Tag: Antibiotik

  • Di Antara 5 Mitos Kesehatan yang Sudah Dikenal Banyak Orang ini, Mana yang Pernah Anda Percaya?

    Di Antara 5 Mitos Kesehatan yang Sudah Dikenal Banyak Orang ini, Mana yang Pernah Anda Percaya?

    TIKTAK.ID – Soal penyakit atau masalah kesehatan, merupakan salah satu hal yang tidak pernah selesai untuk diperbincangkan. Ada banyak cara dilakukan orang dan dipercaya dapat mengatasi penyakit dan masalah kesehatan tersebut.

    Beragam tata cara pengobatan baik modern maupun tradisional dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang mereka keluhkan. Selain itu cara pengobatan pada masing-masing daerah juga sangat beragam.

    Meskipun suatu cara pengobatan sudah ada dan dipercaya sejak lama, namun bukan berarti hal tersebut benar lho. Banyak dari cara pengobatan yang masyarakat percaya tetapi ternyata hanyalah sebuah mitos.

    Baca juga: Beberapa Kesalahan dalam Berolahraga Dapat Menghilangkan Manfaatnya

    Ada beberapa anggapan tentang cara pengobatan yang sering dipercaya dan sudah melekat di masyarakat.

    Berikut di antara sejumlah cara pengobatan yang sudah dipercaya lama namun ternyata hanya sebuah mitos.

    1. Saat Demam Mengonsumsi Antibiotik
    Mengonsumsi antibiotik saat demam ternyata bukan menyembuhkan tetapi malah berbahaya lho. Virus yang terdapat pada tubuh tidak akan hilang. Jika antibiotik sudah dikonsumsi dalam jangka waktu lama, maka nantinya akan lahir bakteri-bakteri yang kuat karena tubuh sudah kebal antibiotik.

    2. Pria Berkaki Besar Kejantanannya juga Besar
    Salah satu mitos yang secara tidak langsung berkaitan dengan penyakit atau masalah kesehatan adalah soal ukuran kejantanan seorang pria. Hal ini juga sangat banyak dipercaya oleh masyarakat, bahwa ukuran kejantanan pria bisa dilihat dari ukuran kakinya.

    Namun ternyata hal ini menurut penelitian hanyalah mitos karena keduanya terbukti tidak ada hubungannya.

    3. Wortel Membantu Meningkatkan Penglihatan di Malam Hari
    Wortel memang memiliki kandungan vitamin A tinggi yang dinilai sangat berguna bagi kesehatan mata. Namun ada banyak orang mempercayai bahwasanya dengan mengonsumsi wortel di malam hari dapat meningkatkan penglihatan. Sayangnya ternyata penglihatan kita tidak bisa meningkat secara pesat di atas batasan.

    Baca juga: Hindari Makanan ini Agar Wajahmu Tak Bengkak Usai Mengonsumsinya

    4. Saat Mimisan Kepala Menengadah
    Jangankan membantu, menengadah saat mimisan malah berbahaya karena meningkatkan risiko menelan darah sehingga bisa tersedak. Daripada menengadah, Anda sebaiknya meniup hidung dengan keras agar sisa-sisa darah yang menempel keluar sehingga hidung kembali bersih.

    5. Usus Buntu Tidak Memiliki Fungsi
    Usus buntu atau apendiks memang dianggap oleh banyak orang sebagai organ yang tidak berfungsi. Namun ternyata apendiks justru membantu dalam menampung mikroba pada tubuh sehingga kita dapat terbantu dalam melawan penyakit. Selain itu apendiks juga membantu memproduksi sejumlah antibodi dan juga sel darah putih.

  • Konsumsi Antibiotik Tak Terkendali Bikin Indonesia Rentan Jadi Sumber Bakteri Resisten

    Konsumsi Antibiotik Tak Terkendali Bikin Indonesia Rentan Jadi Sumber Bakteri Resisten

    TIKTAK.ID – Ketika sedang sakit, tak sedikit orang yang mengonsumsi antibiotik secara sembarangan dan bahkan tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa penyalahgunaan antibiotik tersebut membuat mereka justru lebih rentan sakit karena bakteri yang lebih resisten. Bahkan jika penggunaan tersebut tidak bisa dikendalikan, akan menimbulkan dampak yang lebih besar.

    Hal tersebut sempat diungkap oleh Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobial (KPRA) dr. Hari Paraton. Ia menambahkan telah terjadi kenaikan angka bakteri resisten antibiotik berdasarkan data surveilans yang dihimpun pada tahun 2013, 2015, hingga 2019.

    “Negara kalau sama sekali tidak memperhatikan, maka Indonesia akan menjadi sumber, pusatnya bakteri resisten di Asia nanti. Bisa jadi dia akan menjadi travel ban,” buka dr. Hari Paraton.

    Baca juga: Begini Dampak Rutin Berolahraga terhadap Kesehatan Otak

    “Kemudian orang yang datang ke Indonesia juga harus berhati-hati, orang yang mau keluar juga harus diskrining. AMR (Antimicrobial Resistance) bisa datang ke mana saja, bahkan bisa melekat di dalam tubuh tanpa kita sadari. Sehingga kita disebut sebagai pembawa,” imbuh dr. Hari Paraton.

    Halaman selanjutnya…