Tag: Perseverance

  • Ketahui Kecanggihan Perseverance, Robot Penjelajah Mars

    Ketahui Kecanggihan Perseverance, Robot Penjelajah Mars

    TIKTAK.ID – Perlombaan ke Planet Mars belakangan ini menjadi perhatian dunia, saat NASA berhasil mengirimkan robot rover Perseverance. Namun Perseverance bukan sembarang robot.

    Seperti dikutip detik.com dari situs resmi NASA, Minggu (21/3/21), Perseverance merupakan robot mobil rover tercanggih milik Badan Antariksa Amerika saat ini. Tugas robot ini pun tidak main-main, yakni mencari tanda kehidupan kuno dan mengumpulkan bebatuan untuk dibawa pulang ke Bumi.

    Nama Perseverance sendiri dipilih dari hasil lomba yang diumumkan pada 5 Maret 2020. Nama itu adalah usulan siswa kelas 7 bernama Alex Mather. “Perseverance” memiliki arti ‘kegigihan’, nama yang cocok untuk misi sulit ke Planet Merah.

    Perseverance diketahui mulai berangkat dari Cape Canaveral, Florida pada 30 Juli 2020. Butuh perjalanan selama 7 bulan hingga akhirnya robot itu bisa mendarat di Kawah Jezero, Planet Mars pada 18 Februari 2021.

    Perseverance menjadi penerus robot Curiosity, tapi dengan versi lebih canggih. Ukuran robot ini 3 x 2,7 x 2,2 meter, dengan berat 1.025 kg. Rodanya terbuat dari aluminium, serta memiliki tangan robot untuk menjalankan tugasnya.

    Berikut ini sederet peralatan canggih yang dimiliki Perseverance.

    Mastcam-Z
    Kamera canggih yang berfungsi sebagai mata Perseverance. Tidak hanya melakukan zoom in-zoom out, tapi juga bisa mendeteksi kondisi mineral.

    SuperCam
    Untuk pemotretan, analisa kimia, serta mineral.

    Planetary Instrument for X-Ray Lithochemistry (PIXL)
    Alat sinar X untuk meneliti komposisi permukaan Mars.

    Scanning Habitable Environments with Raman & Luminescence for Organics and Chemicals (SHERLOC)
    Spektometer yang berfungsi sebagai pemetaan mineral.

    Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE)
    Alat ini berfungsi untuk eksperimen menciptakan oksigen dari karbon dioksida.

    Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA)
    Alat untuk mengukur suhu, angin, kelembaban radiasi dll.

    Radar Imager for Mars’ Subsurface Experiment (RIMFAX)
    RIMFAX adalah radar yang bisa menembus dasar tanah.

    Helikopter Ingenuity
    Drone helikopter bertenaga surya, yang akan terbang 31 hari setelah Perseverance mendarat di Mars.

    Dengan sederet kecanggihan di atas, maka dunia pun tengah menunggu: apa lagi yang akan ditemukan robot rover penjelajah Perseverance di Planet Mars?

  • Robot NASA Sukses Mendarat di Mars

    Robot NASA Sukses Mendarat di Mars

    TIKTAK.ID – Robot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang bernama Perseverance diketahui telah sukses mendarat di Mars.

    Perseverance juga membawa Ingenuity, yakni sebuah helikopter yang didesain khusus untuk menjelajah di planet merah tersebut.

    DW mengatakan untuk sampai bisa mendarat di Mars, maka robot itu mulai turun dengan kecepatan 20 ribu km per jam dari angkasa. Kemudian parasut dan berbagai mekanisme pendaratan membuat kecepatannya berkurang sampai 3 km per jam, lalu enam ban yang dimilikinya bisa menyentuh permukaan Mars.

    Seperti dilansir CNN Indonesia, Perseverance mendarat di Kawah Jezero, di utara ekuator Mars, yakni wilayah yang disebut Isidis Planitia. Wilayah tersebut memang menjadi target favorit misi NASA, termasuk robot Curiosity yang masih aktif hingga saat ini. Bedanya, posisi Curiosity kini telah menjauh 3.700 km di sekitar Kawah Gale.

    Perseverance sendiri merupakan robot terbesar NASA. Robot ini memiliki misi mencari air dan tanda-tanda kehidupan di bawah permukaan planet. Tugas lainnya adalah mengumpulkan sampel batu dan tanah, lalu menempatkannya dalam penyimpanan khusus.

    Rencananya, misi gabungan AS dan Eropa akan mengambil sampel itu untuk dibawa ke Bumi dalam jangka waktu 10 tahun.

    Selain itu, Perseverance mengirim gambar pertama ke Bumi, yaitu permukaan Mars, usai melakukan pendaratan. Gambar tersebut pun diperlihatkan di akun Twitter resmi Perseverance.

    Sedangkan Ingenuity adalah alat eksperimental NASA berupa helikopter. Alat ini berfungsi mempelajari benda yang terbang serta mendarat vertikal di atmosfer Mars. Hal itu dapat menjadi informasi penting, karena atmosfer di Mars jauh lebih tipis dibanding Bumi, serta bisa memengaruhi penerbangan.

    Lebih lanjut, helikopter yang mengudara di Mars akan menjadi uji penerbangan di luar Bumi yang pertama dilakukan. Keberhasilan misi tersebut diduga bakal menjadi masa depan baru bagi misi selanjutnya.

    Sebelumnya, terdapat tiga misi ke Mars yang meluncur pada Juli 2020. Selain NASA, ada misi Uni Emirat Arab (UEA) dan China. Sebetulnya, misi UEA dan China hanya fokus mengorbit di Mars, tetapi misi China, Tianwen-1, juga mendaratkan robot di permukaan Mars pada akhir tahun ini.

    Untuk diketahui, misi UEA melibatkan satelit bernama Hope. Satelit ini menjadi yang pertama tiba di sekitar Mars saat mengorbit mulai 9 Februari. Hope dijadwalkan mengitari Mars selama dua tahun untuk menjajal berbagai ketinggian dan mengambil data untuk komunitas sains global.