Tag: kerajaan Inggris

  • Pangeran Harry Akan Rilis Buku Kisah Hidupnya di Kerajaan Inggris

    Pangeran Harry Akan Rilis Buku Kisah Hidupnya di Kerajaan Inggris

    TIKTAK.ID – Pangeran Harry diketahui akan merilis sebuah buku berisi kisah hidupnya saat masih menjadi anggota di keluarga Kerajaan Inggris. Suami dari Meghan Markle tersebut mengaku dalam buku itu akan menceritakan suka-duka sebagai bagian dari Kerajaan Inggris.

    Buku itu rencananya akan dirilis bersamaan dengan peringatan 75 tahun Bertakhtanya Ratu Elizabeth II yang merupakan nenek dari Harry. Namun Harry mengatakan tidak akan meluncurkan satu buku untuk menguak sisi gelap dan terang Kerajaan Inggris.

    “Saya menulis (memoar) ini bukan sebagai seseorang yang dilahirkan sebagai pangeran, melainkan sebagai seseorang seperti adanya saya saat ini,” ujar Harry, seperti dikutip Okezone.com dari BBC.

    Harry sendiri sudah menandatangani kontrak dengan penerbit Penguin Random House untuk membuat empat buku mengenai kehidupan di istana. Kontrak itu dikabarkan bernilai sebesar 40 juta dolar AS atau sekitar Rp600 miliar. Meski begitu, buku tersebut baru akan diluncurkan ketika Ratu Elizabeth II telah meninggal dunia.

    “Kontrak terakhir sebenarnya untuk kesepakatan empat buku, dengan Harry menulis satu ‘saat neneknya meninggal’. Sementara Meghan akan menulis buku jenis kesehatan dan orang-orang tidak yakin apa yang keempat,” terang sumber, mengutip Daily Mail.

    “Namun yang paling mengejutkan, sejujurnya, adalah saran Harry bahwa buku kedua tidak akan diterbitkan sampai Ratu tidak ada lagi di sini,” imbuhnya.

    Seperti diketahui, pada Januari 2020 silam, Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk keluar dari keluarga Kerajaan Inggris. Keduanya memilih untuk hidup lebih mandiri dan akan tinggal paruh waktu antara di Kanada dan Inggris. Ratu Elizabeth II juga telah merestui Pangeran Harry dan Meghan Markle mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris.

    “Duke dan Duchess of Sussex (Pangeran Harry dan Meghan) berterima kasih kepada Yang Mulia Ratu dan Keluarga Kerajaan atas dukungan mereka yang berkelanjutan, ketika mereka memulai fase selanjutnya dalam kehidupan mereka,” ungkap pihak Istana Buckingham.

    Setelah keluar dari anggota Kerajaan Inggris, maka Harry dan Meghan Markle sudah tidak lagi memakai gelar Kerajaan. Mereka pun harus membayar sendiri jutaan poundsterling untuk merenovasi rumah Berkshire mereka, Frogmore Cottage.

  • Pangeran William Sengaja ‘Tutup Mulut’ Saat Terinfeksi Covid-19

    Pangeran William Sengaja ‘Tutup Mulut’ Saat Terinfeksi Covid-19

    TIKTAK.ID – Pewaris tahta kedua Inggris, Pangeran William ternyata pernah tertular Covid-19 pada April lalu, bersamaan dengan sang ayah Pangeran Charles yang juga tertular. Namun, selama ini William bungkam dan menyembunyikan kondisinya itu, sabab dia mengaku tak ingin membuat publik khawatir, tulis media Inggris pada Minggu malam, mengutip sumber-sumber Istana Kensington.

    “Ada hal-hal penting yang terjadi dan saya tidak ingin membuat siapa pun khawatir,” kata William yang dikutip oleh The Sun kepada seorang pengamat.

    Selama terinfeksi, pria 38 tahun itu dilaporkan dirawat dokter Istana dan mengikuti pedoman protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah Inggris dengan mengisolasi diri di rumah keluarga Anmer Hall, di Norfolk, kata surat kabar itu.

    Laporan media itu juga menambahkan bahwa dia masih melakukan 14 panggilan telepon dan video selama masa karantina pada April itu.

    “William terpukul cukup keras oleh virus. Pada satu tahap dia harus berjuang untuk bernapas, jadi jelas semua orang di sekitarnya sangat panik,” kata seorang sumber kepada The Sun.

    BBC juga mengonfirmasi berita tersebut dari sebuah sumber pada Minggu malam, namun Istana Kensington dan kantor Pangeran William menolak berkomentar secara resmi kepada media.

    Hingga pada Minggu malam, Istana tidak segera bisa dihubungi untuk dimintai komentar terkait tertularnya William oleh Covid-19.

    Di kediaman ayah William, Pangeran Charles pernah mengatakan pada 25 Maret lalu bahwa dia dinyatakan positif mengidap virus Corona. Pewaris takhta itu mengisolasi diri di kediamannya di Skotlandia selama tujuh hari dengan gejala ringan.

    Pengalamannya itu membuat William sadar bahwa siapa pun bisa tertular Covid-19. Maka dia menyatakan penting untuk melakukan lockdown kedua di Inggris dengan serius agar angka penularan bisa ditekan.

    Inggris sangat terpukul keras oleh wabah virus Corona dan telah melaporkan 46.717 kematian akibat Covid-19 -didefinisikan sebagai mereka yang meninggal dalam 28 hari setelah tes positif. Namun, jauh lebih banyak jumlah orang-orang yang meninggal dengan keterangan terjangkit Covid-19 pada surat kematiannya yang tercatat berjumlah 58.925 orang.