usai tertinggal 2-5 dan 4-8. Setelah itu, Thuy Linh meraup tujuh poin beruntun untuk memimpin jauh 15-6 dan Gregoria meraih lima poin beruntun, sehingga kedudukan menjadi 14-18. Namun Nguyen Thuy Linh memperoleh tiga poin selanjutnya untuk menyudahi perlawanan Gregoria dalam pertandingan sepanjang 32 menit.

  • Harapan Gregoria Mariska Masuk Final Swiss Open Pupus

    Harapan Gregoria Mariska Masuk Final Swiss Open Pupus

    TIKTAK.ID – Tunggal putri badminton Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, diketahui telah kalah dari wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong di semifinal Swiss Open 2023, pada Sabtu (25/3/23). Gregoria pun harus tersingkir di semifinal Swiss Open 2023, usai kalah dari wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-18, 13-21, dan 17-21.

    Gregoria mengeklaim merasa ada peningkatan permainan. Meski begitu, dia mengakui terdapat beberapa evaluasi yang harus dibenahi.

    “Bersyukur karena makin ke sini rasanya, saya mainnya semakin lumayan. Namun tadi ada beberapa evaluasi yang memang harus diperhatikan sekali, seperti stamina,” ungkap Gregoria, seperti dikutip CNN Indonesia dari rilis PBSI.

    Gregoria mengatakan bahwa kondisi stamina yang menurun, terutama di gim ketiga yang menjadi penyebab kekalahan dari Pornpawee.

    “Pada gim ketiga kelihatan sekali, walaupun sebenarnya mungkin kita sama-sama lelah, tapi memaksanya saya masih kelihatan kurang. Tadi lawan beberapa kali memberi pressure, namun saya malah seperti tidak bisa lepas dari tekanan lawan,” ucap Gregoria.

    “Kita mungkin sama-sama pemain yang dapat dibilang polanya hampir sama. Jadi memang mau tidak mau harus saling tahan satu sama lain, tetapi yang paling penting, saya harus bisa meminimalisir mati sendiri,” imbuhnya.

    Tidak hanya itu, Gregoria menyebut pada gim ketiga saat skor imbang 17-17, dirinya main terlalu hati-hati. Hal itu justru menyebabkan dia sering melakukan kesalahan sendiri.

    “Ketika di gim ketiga di poin-poin 17 sama, saya malah jadi lebih hati-hati dibanding lawan. Padahal mungkin sebetulnya lawan juga bakal hati-hati. Cuma karena saya terlalu hati-hati, justru membuat kesalahan sendiri di poin-poin krusial,” tutur Gregoria.

    Sebelumnya, Gregoria menargetkan bisa masuk final. Gregoria yang tidak masuk dalam daftar pemain unggulan, berhasil melangkah ke babak semifinal setelah menaklukkan Kirsty Gilmour dari Skotlandia.

    “Jadi sebetulnya saya ingin tampil secara maksimal dulu pada pertandingan besok. Saya tentu tidak mau kalah, saya juga ingin memiliki target untuk masuk ke final,” ungkap Gregoria pada Sabtu (25/3/23).

    Walaupun gagal melaju ke final, Gregoria menyatakan tetap bersyukur karena dapat melangkah hingga semifinal Swiss Open 2023.

  • Gregoria Mariska Jadi Tunggal Putri Pertama di WTF

    Gregoria Mariska Jadi Tunggal Putri Pertama di WTF

    TIKTAK.ID – Gregoria Mariska Tunjung diketahui bakal tercatat sebagai tunggal putri pertama Indonesia yang tampil dalam ajang BWF World Tour Finals (WTF) 2022.

    WTF sendiri pertama kali diadakan pada 2018 silam. Sejak edisi perdana sampai keempat (2021), tak ada tunggal putri Indonesia yang mengambil bagian, lantaran tidak masuk dalam daftar 10 besar dunia.

    Sebenarnya, Gregoria juga tidak masuk ke dalam daftar utama WTF 2022. Sebagai penghuni peringkat ke-13, Gregoria pun menjadi cadangan utama. Akan tetapi, karena ada yang absen, nama Gregoria langsung masuk dalam nominasi.

    WTF 2022 dijadwalkan berlangsung di Nimibutr Arena, Bangkok, Thailand pada 7-11 Desember mendatang. Oleh sebab itu, Gregoria menyambut kesempatan ini dengan suka cita dan persiapan yang ekstra.

    “Puji Tuhan senang dan tidak menyangka saya dapat lolos. Setelah Australia Open 2022 posisi saya masih di nomor 13. Namun karena peraturan, ada di daftar tunggu nomor satu,” ungkap Gregoria, seperti dikutip CNN Indonesia dari rilis Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

    “Sekali lagi, saya bersyukur karena bisa main di sana. Tapi saya tidak mau berpuas diri dulu. Sebab, saya main karena menggantikan posisi pemain lain,” sambung Gregoria.

    Sekadar informasi, dalam ajang Australia Open 2022, Gregoria menjadi runner up tunggal putri. Saat menjalani partai final, Gregoria bentrok dengan wakil Korea Selatan An Se Young dan kalah dua gim langsung 17-21, 9-21.

    Karena nama Gregoria baru diumumkan, maka bisa dibilang persiapan tampil relatif pendek. Meski begitu, hal ini tidak dianggap sebagai kendala, lantaran wanita berusia 23 tahun tersebut selalu berlatih dengan sepenuh hati.

    “Waktu persiapan memang sudah mepet. Jadi saya hanya memiliki waktu kurang dari dua minggu untuk Latihan. Namun saya akan memanfaatkan kesempatan dan waktu dengan sebaik mungkin,” tegas Gregoria.

    “Untuk target, pastinya ingin yang terbaik di sini,” imbuh Gregoria, mengutip detik.com.

    Untuk diketahui, dalam empat perhelatan terakhir di BWF World Tour Finals sejak 2018 sampai 2021, Indonesia hanya berhasil merebut satu gelar. Gelar tersebut dipersembahkan oleh ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada BWF World Tour Finals 2019.