Tag: Dr Anthony Fauci

  • Pakar Penyakit Menular Prediksi Pandemi di Amerika Bakal Tambah Parah

    Pakar Penyakit Menular Prediksi Pandemi di Amerika Bakal Tambah Parah

    TIKTAK.ID – Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci pada Minggu (1/8/21) memprediksi kondisi AS ke depan akan suram, segalanya akan menjadi lebih buruk. Hal ini ditandai dengan melonjaknya rata-rata kasus baru Covid-19 dalam dua pekan terakhir di AS yang naik hingga 55 persen.

    Dalam wawancaranya dengan “This Week” ABC, Fauci mengajukan saran untuk meningkatkan upaya vaksinasi karena varian Delta kini telah mendominasi 80 persen kasus virus Corona di negara itu, seperti yang dilansir Sputniknews.

    “Jika Anda melihat percepatan jumlah kasus, rata-rata tujuh hari telah naik secara substansial. Anda tahu apa yang benar-benar perlu kami lakukan, kami mengatakannya berulang kali dan itu benar -kami memiliki 100 juta orang di negara ini yang memenuhi syarat untuk divaksinasi dan belum divaksinasi. Kami melihat wabah menyerang mereka yang tidak divaksinasi,” katanya.

    Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular melanjutkan dengan mengatakan bahwa penguncian tidak mungkin dilakukan, bagaimanapun, ia menekankan, “Saya pikir kami memiliki cukup persentase orang di negara ini -tidak cukup untuk menghancurkan wabah- tetapi saya cukup percaya untuk tidak membiarkan kami masuk ke situasi seperti di musim dingin lalu. Tapi keadaan akan menjadi lebih buruk.”

    Jumlah kasus terus melonjak di seluruh AS sejak sekitar akhir Juni lalu, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Mereka meneruskan pesan utama dari laporan CDC, yang mencatat bahwa “vaksinasi adalah strategi paling penting untuk mencegah penyakit lebih parah dan kematian”, seperti kata Fauci, “Dari sudut pandang penyakit, rawat inap, penderitaan dan kematian, membuat mereka yang tidak divaksinasi lebih rentan, sebab vaksinasi melindungi dari penyakit yang lebih parah. Namun bketika Anda melihat negara secara keseluruhan dan membuat kita kembali normal, mereka yang tidak divaksinasi, dengan yang tidak divaksinasi, memungkinkan penyebaran wabah yang pada akhirnya berdampak pada semua orang.”

    Kekhawatiran ini sebelumnya dipicu ketika penelitian tentang wabah virus Corona di Provincetown, Massachusetts, menunjukkan varian Delta mungkin dapat menyebar di antara orang yang divaksinasi penuh. Studi menunjukkan jumlah virus di hidung orang yang divaksinasi yang telah mengalami infeksi terobosan, sama dengan orang yang tidak menerima suntikan.

    Hal ini mendorong CDC untuk membawa kembali pedoman masker untuk individu yang divaksinasi di beberapa daerah.

    “Anda ingin mereka memakai masker, sehingga jika memang terinfeksi, mereka tidak menyebarkannya ke orang-orang yang rentan, mungkin di rumah mereka sendiri, anak-anak atau orang dengan kondisi yang mendasarinya,” kata Fauci mengomentari pedoman baru tersebut, bagi mereka yang divaksinasi.

    Ketika ditanya tentang sikap beberapa Gubernur Republik, seperti Doug Ducey dari Arizona, dan Ron DeSantis dari Florida, yang berpendapat bahwa orang harus diizinkan untuk membuat keputusan sendiri untuk mengenakan masker dan diberikan vaksin, Fauci berkata, “Saya dengan hormat tidak setuju dengan mereka … Faktanya adalah, ada hal-hal yang merupakan tanggung jawab individu yang dimiliki seseorang. Dan ada hal-hal yang berkaitan dengan Anda secara individu, yang juga berdampak pada orang lain dan menyebarkan infeksi yang kita lihat sekarang -lonjakan kasus berdampak pada semua orang di negara ini.”

  • Pakar Kesehatan: AS Salah Arah Tangani Pandemi Covid-19

    Pakar Kesehatan: AS Salah Arah Tangani Pandemi Covid-19

    TIKTAK.ID – Pakar kesehatan terkemukan AS memperingatkan bahwa negara itu kini menunju arah yang salah menangani kasus pandemi Corona katika kasus infeksi yang terus melonjak di antara warga yang tak divaksinasi di negara itu.

    Dr Anthony Fauci mengatakan varian Delta Covid-19 mendorong terjadinya lonjakan di daerah yang memiliki tingkat vaksinasi yang rendah, seperti yang dilansir BBC.

    Karena itu, ia melanjutkan, pejabat kesehatan sedang mempertimbangkan untuk merevisi pedoman masker bagi warga Amerika yang telah divaksinasi. Hal itu dilakukan untuk mengekang meningkatnya kasus. Ia juga mengatakan sedang meninjau untuk menawarkan suntikan booster kepada orang-orang yang rentan.

    Kepala Penasihat Medis untuk Presiden AS Joe Biden ini mengatakan situasi virus Corona di AS menjadi “pandemi di antara yang tidak divaksinasi” katanya kepada CNN pada Minggu (25/7/21) kemarin.

    Menurut data resmi, lebih dari 162,7 juta orang -atau 49 persen dari populasi- di AS telah divaksinasi penuh.

    AS telah menjadi pemimpin dunia dalam penyerapan suntikan hingga April, ketika tingkat vaksinasi mulai menurun.

    Sementara, tingkat vaksinasi sangat rendah di negara bagian selatan, di mana kurang dari setengah penduduk telah menerima dosis pertama mereka dalam beberapa kasus terakhir.

    Di sisi lain, infeksi virus Corona harian di AS terus meningkat lagi setelah jumlahnya turun pada Mei dan Juni.

    Melonjaknya jumlah kasus telah bertambah lebih dari 34 juta kasus dan 610.000 kematian yang tercatat sejauh ini di AS.

    Tren ini sebagian disebabkan oleh penyebaran cepat Covid varian Delta yang sangat menular.

    Peningkatan paling tajam dalam kasus Covid terjadi di negara bagian dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah, seperti Florida, Texas, dan Missouri.

    Awal pekan ini, Ahli Bedah Umum AS Vivek Murthy mengatakan 99,5 persen kematian akibat Covid-19 terjadi di antara orang yang tidak divaksinasi.

    Dalam wawancaranya dengan CNN, Dr Fauci mengatakan para pemimpin lokal di daerah dengan tingkat vaksinasi rendah perlu berbuat lebih banyak untuk mendorong agar orang disuntik vaksin.

    Dia mengatakan “sangat berbesar hati mendengar” Gubernur Republik di Arkansas dan Florida mempromosikan vaksinasi di Negara Bagian mereka. Kedua pemimpin itu sebelumnya telah mengkritik nasihat Dr Fauci.

    Sebagai pakar penyakit menular terkemuka di negara itu, Dr Fauci telah menjadi Penasihat Utama Presiden Biden dan pendahulunya, Donald Trump, selama pandemi.

  • Pakar Penyakit Menular AS: Perjalanan Liburan Dorong Krisis Pandemi Makin Buruk

    Pakar Penyakit Menular AS: Perjalanan Liburan Dorong Krisis Pandemi Makin Buruk

    TIKTAK.ID – Pakar penyakit menular ternama Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci memperingatkan bahwa perjalanan liburan dapat mendorong negara itu ke “titik kritis” pandemi virus Corona dan bahwa kondisi yang terburuk mungkin masih belum terjadi.

    “Saya berbagi keprihatinan dengan Presiden terpilih [Joe] Biden bahwa saat kita memasuki beberapa minggu ke depan, itu mungkin benar-benar menjadi masa yang lebih buruk,” kata Dr. Anthony Fauci pada Minggu (27/12/20), seperti dikutip dari Aljazeera.

    Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, pada Rabu kemarin memperingatkan bahwa “hari-hari tergelap bangsa ada di depan kita, bukan di belakang kita”.

    Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi lonjakan kasus Covid-19, rawat inap, dan kematian di seluruh Amerika.

    AS mencatat rata-rata 185.903 infeksi baru selama tujuh hari terakhir, sementara jumlah pasien di rumah sakit dengan penyakit tersebut mencapai 117.344 orang, menurut data Proyek Pelacakan Covid.

    Pada Minggu kemarin, jumlah kasus yang tercatat di AS mencapai 19 juta, dan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melampaui 332.000 jiwa, keduanya merupakan jumlah tertinggi di dunia.

    Perjalanan liburan AS tahun ini secara signifikan lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya, tetapi perjalanan udara rata-rata lebih dari satu juta penumpang sehari selama enam hari berturut-turut pada pekan lalu, menurut Badan Keamanan Transportasi.

    Setelah liburan Thanksgiving bulan lalu, kasus virus Corona AS melonjak tajam pada bulan ini, dengan lebih dari 200.000 kasus baru dan lebih dari 3.000 jiwa meninggal setiap hari.

    Dengan unit perawatan intensif di banyak rumah sakit yang kapasitasnya hampir penuh, Fauci menegaskan kembali bahwa negara mungkin menghadapi “gelombang demi gelombang” Covid-19.

    Sementara itu, Ahli Bedah Umum Jerome Adams, dalam sebuah wawancara dengan ABC pada Minggu ini, juga mengatakan bahwa dia “sangat prihatin” dengan lonjakan pasca liburan.

    Tetapi dengan vaksin baru yang sekarang sedang dilakukan di seluruh negeri -pertama-tama diberikan kepada petugas kesehatan garis depan dan mereka yang berada di fasilitas perawatan jangka panjang- warga Amerika telah melihat secercah harapan.

    Namun, pengiriman vaksin pada tahap awal masih kurang dari yang dijanjikan oleh Pemerintah Federal.

    Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer termasuk di antara mereka yang secara terbuka mengkritik proses tersebut, tetapi pada Minggu ini kata dia telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

    “Ini bergerak ke arah yang benar,” katanya kepada CNN, setelah pejabat administrasi Trump meminta maaf atas kekurangan pengiriman vaksin.

    “Kami membuat kemajuan besar, tetapi kami membutuhkan Pemerintah Federal untuk melakukan tugas mereka,” katanya.

    Sejauh ini, sekitar dua juta orang Amerika telah divaksinasi, jumlah itu jauh di bawah 20 juta orang yang dijanjikan untuk divaksin oleh pemerintahan Trump pada akhir tahun.

    Tapi Fauci mengecilkan kekurangan itu sebagai “cegukan” normal dalam proyek yang sangat ambisius.

    “Setiap kali Anda meluncurkan program besar … seperti ini, pada awalnya, program itu selalu dimulai dengan lambat dan kemudian mulai mendapatkan momentum,” katanya kepada CNN.

    Dia mengatakan bahwa dia “cukup yakin” bahwa pada April nanti, semua orang dengan prioritas yang lebih tinggi akan bisa mendapatkan vaksinasi, membuka jalan bagi populasi umum untuk diinokulasi.

  • Pakar Virus: Gedung Putih Jadi Biang Penyebaran Covid-19

    Pakar Virus: Gedung Putih Jadi Biang Penyebaran Covid-19

    TIKTAK.ID – Pakar virus terkemuka AS, Dr Anthony Fauci mengkritik Gedung Putih karena menjadi tuan rumah pertemuan pada bulan lalu yang dikaitkan dengan wabah Covid-19, tulis BBC, Sabtu (10/10/20).

    Dr Fauci, anggota gugus tugas virus Corona Gedung Putih, mengatakan bahwa acara pengumuman calon hakim di Mahkamah Agung oleh Presiden Donald Trump adalah pemicu Gedung Putih menjadi cluster penyebaran virus, dia mengatakan “peristiwa penyebar luas”.

    Sedikitnya 11 orang yang menghadiri acara pada 26 September itu dinyatakan positif. Sementara Trump sendiri sedang dalam masa pemulihan dari Covid-19.

    Dokter yang merawat Trump baru mengizinkan dia untuk mengadakan acara publik, kurang dari sebulan sebelum dia menghadapi kandidat Demokrat Joe Biden dalam pemilihan presiden.

    Trump, sebelumnya telah menyatakan skeptis terkait langkah-langkah seperti penggunaan masker dan penguncian untuk memerangi penyebaran Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 213.000 orang di AS. Dia membicaraan terkait prospek ketersediaan vaksin, meskipun para peneliti menyatakan bahwa ketersediaan vaksin paling cepat baru tersedia pada tahun depan.

    Dalam wawancaranya dengan CBS News yang bertanya kepada Dr Fauci pada Jumat kemarin, apa pendapatnya tentang keengganan Gedung Putih untuk memakai masker dan menjaga jarak sosial sebagai tindakan pencegahan virus, dan sebaliknya mengandalkan pengujian rutin.

    “Datanya berbicara sendiri -kami memiliki acara yang sangat besar di Gedung Putih, dan di situ orang-orang berkumpul bersama dan tidak memakai masker.”

    Sebuah acara di Gedung Putih pada Sabtu 26 September, untuk nominasi presiden Amy Coney Barrett sebagai hakim Mahkamah Agung, dianggap sebagai akar dari wabah di Gedung Putih.

    Selain Presiden Trump dan istrinya Melania, mereka yang hadir dan kemudian dinyatakan positif termasuk dua senator, sekretaris pers Gedung Putih dan mantan penasihat Trump, Kellyanne Conway.

    Sebanyak 34 pembantu Gedung Putih dan kontak lainnya telah dinyatakan positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, menurut media AS.

    Dr Fauci juga mencatat para ahli telah merekomendasikan penggunaan masker selama enam bulan terakhir, dan mengutuk pembicaraan tentang “obat” virus Corona -kata yang digunakan Trump untuk merujuk pada perawatan Covid-19 eksperimental yang dia terima baru-baru ini selama tinggal di sebuah rumah sakit militer.

    Pertemuan besar masih dilarang di Ibu Kota AS karena Covid-19, tetapi properti federal seperti Gedung Putih dikecualikan.