Tag: kesehatan wanita

  • Ini Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

    Ini Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

    TIKTAK.ID – Banyak wanita yang memiliki masalah rambut rontok. Sebenarnya penyebab rambut rontok tidak sesederhana karena salah pilih sampo. Melainkan ada banyak faktor penyebab rambut rontok pada wanita, mulai dari genetika hingga stres.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah penyebab rambut rontok yang sering kali dialami wanita:

    1. Genetika
      Berdasarkan catatan American Academy of Dermatology (AAD), kerontokan rambut pada wanita terkonsentrasi di ubun-ubun kepala. Sedangkan pada pria, biasanya di sepanjang garis kepala.
    2. Pascamelahirkan
      Mengutip Self, pascakehamilan, seorang wanita berpotensi mengalami kerontokan rambut lantaran kadar estrogen kembali normal. Ketika sedang hamil, kadar estrogen meningkat, sehingga membuat rambut tumbuh lebih kuat.

    Jenis kerontokan rambut ini pun disebut sebagai telogen effluvium, yang bisa terjadi berbulan-bulan usai peristiwa kehidupan yang penuh tekanan atau besar, seperti melahirkan. Meski begitu, kerontokan rambut ini bersifat sementara.

    Menurut Bethanee Schlosser, ahli dermatologi dari Women’s Skin Health Program for Northwestern Medicine, penurunan puncaknya sekitar 4 bulan setelah insiden yang menyebabkannya.

    1. Perubahan kontrasepsi
      Self menjelaskan, kerontokan rambut pada wanita dapat terjadi akibat perubahan penggunaan kontrasepsi. Misalnya, melepaskan kontrasepsi hormonal atau mengganti dengan jenis kontrasepsi hormonal yang berbeda.

    “Apakah Anda baru memulai, menghentikannya, atau mengganti merek, maka tubuh Anda bisa bereaksi dengan menyebabkan rambut mengalami peningkatan kerontokan,” ungkap Dr Francesca Fusco, dokter kulit di Wexler Dermatology di NYC.

    1. Kekurangan nutrisi
      Self menyebut kerontokan rambut juga berkaitan erat dengan nutrisi asupan sehari-hari kita. Bahkan secara khusus, berbagai jenis kerontokan rambut terkait kondisi tubuh yang kekurangan zat besi, seng, vitamin B3 (niasin), dan protein.
    2. Obat-obatan
      Mengutip Self, Dr Schlosser mengklaim ada beberapa “obat bisa menyebabkan kerontokan rambut kronis”. Di antaranya obat tekanan darah tinggi, obat kanker, obat radang sendi, dan obat depresi.

    Bila kerontokan rambut berangsur-angsur banyak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kemudian jika kerontokan rambut menjadi kronis, umumnya dokter meresepkan obat lain yang tidak menyebabkan efek samping tersebut.

  • Ketahui Waktu Normal Wanita Alami Menstruasi

    Ketahui Waktu Normal Wanita Alami Menstruasi

    TIKTAK.ID – Menstruasi memang merupakan hal unik yang hanya dialami oleh wanita. Ada sejumlah wanita yang bisa mengalami menstruasi hanya dalam dua atau tiga hari saja. Akan tetapi, ada juga wanita yang mengalami menstruasi hingga lebih dari satu minggu.

    Ahli Obstetrics and Gynecology, Erin Higgins mengungkapkan bahwa siklus menstruasi yang dialami setiap orang memang bisa berbeda-beda. Dia menjelaskan, rata-rata wanita dapat mengalami dua sampai tujuh hari menstruasi di setiap bulannya.

    “Menstruasi Anda mungkin tidak akan persis sama dari bulan ke bulan. Namun Anda akan melihat polanya,” terang Higgins, seperti dilansir Kompas.com.

    Menurut Higgins, perubahan kecil saat menstruasi bukanlah masalah. Meski begitu, dia menyarankan Anda agar segera memeriksakan diri bila terjadi perubahan besar.

    “Jika ada sedikit variasi, seperti dari tiga hari hingga empat hari, adalah normal. Tetapi bila Anda biasa mengalami tiga hari menstruasi lalu berubah menjadi enam hari, maka segera periksakan diri ke dokter,” tutur Higgins.

    Lebih lanjut, tingkat aliran menstruasi seorang wanita akan tergantung pada banyak faktor, termasuk ketebalan lapisan rahim dan kadar hormon. Higgins mengatakan beberapa orang mengalami menstruasi ringan, tapi ada juga yang deras. Sama halnya dengan lamanya menstruasi, aliran menstruasi pun harus dapat diprediksi.

    “Jika Anda dulu mengalami menstruasi yang berat dan menjadi ringan, atau sebaliknya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter,” ucap Higgins.

    Remaja yang baru saja puber bisa jadi mempunyai siklus dan aliran menstruasi yang tidak bisa diprediksi dalam beberapa waktu. Hal itu terjadi lantaran hubungan antara hipotalamus-hipofisis-ovarium, yang mengontrol siklus menstruasi, masih belum matang. Kemudian saat sudah mencapai usia 20 tahunan, siklus menstruasi akan dapat lebih mudah diprediksi.

    Namun pada tahun-tahun menjelang menopause, ada banyak wanita mengalami perubahan dalam aliran menstruasi dan panjang siklus menstruasi mereka. Masa transisi itu disebut dengan istilah perimenopause, yang dapat terjadi selama satu atau dua tahun.

    Bila Anda berusia 40 tahunan hingga 50 tahunan, siklus menstruasi Anda biasanya sulit diprekdisi karena Anda tengah berada di masa perimenopause.